
Bank Indonesia (BI) semakin gencar memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga kancah internasional. Pada kuartal pertama 2026, QRIS direncanakan dapat digunakan untuk transaksi di Korea Selatan dan China. Ekspansi ini menambah daftar negara sebelumnya yang sudah mengadopsi QRIS lintas negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang.
Langkah ini bukan sekadar mempermudah wisatawan maupun pelaku usaha dalam pembayaran, tapi juga memperkuat posisi ekosistem pembayaran digital Indonesia secara global. BI tengah mematangkan aspek teknis, termasuk interoperabilitas sistem dan infrastruktur yang mendukung agar transaksi QRIS di negara mitra berjalan lancar dan aman.
QRIS Jadi Standar Pembayaran Digital di Asia
Tak hanya Korea Selatan dan China, BI juga menjalin komunikasi dengan India dan negara lain untuk memperluas kerjasama QRIS. Target jangka menengah adalah menjangkau hingga delapan negara dalam skema cross-border QRIS. Ini menunjukkan standar pembayaran Indonesia kian diakui di kawasan Asia dan memiliki daya saing di tengah dominasi platform pembayaran global.
Perluasan penggunaan QRIS mendukung visi Indonesia untuk mendorong inklusi keuangan digital yang luas. QRIS yang selama ini berhasil mengikat merchant dan konsumen di dalam negeri kini siap menjadi alat transaksi lintas batas negara dengan efisiensi dan transparansi yang terjamin.
Pertumbuhan Transaksi QRIS Dalam dan Luar Negeri
Sepanjang tahun lalu, transaksi QRIS mengalami lonjakan hampir 140 persen dibandingkan tahun sebelumnya. BI menargetkan pada tahun ini sebanyak 17 miliar transaksi dengan 45 juta merchant dan sekitar 60 juta pengguna. Perkembangan ini didukung oleh penetrasi QRIS yang tidak hanya di kota besar, melainkan juga merambah ke pasar tradisional dan pelaku usaha mikro.
Ekspansi QRIS ke Korea Selatan dan China diperkirakan akan mempercepat perputaran uang dan menambah inklusi keuangan lintas negara. Sistem pembayaran digital ini membantu UKM dan pelaku usaha kecil mengenalkan usahanya ke pasar internasional tanpa harus melalui proses yang rumit dan mahal.
Tantangan Infrastruktur dan Penanganannya
Meskipun pertumbuhan QRIS sangat tinggi, BI mengakui tantangan masih ada, terutama masalah infrastruktur seperti keterbatasan jaringan internet dan sinyal di beberapa daerah. Untuk itu, BI bekerja sama dengan penyedia layanan QRIS dan Kementerian Komunikasi untuk pemetaan wilayah blank spot dan mempercepat pembangunan menara BTS.
Dukungan infrastruktur ini penting agar ekosistem pembayaran digital semakin kuat, terutama untuk memperluas akses QRIS di semua lapisan masyarakat. Kesiapan infrastruktur juga menjadi salah satu kunci keberhasilan QRIS untuk dapat digunakan secara mulus di wilayah internasional seperti Korea Selatan dan China.
Inovasi QRIS Tap untuk Kemudahan Transaksi
Selain QRIS standar, BI juga mengembangkan layanan QRIS Tap yang memanfaatkan teknologi NFC untuk transaksi tanpa kontak. Pada kuartal IV tahun lalu, QRIS Tap mencatat lebih dari 1,44 juta transaksi dengan nilai total di atas Rp28 miliar. Angka ini meningkat 267 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Ke depan, QRIS Tap akan kompatibel dengan perangkat Apple iOS selain Android. Ini menjadi peluang besar untuk mempercepat pembayaran digital di sektor transportasi dan sektor jasa lainnya. Dengan integrasi lintas negara dan teknologi ini, QRIS berpeluang menjadi standar pembayaran global dari Indonesia yang modern dan inklusif.
Dampak dan Manfaat Ekspansi QRIS
Ekspansi QRIS ke Korea Selatan dan China diharapkan memberikan manfaat signifikan seperti:
- Mempermudah wisatawan Indonesia bertransaksi di luar negeri tanpa perlu penukaran uang tunai.
- Mendukung pelaku usaha mikro dan UKM Indonesia di pasar global.
- Mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi pembayaran lintas negara.
- Memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital.
Dengan kesiapan sistem dan dukungan infrastruktur, QRIS siap menjadi alat pembayaran digital yang dapat diandalkan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di berbagai belahan dunia. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem ini agar semakin inklusif dan kompetitif secara internasional.
QRIS yang awalnya dikenal sebagai kode pembayaran digital domestik kini melangkah lebih jauh menuju standar global. Ekspansi ke negara-negara dengan ekonomi maju seperti Korea Selatan dan China merupakan bukti nyata bahwa sistem pembayaran Indonesia siap bersaing di era ekonomi digital internasional. Hal ini juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha dan konsumen di dalam negeri untuk menjelajah pasar global dengan lebih mudah dan aman.





