Komitmen Indonesia dalam memperluas akses internet di rumah tangga semakin kuat dengan target ambisius dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Melalui program Layanan Internet Murah 2030, Komdigi berencana melayani hingga 10,8 juta rumah tangga dengan akses internet menggunakan pita frekuensi 1,4 GHz.
Target besar ini disampaikan Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, menegaskan bahwa meski persiapan implementasi baru berlangsung tahun depan, layanan tersebut sudah akan mulai dioperasikan secara bertahap. Pita frekuensi 1,4 GHz menjadi tulang punggung penyediaan layanan internet yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Tahapan Cakupan Layanan Internet Murah
Komdigi telah merancang langkah-langkah progresif untuk mencapai target tersebut. Pada tahap awal tahun 2026, layanan internet murah direncanakan menjangkau sekitar 1,99 juta rumah tangga. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas jangkauan internet ke lebih banyak wilayah terutama di daerah yang belum terlayani optimal.
Selain itu, cakupan jaringan 5G nasional diproyeksikan mencapai 8,5% dari luas permukiman pada tahun yang sama, angka ini melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang hanya sebesar 4,4%. Untuk layanan 4G, cakupannya hampir menyentuh 99% populasi penduduk Indonesia, menandakan jaringan seluler generasi keempat sudah semakin merata dan siap didukung dengan spektrum baru.
Hasil Lelang Spektrum untuk Memperluas Jaringan
Lelang pita frekuensi 1,4 GHz yang berjalan sukses pada 2025 menjadi momentum penting. PT Telemedia Komunikasi Pratama berhasil memenangkan wilayah Jawa, Maluku, dan Papua dengan penawaran tertinggi sebesar Rp403,7 miliar. Sementara itu, PT Eka Mas Republik menguasai wilayah Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi dengan total nilai penawaran mencapai Rp400,8 miliar.
Keberhasilan lelang ini mendorong rencana Komdigi untuk melanjutkan lelang spektrum tambahan pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Pita 700 MHz merupakan frekuensi low band yang cocok untuk memperluas jangkauan ke daerah pelosok. Sedangkan pita 2,6 GHz mid band memberikan keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas, terutama untuk mendukung kemajuan layanan 5G di kawasan perkotaan.
Strategi Nasional dalam Penguatan Infrastruktur Digital
Pemanfaatan spektrum frekuensi merupakan aspek vital dalam pengembangan ekosistem digital nasional. Komdigi optimis bahwa penambahan frekuensi ini akan memperkuat kapasitas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan. Hal ini juga menjadi langkah strategis yang sejalan dengan upaya pemerataan akses digital di seluruh wilayah Indonesia.
Program Layanan Internet Murah 2030 tidak hanya meningkatkan penetrasi internet, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi digital secara merata. Pemerintah berupaya mewujudkan konektivitas nasional yang inklusif untuk memperkecil kesenjangan digital antar daerah.
Rangkuman Target Cakupan Internet Nasional
Berikut adalah target cakupan jaringan utama yang disampaikan Komdigi:
- Melayani 10,8 juta rumah tangga dengan layanan internet murah berbasis pita 1,4 GHz pada 2030.
- Mencapai cakupan jaringan 5G seluas 8,5% dari total luas permukiman pada 2026.
- Menyentuh cakupan 4G sebesar 99,05% populasi pada 2026.
- Melaksanakan lelang frekuensi baru di pita 700 MHz dan 2,6 GHz untuk mendukung perluasan jaringan.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan optimisme tinggi pemerintah dalam mendorong akselerasi digital. Melalui penguatan spektrum frekuensi dan perluasan jaringan, layanan internet yang terjangkau dapat diakses oleh lebih banyak rumah tangga Indonesia di masa depan.






