Nvidia bersiap merilis prosesor berbasis arsitektur Arm khusus untuk laptop Windows pada musim semi ini. Prosesor ini tidak hanya berfungsi sebagai GPU pendamping, tapi merupakan system-on-chip (SoC) penuh yang akan menjadi otak utama perangkat. Chip tersebut diberi nama Nvidia N1 dan N1X.
Informasi dari bocoran terbaru menunjukkan bahwa Lenovo telah menyiapkan setidaknya enam model laptop dengan prosesor Nvidia N1 dan N1X. Model-model tersebut meliputi Ideapad Slim 5 dengan ukuran layar 14 dan 16 inci, Yoga Pro 7 15 inci dalam dua varian, Yoga 9 model 2-in-1, serta laptop gaming Legion 7 15 N1X11. Keberadaan perangkat gaming Lenovo Legion berbasis N1X juga ditemukan di halaman pembaruan perangkat lunak Lenovo, menegaskan pengembangan yang sudah maju.
Perluasan Dukungan dari Dell dan Lenovo
Selain Lenovo, Dell juga diketahui tengah mengembangkan laptop Arm untuk lini Alienware yang ditargetkan rilis pada 2026. Proyek ini tidak berhenti pada Alienware saja, karena Dell yang kini menghidupkan kembali seri premium XPS juga diperkirakan akan mengadopsi chip Nvidia N1X. Bila semua rencana ini terealisasi, maka akan ada setidaknya delapan model laptop berbasis prosesor Arm Nvidia yang memasuki pasar dalam waktu dekat.
Menurut laporan Digitimes yang dikutip dari The Verge, Nvidia menargetkan peluncuran platform chip N1 dan N1X mulai musim semi dengan ketersediaan laptop yang lebih luas pada musim panas. Nvidia juga telah menyiapkan generasi berikutnya, yaitu N2 dan N2X, yang dijadwalkan meluncur pada 2027.
Spesifikasi dan Performa Nvidia N1 dan N1X
Detail resmi terkait spesifikasi chip Nvidia ini belum diumumkan. Namun, bocoran hasil uji benchmark Geekbench mengindikasikan varian N1X memiliki inti CPU sebanyak 20 inti dan jumlah CUDA core setara dengan GPU desktop kelas RTX 5070. Nvidia mengonfirmasi bahwa N1 berasal dari keluarga SoC yang sama dengan superchip GB10, yang saat ini digunakan pada sistem DGX Spark khusus high-performance computing.
Chip ini membawa tekanan baru pada dominasi prosesor berbasis arsitektur x86 di pasar laptop Windows. Qualcomm telah lebih dulu menawarkan Snapdragon berbasis Arm untuk laptop Windows, sementara AMD juga dikabarkan menggarap prosesor Arm untuk perangkat Surface milik Microsoft. Hal ini membuka peluang persaingan yang lebih ketat dan peta strategi pasar PC Windows bisa berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan.
Dampak untuk Industri Laptop Windows
Nvidia memasuki pasar prosesor Arm untuk laptop Windows bukan hanya sekadar soal performa grafis, tapi juga integrasi chip utama yang efisien dan hemat daya. Model SoC penuh memungkinkan pabrikan laptop merancang perangkat yang lebih ringkas dan hemat baterai tanpa mengorbankan performa.
Berikut ini rangkuman singkat terkait perkembangan Nvidia N1 dan N1X di pasar laptop Windows:
- Nvidia N1 dan N1X: SoC penuh Arm untuk laptop Windows, siap meluncur musim semi.
- Model laptop Lenovo: Ideapad Slim 5 (14 & 16 inci), Yoga Pro 7 (15 inci), Yoga 9 2-in-1, Legion 7 gaming.
- Dukungan Dell: Alienware dan lini premium XPS siap adopsi chip Nvidia N1X.
- Generasi berikutnya: N2 dan N2X akan hadir pada 2027.
- Spesifikasi awal: N1X menawarkan CPU 20-inti dan CUDA core setara GPU desktop RTX 5070.
- Persaingan pasar: Tantang prosesor x86 dan chip Snapdragon dari Qualcomm serta prosesor Arm AMD.
Dengan hadirnya chip ini, pengguna laptop Windows dapat menantikan opsi perangkat yang lebih inovatif dari segi performa dan efisiensi daya. Nvidia membawa teknologi baru yang memanfaatkan keunggulan arsitektur Arm dalam menghadirkan pengalaman laptop yang lebih responsif dan fleksibel. Perkembangan ini juga menjadi indikasi bahwa dominasi prosesor x86 di ranah laptop mulai bergeser, dan ekosistem laptop Windows akan semakin kaya pilihan di masa depan.





