Apple Harus Bayar Lebih Mahal untuk RAM iPhone Karena Harga Komponen Memori Meningkat Tajam

Apple menghadapi peningkatan biaya produksi iPhone akibat lonjakan harga RAM yang dipasok oleh Samsung dan SK Hynix. Kedua perusahaan asal Korea Selatan ini dilaporkan berhasil merundingkan ulang kontrak pasokan RAM LPDDR dengan Apple pada harga yang jauh lebih tinggi.
Kenaikan harga RAM ini terjadi karena permintaan tinggi untuk memori berkecepatan tinggi dari sektor kecerdasan buatan (AI), yang telah mengalihkan fokus produsen memori ke High Bandwidth Memory (HBM) untuk pusat data AI.

Dampak Lonjakan Harga RAM Terhadap Apple
Samsung disebut menaikkan harga komponennya sekitar 80 persen sejak kuartal sebelumnya. Sementara SK Hynix menaikkan harga RAM LPDDR hingga dua kali lipat atau 100 persen lebih tinggi. Kenaikan ini belum diperkirakan akan berhenti dalam waktu dekat dan berpotensi terus meningkat hingga paruh kedua tahun depan.
Harga RAM LPDDR5x berkapasitas 12GB yang ada di iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air, misalnya, melonjak lebih dari 230 persen. Komponen ini sebelumnya dibeli Apple dengan harga antara 25 hingga 29 dolar AS per unit, kini mencapai sekitar 70 dolar AS per unit.

Penyebab Kenaikan Harga RAM
Perlu diketahui bahwa lonjakan permintaan untuk RAM dan NAND terjadi karena perusahaan AI mulai membangun data center besar untuk menyimpan data pelatihan dan memproses model generatif. Hal ini menyebabkan kelangkaan pasokan DRAM di beberapa industri, termasuk smartphone.
Karena Apple menjadi salah satu pembeli RAM terbesar, renegosiasi harga terpaksa dilakukan, meskipun upaya Apple mencari pemasok alternatif telah menemui kesulitan. Pasokan dari Samsung dan SK Hynix tetap menjadi utama karena terbatasnya pilihan manufaktur DRAM berkualitas tinggi.

Strategi Apple Menghadapi Kenaikan Biaya
Apple terus berusaha memperluas basis pemasoknya untuk mengurangi ketergantungan pada Samsung dan SK Hynix. Namun, hingga kini pencarian sumber pasokan RAM baru belum membuahkan hasil yang signifikan.
Meski demikian, Apple masih dalam posisi kuat karena telah membeli sejumlah besar RAM sebelum kenaikan harga drastis ini. Hal tersebut memberikan buffer dalam rantai pasokan sesaat.

Prediksi Dampak pada Produk Mendatang
Kenaikan harga RAM diperkirakan akan mempengaruhi biaya produksi generasi iPhone berikutnya, termasuk seri iPhone 18 Pro dan model iPhone lipat yang sedang digadang-gadang akan meluncur nanti.
Perkiraan biaya produksi yang meningkat bisa berimbas pada harga jual iPhone apabila Apple memilih untuk meneruskan kenaikan biaya ini kepada konsumen. Namun, perusahaan biasanya menyeimbangkan antara margin keuntungan dan daya tarik pasar.

Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan Apple

  1. Permintaan RAM dari sektor AI tetap tinggi dan terus bertumbuh.
  2. Produsen memori seperti Samsung dan SK Hynix mendominasi pasar komponen RAM smartphone.
  3. Kesulitan mencari pemasok alternatif dengan teknologi memori canggih.
  4. Risiko peningkatan harga komponen di masa mendatang yang berkelanjutan.

Sementara itu, tren peningkatan harga RAM tidak hanya dialami Apple, tapi juga berdampak pada produsen smartphone lainnya yang berusaha mempertahankan harga perangkat mereka di tengah kelangkaan pasokan.
Terus berkembangnya ekosistem teknologi AI dan kebutuhan memori berkecepatan tinggi diyakini akan tetap menjadi faktor utama yang mendorong fluktuasi harga komponen memori ke depan.

Berita Terkait

Back to top button