Google diduga sedang mengembangkan sistem operasi baru bernama Aluminium OS yang merupakan perpaduan antara Android dan ChromeOS. Informasi ini muncul dari sebuah laporan bug di Chromium issue tracker yang menyebut kode nama ALOS, diduga singkatan dari Aluminium OS, lengkap dengan tangkapan layar antarmuka pengguna pada sistem tersebut.
Menurut sumber laporan yang dikutip oleh 9to5Google, ALOS dilaporkan muncul pada perangkat dengan kode nama Brya (Redrix). Perangkat ini adalah Chromebook HP Elite Dragonfly 13.5 dengan prosesor Intel Core i3 generasi ke-12, RAM 8GB DDR4, serta penyimpanan SSD 128GB. Hal ini memperlihatkan bahwa Google mengembangkan Aluminium OS sebagai sistem operasi hybrid yang berjalan pada laptop Chromebook masa kini.
Apa itu Aluminium OS?
Aluminium OS tampaknya dirancang untuk menggabungkan keunggulan kedua platform, yakni Android dan ChromeOS, untuk memberikan pengalaman yang lebih fleksibel dan kaya fitur. Sistem operasi ini memungkinkan pengguna mengakses aplikasi Android sekaligus fitur khas ChromeOS dalam satu perangkat. Ini sesuai dengan pernyataan Sameer Samat, Presiden Ekosistem Android, yang pernah menyebutkan rencana menghadirkan pengalaman sistem operasi yang mengkombinasikan Android dan ChromeOS di acara Snapdragon Summit.
Antarmuka dan Fitur Aluminium OS
Tangkapan layar yang dirilis dalam laporan bug menunjukkan UI Aluminium OS tidak mengalami perubahan besar dari ChromeOS saat ini. Taskbar dengan ikon aplikasi Google tetap ada, namun sistem tray yang berisi ikon Wi-Fi, Bluetooth, baterai, dan lainnya dipindahkan ke sebelah kanan atas layar. Selain itu, sistem memungkinkan penggunaan jendela dengan dua tab yang bisa dibagi secara berdampingan, menandakan adanya dukungan multitasking yang kuat.
Kemungkinan Implementasi dan Dukungan Perangkat
Dengan fakta bahwa sistem ini diuji pada Chromebook HP Elite Dragonfly, ada kemungkinan Aluminium OS akan dihadirkan pada banyak Chromebook yang sudah beredar di pasaran. Ini bisa menjadi cara Google memperbarui perangkat yang ada dengan fitur OS baru tanpa harus mengganti perangkat keras. Dukungan ini juga berpotensi memperluas ekosistem Android ke perangkat PC dengan memaksimalkan kemampuan hardwarenya.
Potensi Pengumuman Resmi
Berdasarkan rumor dan tahap pengujian yang sudah berjalan, Aluminium OS diperkirakan mendapat pengumuman resmi pada event Google I/O yang biasanya diadakan setiap tahun. Event ini menjadi momentum utama Google untuk memperkenalkan inovasi besar, sehingga banyak yang menanti apakah Google akan mengungkap Aluminium OS secara resmi di acara tersebut.
Poin Penting Tentang Aluminium OS
- Hybrid OS yang menggabungkan Android dan ChromeOS.
- Dikenal dengan kode nama ALOS (Aluminium OS).
- Diuji pada Chromebook HP Elite Dragonfly 13.5 berprosesor Intel generasi ke-12.
- UI belum berbeda jauh dari ChromeOS, dengan taskbar dan sistem tray yang diperbaharui.
- Mendukung multitasking jendela ganda dalam mode split-screen.
- Potensi rilis pada Google I/O mendatang untuk pasar yang lebih luas.
Aluminium OS bisa menjadi strategi Google untuk memadukan dua ekosistem dalam satu perangkat, memperkuat posisi Chromebook di pasar PC, sekaligus memberikan peluang kepada pengembang aplikasi Android untuk memanfaatkan lingkungan desktop. Pengembangan ini juga sejalan dengan tren perangkat yang semakin mengadopsi fitur mobile dan PC secara bersamaan.
Dengan segala indikasi tersebut, perkembangan Aluminium OS penting untuk terus diikuti. Perpaduan kekuatan Android dan ChromeOS yang dihadirkan oleh Google ini berpotensi membawa perubahan signifikan pada ekosistem perangkat PC berbasis OS Android dalam waktu dekat. Pihak pengguna, pengembang, dan pengamat teknologi disarankan menantikan informasi resmi dari Google di acara pengumuman berikutnya.
