Apple melakukan penurunan harga besar-besaran untuk iPhone Air di beberapa platform e-commerce China dan Indonesia. Diskon ini menjadi respons terhadap penjualan yang tidak sesuai ekspektasi setelah peluncuran produk tersebut.
Di China, harga iPhone Air model 256GB dipangkas sebesar 2.000 yuan atau sekitar Rp 4,8 juta. Penawaran ini membawa harga menjadi 5.499 yuan (Rp 13,2 juta) setelah subsidi nasional, turun lebih dari 30% dari harga asli yang sebelumnya 7.999 yuan (Rp 19,2 juta). Penurunan harga ini merupakan langkah signifikan dari Apple, yang biasanya jarang memangkas harga produk mereka dalam waktu singkat.
Penurunan harga disinyalir sebagai upaya mengatasi tingkat penjualan yang lebih rendah dari perkiraan. Menurut data IDC, penjualan global iPhone Air hanya mencapai sepertiga dari target Apple. Salah satu penyebabnya adalah harga awal iPhone Air yang sangat dekat dengan seri iPhone 17 Pro, namun dengan fitur yang lebih terbatas seperti kamera dan speaker tunggal serta kapasitas baterai lebih kecil.
Penurunan harga ini ternyata efektif meningkatkan penjualan. Di platform JD.com, stok iPhone Air 256GB ludes terjual dan status produk berubah menjadi "sedang dipesan" dengan waktu pengiriman diundur sampai Februari. Sementara di toko resmi Apple di Tmall, stok masih tersedia dengan estimasi pengiriman sekitar enam hari.
Harga iPhone Air di Indonesia Turun Signifikan
Di Indonesia, distributor resmi iBox juga mencatat penurunan harga yang cukup besar. Berikut rincian harga iPhone Air per varian:
- iPhone Air 256GB – Rp 17.999.000 (sebelumnya Rp 21.249.000)
- iPhone Air 512GB – Rp 22.749.000 (sebelumnya Rp 25.999.000)
- iPhone Air 1TB – Rp 26.999.000 (sebelumnya Rp 30.249.000)
Penurunan harga ini merupakan salah satu upaya Apple menjaga daya saing produk di pasar yang sangat kompetitif. Dengan harga yang lebih terjangkau, iPhone Air diharapkan mampu menarik kembali minat konsumen dan memperbaiki penjualan yang sempat lesu di awal peluncuran.
Kebijakan harga baru ini mencerminkan strategi Apple yang fleksibel agar bisa bersaing di pasar yang semakin ketat. Meski fitur iPhone Air terbilang minimalis dibandingkan seri Pro, potongan harga yang signifikan membuat produk ini lebih menarik di mata konsumen Asia, terutama di China dan Indonesia.
Penurunan harga serta respon cepat dari Apple ini menjadi pelajaran penting tentang dinamika pasar ponsel pintar. Produsen harus peka terhadap kebutuhan dan daya beli konsumen serta kemampuan perangkat bersaing secara fitur dan harga. Di tengah ketatnya pasar smartphone, harga tetap menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan produk.
Langkah Apple di sini menunjukkan bahwa determinasi perusahaan untuk menjaga momentum penjualan sekaligus menyesuaikan dengan kondisi pasar sangat krusial. Penjualan iPhone Air yang langsung ludes usai diskon membuktikan bahwa harga yang kompetitif mampu mengembalikan daya tarik sebuah produk teknologi premium.







