Nokia dikenal sebagai ikon ponsel di dunia dengan produk yang pernah sangat populer dan tangguh. Namun, perjalanan Nokia tidak selalu mulus, hingga akhirnya bisnis smartphone-nya resmi dihentikan oleh pemilik saat ini, HMD Global.
Perusahaan asal Finlandia ini berdiri pada tahun 1865 sebagai pabrik pengolahan bubur kertas. Nama Nokia diambil dari Sungai Nokianvirta yang berlokasi dekat pabrik awalnya. Seiring waktu, bisnis perusahaan berkembang ke sektor karet dan kabel. Pada 1960-an, Nokia mulai mengembangkan divisi elektronik, terutama di bidang perangkat telekomunikasi.
Masuk ke era 1980-an, Nokia melakukan transformasi besar dengan fokus pada industri telekomunikasi. Pada 1982, Nokia memperkenalkan Mobira Senator, ponsel mobil pertama mereka yang berukuran besar. Ini menandai langkah awal mereka di pasar ponsel. Puncak kejayaan Nokia terjadi pada 1990-an sampai awal 2000-an.
Pada 1992, Nokia meluncurkan Nokia 1011, ponsel GSM pertama yang diproduksi secara massal. Selama dekade ini, Nokia menjadi pemain dominan dengan produk-produk ikonik seperti Nokia 3310 dan Nokia 1100 yang dikenal sangat tahan lama. Pada masa puncaknya, Nokia menguasai lebih dari 40% pangsa pasar global dengan slogan “Connecting People”.
Memasuki akhir 2000-an, Nokia mulai mengalami tantangan besar. Persaingan ketat dari Apple dan Samsung yang menghadirkan smartphone dengan sistem operasi lebih canggih membuat posisi Nokia terancam. Kesalahan strategi Nokia adalah tidak beralih ke Android dan tetap mengandalkan sistem operasi Symbian yang mulai usang.
Pada 2011, Nokia berkolaborasi dengan Microsoft untuk menggunakan Windows Phone sebagai sistem operasi ponsel mereka. Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Pada 2014, Nokia akhirnya menjual divisi ponselnya ke Microsoft dengan nilai 7,2 miliar dolar AS.
Setelah penjualan tersebut, Nokia keluar dari bisnis ponsel dan mengalihkan fokus ke teknologi jaringan. Pada 2016, Nokia mengakuisisi Alcatel-Lucent untuk memperkuat posisinya di sektor infrastruktur telekomunikasi dunia. Pengembangan ini menjadikan Nokia sebagai pemain utama dalam teknologi jaringan pada era modern.
Baru-baru ini, HMD Global yang memiliki hak untuk memproduksi ponsel bermerek Nokia menghapus seluruh smartphone Nokia dari situs resmi. Produk lama kini digantikan dengan merek mereka sendiri. Ini menandai berakhirnya era smartphone Nokia yang pernah jadi ikon dunia.
Perjalanan Nokia dari perusahaan pengolahan kertas hingga raksasa ponsel dan akhirnya ke teknologi jaringan mencerminkan dinamika industri telekomunikasi global. Keputusan bisnis yang diambil Nokia selama beberapa dekade membawa mereka pada fase transformasi dan perubahan yang besar dalam pasar teknologi.
Berikut ringkasan perjalanan penting Nokia dalam satu tabel:
| Periode | Peristiwa Penting |
|———————|—————————————————-|
| 1865 – 1970-an | Didirikan, bisnis kertas, karet, dan kabel |
| 1980-an – 2000-an | Fokus telekomunikasi, peluncuran ponsel GSM |
| 2008 – 2014 | Persaingan sengit, kerjasama Windows Phone, dijual |
| 2014 – sekarang | Fokus teknologi jaringan, akuisisi Alcatel-Lucent |
| Tahun Terbaru | HMD Global hentikan ponsel bermerek Nokia |
Perubahan strategi dan inovasi pada setiap tahap berjalan seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dunia. Nokia tetap diingat sebagai merek legendaris yang pernah menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia. Meski kini ponsel Nokia berakhir, warisannya masih menjadi bagian penting dalam sejarah teknologi.
