
Fujifilm resmi menghadirkan dua produk terbaru di pasar Indonesia, yaitu kamera instax mini Evo Cinema dan printer instax mini Link+. Kedua produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang ingin menggabungkan kreativitas analog dan digital dengan cara yang mudah dan praktis.
Kamera instax mini Evo Cinema menawarkan fungsi 3-in-1 yang unik. Kamu bisa menangkap gambar, merekam video pendek berdurasi maksimal 15 detik, dan mencetak foto langsung dari perangkat. Menariknya, hasil cetak foto juga bisa dilengkapi kode QR yang ketika dipindai memungkinkan akses ke video terkait.
Desain instax mini Evo Cinema terinspirasi dari kamera FUJICA Single-8 keluaran tahun 1965. Di bodi kamera terdapat Eras Dial yang menyediakan 10 pilihan efek visual dari berbagai era, dan intensitasnya bisa disesuaikan sehingga menghasilkan hingga 100 kombinasi efek. Fitur ini menambah nilai artistik sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi penggunanya.
Spesifikasi teknis kamera ini cukup mumpuni dengan sensor CMOS 1/5 inci, lensa f/2.0, dan resolusi gambar sampai 5MP. Kamera juga dilengkapi face recognition autofocus untuk mempermudah pengambilan gambar fokus. Video direkam dengan resolusi 1080×1440 piksel pada 24 frame per detik. Konektivitasnya sudah lengkap dengan Bluetooth 5.4, Wi-Fi 2.4GHz, serta pengisian daya melalui USB-C.
Sementara itu, printer instax mini Link+ hadir sebagai model premium dengan desain lebih gelap dan fitur cetak yang beragam. Printer ini bisa menghasilkan cetakan melalui dua mode yaitu Design Print untuk gambar dengan detail tajam dan Simple Print yang fokus pada gradasi halus. Printer juga kompatibel dengan aplikasi smartphone yang memungkinkan pencetakan foto dari galeri maupun konten Pinterest.
Aplikasi mini Link+ juga menawarkan fitur Simulation yang membantu pengguna memvisualisasikan hasil cetak dalam bingkai atau di dinding sebelum mencetak. Ini fitur praktis untuk memastikan hasil cetak sesuai harapan tanpa perlu percobaan berkali-kali.
Dari sisi harga, Fujifilm membanderol instax mini Evo Cinema dengan harga Rp6,249 juta dan sudah tersedia di Official Store Fujifilm Indonesia. Printer instax mini Link+ dijual seharga Rp2,299 juta dalam masa pre-order. Kedua produk ini bisa langsung dicoba di pameran khusus yang sedang berlangsung di mall Kota Kasablanka, Jakarta hingga 8 Februari 2026.
Berbeda dari kamera instax standar, instax mini Evo Cinema menawarkan integrasi yang lebih kuat dengan smartphone. Hal ini memungkinkan fleksibilitas lebih dalam berkreasi lewat foto maupun video pendek, dan fitur cetak instan yang sudah menjadi identitas produk Fujifilm. Dengan kombinasi ini, pengguna dapat memaksimalkan kreativitas mereka dalam bentuk analog dan digital.
Kehadiran kamera dan printer terbaru ini memperkuat posisi Fujifilm sebagai pelopor dalam fotografi instan yang terus berinovasi. Menurut Masato Yamamoto, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, instax mini Evo Cinema dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengalaman fotografi yang praktis namun komprehensif. Sementara mini Link+ hadir untuk mendukung semangat “maximize maximalism” dalam mencetak bukan hanya foto, tapi juga beragam ilustrasi dan konten visual lainnya.
Fujifilm mengundang publik untuk mencoba secara langsung dua produk terbaru ini agar merasakan pengalaman fotografi dan cetak instan yang berbeda. Melalui perpaduan teknologi modern dan desain retro, Fujifilm instax mini Evo Cinema serta mini Link+ membawa era baru dalam dunia instan fotografi di Indonesia.





