Fujifilm Indonesia memperkenalkan dua perangkat baru yang menggabungkan konsep fotografi instan modern, yakni Instax Mini Evo Cinema dan Instax Mini Link+. Peluncuran resmi diadakan di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, dengan tujuan memperluas kreativitas penggunanya menggunakan teknologi digital dan analog klasik sekaligus.
Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto, menegaskan bahwa Instax Mini Evo Cinema dihadirkan untuk membuka peluang eksplorasi visual dengan sentuhan sinematik dan nostalgia era kamera film. Sementara itu, Instax Mini Link+ dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi muda dalam berekspresi melalui pencetakan foto dan ilustrasi dengan kualitas lebih tajam.
Instax Mini Evo Cinema: Kamera Hybrid dengan Fungsi Cetak Foto dan Video
Instax Mini Evo Cinema tampil sebagai kamera hybrid 3-in-1, yang tidak hanya mampu mengambil foto instan, tetapi juga merekam video. Hasil foto dan video dapat langsung dicetak pada film Instax, termasuk mencetak video melalui QR code yang memudahkan pemutaran ulang lewat aplikasi Instax.
Kamera ini memiliki fitur Eras Dial dengan 10 filter efek visual khas era sinema, termasuk nuansa kamera 8mm. Setiap efek bisa disesuaikan dalam 10 tingkat intensitas, memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengeksplorasi karakter gambar. Desain bodi yang mengadopsi gaya vertical grip ala kamera FUJICA Single-8 menambah kesan vintage yang kuat.
Pengguna juga dapat memeriksa hasil jepretan melalui layar LCD belakang sebelum mencetak, sehingga proses kreatif menjadi lebih personal dan efisien. Selain itu, Instax Mini Evo Cinema mendukung pencetakan langsung dari smartphone dengan aplikasi Instax Mini Evo, memungkinkan pencetakan foto tanpa harus menggunakan kamera.
Instax Mini Link+: Printer Smartphone dengan Fitur Cetak Premium
Fujifilm kembali menghadirkan Instax Mini Link+ sebagai printer foto untuk smartphone yang dilengkapi beragam mode cetak. Mode Design Print memungkinkan pencetakan teks dan pola visual dengan ketajaman tinggi, sebuah fitur yang membedakannya dari seri sebelumnya. Adapun mode Simple Print menghasilkan gradasi warna lembut agar foto dan ilustrasi terlihat lebih hidup.
Instax Mini Link+ terintegrasi penuh dengan aplikasi Instax yang mampu mengakses galeri foto smartphone serta Pinterest. Aplikasi ini menyediakan kemudahan impor konten dan penyesuaian bingkai Instax. Pengguna juga dapat melihat simulasi hasil cetak (preview) sebelum mencetak untuk memastikan tampilan sesuai keinginan.
Menariknya, aplikasi Instax juga mendapat pembaruan pada fitur baru yang berlaku untuk Instax Mini Link model lama, kecuali mode Design Print yang eksklusif bagi Instax Mini Link+.
Informasi Harga dan Ketersediaan
Fujifilm mematok harga Instax Mini Evo Cinema di angka Rp 6.249.000. Sedangkan Instax Mini Link+ ditawarkan dengan harga Rp 2.299.000. Saat ini kedua perangkat tersebut memasuki masa pre-order dengan pengumuman ketersediaan secara resmi yang akan diinformasikan lebih lanjut.
Perangkat ini nantinya dapat diperoleh melalui Official Store Fujifilm Indonesia serta jaringan retail resmi di seluruh Indonesia. Untuk mengenalkan produk baru ini secara interaktif, Fujifilm juga menggelar Creative House of Instax, sebuah pameran yang menampilkan instalasi visual dan pengalaman langsung menggunakan Instax Mini Evo Cinema dan Instax Mini Link+.
Pameran berlangsung selama 12 hari di Kota Kasablanka Food Society, memberikan kesempatan bagi pecinta fotografi instan untuk mencoba dan merasakan inovasi terbaru dari Fujifilm.
Dengan kombinasi teknologi digital dan analognya, kedua produk ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman fotografi yang unik dan kreatif bagi para pengguna, menyatukan daya tarik klasik dan kemudahan modern.




