CATL Mulai Uji Baterai Ion Natrium Tahan Api untuk Mobil Penumpang dengan Performa Dingin Optimal

CATL kini menguji baterai ion natrium tahan api pada kendaraan penumpang. Setelah berhasil memasarkan baterai ini di kendaraan komersial, perusahaan tersebut melanjutkan pengembangan untuk mobil penumpang dengan merek baterai Naxtra. Pengujian awal dilakukan pada model Oshan milik Changan, sedangkan GAC dan JAC telah dijadwalkan mengikuti uji coba di kemudian hari.

Salah satu alasan utama pengujian difokuskan pada musim dingin adalah keunggulan baterai ion natrium dalam performa di suhu ekstrem rendah. Dibandingkan baterai lithium-ion, yang sering mengalami kendala dalam cuaca dingin, baterai ion natrium menunjukkan hasil lebih stabil dan efektif.

Keunggulan Performa dan Daya Tahan

CATL mengklaim baterainya memiliki densitas energi sebesar 175Wh/kg. Dalam pengujian, baterai ini mampu mendukung jarak tempuh hybrid lebih dari 200 km dan jarak tempuh murni listrik melebihi 500 km. Selain itu, kecepatan pengisian mencapai 5C, yang berarti baterai dapat terisi dengan sangat cepat, serta diperkirakan dapat menjalani hingga 10.000 siklus pengisian.

Dalam pengujian di suhu -30°C, baterai ion natrium dapat mengisi daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 menit. Bahkan pada kapasitas daya rendah yaitu 10 persen, kendaraan tetap mampu mempertahankan kecepatan di jalan tol sekitar 120 km/jam. Ini menandakan baterai ini sangat andal bagi pengendara yang tinggal di daerah bersuhu dingin ekstrim.

Fokus pada Keamanan Tahan Api

Aspek keamanan menjadi keunggulan signifikan dari baterai ion natrium CATL. Produk ini telah melalui berbagai pengujian ketat termasuk penetrasi jarum, pengeboran listrik, ekstrusi, até penyayatan baterai tanpa menimbulkan kebakaran atau ledakan.

Regulasi nasional baru di Tiongkok turut mengadopsi standar keamanan yang lebih ketat, meliputi penyebaran panas, dampak bawah kendaraan, serta ketahanan pengisian cepat. Baterai Naxtra berhasil melewati sertifikasi tersebut pada September lalu. Verifikasi independen oleh China Automotive Technology and Research Center (CATARC) juga menguatkan klaim keamanan dari tingkat sel baterai hingga paket baterai utuh.

Dampak terhadap Industri dan Lingkungan

Penggunaan baterai ion natrium dipandang dapat mengurangi ketergantungan terhadap lithium yang semakin langka dan mahal. Hal ini berpotensi menekan biaya produksi kendaraan listrik serta mendorong keberlanjutan sumber daya. Selain itu, ketahanan baterai hingga puluhan ribu siklus pemakaian dan performa optimal pada suhu ekstrem mendukung adopsi luas dalam berbagai model mobil penumpang.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait baterai ion natrium CATL:

  1. Densitas energi: 175Wh/kg
  2. Jarak tempuh hybrid: >200 km
  3. Jarak tempuh listrik murni: >500 km
  4. Pengisian cepat: 5C (super-fast charging)
  5. Siklus pengisian: sampai 10.000 kali
  6. Tahan api dan ledakan dalam pengujian ekstrem
  7. Performa andal di suhu -30°C
  8. Telah memperoleh sertifikasi keamanan nasional Tiongkok

CATL terus melakukan pengujian nyata dengan berbagai produsen mobil guna mengintegrasikan baterai ion natrium ke dalam kendaraan penumpang. Perkembangan ini menjanjikan inovasi dalam teknologi baterai yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan. Langkah tersebut dapat mempercepat transisi menuju kendaraan listrik yang lebih terjangkau dan dapat diandalkan di beragam kondisi iklim dan geografis.

Berita Terkait

Back to top button