Penjualan iPhone 17 yang sangat kuat membuat Apple tampaknya tidak terlalu memperhatikan permintaan iPhone Air yang rendah. Sebuah survei terbaru dari Consumer Intelligence Research Partners mengungkapkan bahwa hanya 6% pembeli iPhone di AS pada kuartal keempat memilih iPhone Air. Sebaliknya, iPhone 17 model standar dan versi Pro serta Pro Max mendominasi pilihan konsumen dengan persentase masing-masing 22%, 25%, dan 27%.
Penjualan ini menunjukkan bahwa iPhone Air memang tidak mendapatkan banyak perhatian, tetapi apakah hal itu berarti kegagalan komersial? Tidak bisa dipastikan tanpa mengetahui ekspektasi Apple terkait model ini. Data menunjukkan bahwa Apple justru berhasil meningkatkan jumlah penjualan smartphone secara keseluruhan dengan angka pengiriman mencapai 81,3 juta unit dan pangsa pasar global sebesar 24,2%.
Strategi Produk Apple dalam Menyesuaikan Permintaan
Apple memang merilis beberapa model iPhone sekaligus, seperti iPhone 16e, iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max. Dalam skenario seperti ini, tidak semua model akan mendapat perhatian sama. Banyak konsumen memilih satu model yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.
Perbandingan ini mirip seperti dalam olahraga tim, di mana tidak semua pemain harus menjadi bintang untuk memenangkan pertandingan. Dalam hal ini, iPhone Air berperan sebagai "pemain pendukung". Keberhasilan Apple justru diukur dari keseluruhan penjualan dan kemampuan mereka untuk mengarahkan konsumen memilih model iPhone yang lebih mahal, seperti Pro dan Pro Max.
Berikut adalah ringkasan pasar iPhone Q4 menurut survei Consumer Intelligence Research Partners:
- iPhone 17 seharga $799: 22% pembeli
- iPhone Air seharga $999: 6% pembeli
- iPhone 17 Pro seharga $1,099: 25% pembeli
- iPhone 17 Pro Max seharga $1,199: 27% pembeli
Lebih dari setengah pembeli (52%) memilih model iPhone dengan harga lebih tinggi dari model dasar. Ini sebenarnya menjadi keuntungan besar bagi Apple karena margin keuntungan dari model Pro dan Pro Max biasanya lebih tinggi. Apalagi pertumbuhan pengiriman iPhone sebesar 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya juga mendukung kesuksesan strategi ini.
Konteks Model Air dalam Strategi Portofolio Smartphone
Apple tentu memiliki perhitungan tersendiri dalam menentukan model dan volume produksi iPhone Air. Biaya pengembangan, target penjualan, dan kaitannya dengan rencana produk masa depan seperti iPhone Fold kemungkinan besar sudah diperhitungkan matang. Jadi, meski angka penjualan iPhone Air tidak besar, belum tentu ini sebuah kegagalan.
Hal ini bukan hanya terjadi pada Apple saja. Samsung dan Google juga menawarkan berbagai varian ponsel berbeda dengan rentang harga yang luas untuk mencakup kebutuhan pasar yang beragam. Contoh Samsung dengan seri Galaxy S25 dan Galaxy Z Fold 7 menunjukkan bagaimana merek memberikan opsi lebih murah dan lebih mahal secara bersamaan, sehingga mereka menangkap berbagai segmen konsumen sekaligus.
Misalnya, Galaxy S25 Ultra yang dipatok di harga $1,299 tetap menjadi pilihan utama, sementara varian Plus di harga $999 menawarkan opsi yang lebih terjangkau. Di saat yang sama, seri lipat Galaxy Z Fold 7 hadir sebagai opsi premium dengan harga yang jauh lebih tinggi, tanpa menghilangkan nilai penjualan dari model standar.
Bagaimana Apple Melihat Masa Depan iPhone Air?
Banyak spekulasi menyebut bahwa iPhone Air generasi kedua bisa dibatalkan. Namun, ini bukan berarti iPhone Air gagal total. Model-model lain dari Apple, seperti iPhone mini dan Plus, juga pernah dihentikan tetapi tidak dianggap sebagai kegagalan besar karena fokus Apple adalah pada keseluruhan produk dan strategi keuntungan.
Penjualan yang meningkat dengan harga rata-rata yang lebih tinggi justru menunjukkan Apple berhasil dalam menawarkan "tangga harga" yang mendorong konsumen memilih model yang lebih mahal. Banyak orang lupa bahwa keberhasilan sebuah brand tidak hanya diukur dari satu produk saja, melainkan keseluruhan ekosistem produk dan dampaknya terhadap pasar global.
Ringkasan dan Implikasi dari Penjualan iPhone 17 dan iPhone Air
- iPhone 17 dan model Pro serta Pro Max mendominasi penjualan dengan lebih dari 70% market share iPhone baru.
- iPhone Air hanya diminati oleh 6% pembeli, tetapi tetap merupakan bagian dari portofolio produk Apple.
- Apple berhasil meningkatkan volume penjualan smartphone secara global sekaligus menggeser konsumen ke produk dengan harga lebih tinggi.
- Strategi "lineup" model berbagai harga memungkinkan Apple menjangkau lebih banyak segmen pasar dengan optimal.
- Pembatalan model lanjutan iPhone Air bukan indikasi kegagalan model pertama, tetapi bagian dari penyesuaian strategi.
Data ini mengindikasikan bahwa Apple tidak perlu khawatir dengan rendahnya permintaan iPhone Air saat ini. Fokusnya adalah memperkuat penjualan iPhone secara keseluruhan, terutama model premium yang memberikan margin keuntungan terbesar. Apabila Apple mampu terus menguasai pangsa pasar smartphone global seperti saat ini, maka meskipun ada model yang kurang diminati, perusahaan tetap unggul secara bisnis.
Ke depannya, keberadaan iPhone Air akan lebih dilihat sebagai strategi pengenalan terhadap konsep yang mungkin akan berkembang, seperti iPhone Fold. Apple memastikan portofolio produknya tetap relevan dan mendukung ekosistem lebih luas tanpa harus menyamakan tingkat sukses setiap model. Jadi, rendahnya penjualan iPhone Air bukan pertanda kehancuran, melainkan bagian dari permainan bisnis besar Apple.





