
Baru-baru ini, pengujian terbaru mengungkapkan bahwa Intel Arc B390, yaitu GPU terintegrasi dalam prosesor Intel Panther Lake, mampu menampilkan performa lebih cepat dibandingkan Xbox Series S saat menjalankan game Alan Wake 2. Digital Foundry melakukan serangkaian tes perbandingan dengan menguji kedua platform tersebut menggunakan kondisi grafis yang setara. Hasilnya menunjukkan bahwa Arc B390 menghasilkan frame per second (FPS) yang lebih tinggi pada resolusi dan pengaturan grafis yang serupa.
Intel Arc B390 sendiri merupakan GPU terintegrasi yang memakai arsitektur Xe3 terbaru. Hal ini cukup mengejutkan karena Xbox Series S merupakan konsol khusus yang dirancang untuk kinerja tinggi, namun dalam uji coba tersebut, Arc B390 mampu mengungguli dengan kemampuan yang kompetitif meskipun hanya menggunakan daya 35W hingga 45W. Angka FPS yang dicapai Arc B390 bahkan lebih tinggi sekitar 3,9 persen dibandingkan Xbox Series S.
Detail Pengujian Performa Intel Arc B390 vs Xbox Series S
Digital Foundry mengatur pengujian dengan menggunakan game Alan Wake 2 yang dikenal sangat menuntut hardware. Kunci keberhasilan uji coba ini adalah penggunaan pengaturan grafis versi tweak Low Settings pada PC dengan Arc B390, yang mendekati versi Xbox Series S secara visual dan fitur. Berikut adalah konfigurasi penting untuk Intel Arc B390 saat pengujian:
- Resolusi 1440p
- Pengaturan grafis tweak Low
- Fitur FSR 2 Balanced aktif
- Konsumsi daya antara 35W dan 45W
- V-Sync dibatasi
Sedangkan Xbox Series S menjalankan game tersebut pada resolusi yang sama, yaitu 1440p, dengan pengaturan grafis lebih rendah dari Low Settings standar PC dan juga menggunakan FSR 2 Balanced. Pada kondisi ini, Xbox Series S menghasilkan frame rate rata-rata sekitar 26 FPS.
Sementara Intel Arc B390 mampu mencapai 27 FPS pada konsumsi daya 35W dan meningkat menjadi 28 FPS pada 45W. Richard Leadbetter, pendiri Digital Foundry, bahkan menyampaikan bahwa rata-rata FPS sebesar 28,5 pada Arc B390 sedikit lebih tinggi 3,9 persen dibandingkan performa di Xbox Series S. Namun, keduanya belum mampu mencapai 30 FPS yang stabil pada pengaturan tersebut.
Arsitektur yang Membawa Perbedaan
Perbedaan performa ini berasal dari teknologi dan arsitektur yang digunakan masing-masing perangkat. Intel Arc B390 menggunakan Xe3 architecture yang merupakan teknologi grafis terbaru. Sebaliknya, Xbox Series S memakai arsitektur RDNA 2 hasil custom dari AMD yang sudah berusia hampir enam tahun. Keunggulan arsitektur Xe3 yang lebih modern memungkinkan Arc B390 memberikan hasil performa yang optimal walaupun sebagai GPU terintegrasi.
Selain itu, Arc B390 juga mendukung teknologi terbaru seperti XeSS 3 (Intel’s AI-driven super sampling) dan Multi-Frame Generation (MFG) yang meningkatkan efisiensi rendering gambar. Kedua teknologi ini membantu Arc B390 mengimbangi atau bahkan melampaui kemampuan GPU diskrit lama yang digunakan pada konsol.
Implikasi Perkembangan iGPU di Dunia Gaming
Hasil pengujian ini menjadi tanda penting bagi perkembangan GPU terintegrasi dalam dunia gaming. Di masa lalu, iGPU selalu dipandang sebagai solusi grafis rendah yang hanya cukup untuk penggunaan sehari-hari atau game ringan. Namun, dengan hadirnya Arc B390 dan arsitektur Xe3, batasan tersebut semakin terbuka.
Bagi gamer dan pengguna PC yang mencari performa memadai tanpa harus membeli GPU diskrit yang mahal, Intel Arc B390 memberikan pilihan baru. Terlebih lagi, kemampuan menjalankan game berat seperti Alan Wake 2 pada resolusi 1440p menunjukkan potensi besar iGPU ini dalam menghadapi tuntutan game modern. Ini juga berarti prosesor dengan Arc B390 dapat menjadi alternatif hemat daya dan efisien tanpa harus mengorbankan pengalaman gaming.
Faktor yang Perlu Diperhatikan
Meskipun performa Arc B390 menjanjikan, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Pertama, hasil testing menggunakan pengaturan tweak Low yang mendekati versi Xbox Series S, bukan persis identik. Perbedaan fitur tuning di konsol dan PC membuat perbandingan tidak 100 persen seragam. Selain itu, Xbox Series S menjalankan sistem operasi konsol khusus dengan optimasi game terkait, sedangkan PC lebih fleksibel namun juga lebih kompleks dalam pengaturan.
Kedua, konsumsi daya CPU dan GPU dalam pengujian tetap sangat penting. Arc B390 diuji pada batas 35W hingga 45W, yang berarti dalam kenyataannya pengguna harus memperhatikan konfigurasi cooling dan TDP prosesor untuk mengoptimalkan performa.
Ketiga, pengujian ini juga menggambarkan seberapa cepat teknologi grafis terintegrasi berkembang dan dapat mengimbangi perangkat keras konsol yang sudah mapan, membuka kesempatan baru untuk perangkat gaming portabel atau mini PC.
Dengan semakin majunya teknologi iGPU seperti Intel Arc B390, masa depan gaming PC dengan perangkat ringkas dan hemat daya semakin cerah. Hal ini semakin menegaskan bahwa inovasi arsitektur grafis baru mampu menghadirkan pengalaman gaming setara konsol dalam form factor yang lebih kecil dan efisien. Pengguna kini dapat menantikan lebih banyak peningkatan performa dari seri Arc terbaru Intel dan adaptasi game yang lebih optimal untuk platform tersebut.





