
POCO Indonesia resmi memperkenalkan seri F8 dengan dua varian, yakni POCO F8 Pro dan POCO F8 Ultra. Namun, kehadiran POCO F8 versi reguler tidak jadi direalisasikan. Keputusan ini muncul dari strategi baru yang mengarahkan fokus POCO ke segmen premium.
Saat peluncuran yang berlangsung awal Februari 2026, POCO mengonfirmasi bahwa F8 reguler tidak akan dirilis. Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia, menyatakan bahwa tahun ini brand ingin lebih berani menjajal pasar flagship premium. Hal ini berarti POCO menggeser tujuan dari model “flagship killer” ke produk dengan kualitas dan harga lebih tinggi.
POCO F8 Ultra dibanderol dengan harga lebih dari Rp11 juta, menawarkan spesifikasi canggih dan fitur eksklusif. Meskipun demikian, banderol tersebut masih kompetitif jika dibandingkan produk sekelas, seperti iQOO 15. POCO bahkan menghadirkan kapasitas memori dua kali lebih besar latar belakang kenaikan harga komponen.
Keputusan menghilangkan varian reguler F8 ini berakar pada pengalaman sebelumnya. Sebelumnya, POCO F Series versi reguler selalu mendapat perhatian besar, seperti POCO F6 yang mengalami stok terbatas dan F7 yang terkenal sebagai opsi harga terjangkau. Namun POCO memilih untuk mengalihkan perhatian ke segmen lebih premium.
Sebagai alasan utama strategi ini, Novita menyampaikan bahwa tahun lalu POCO telah coba menghadirkan F7 Ultra sebagai uji coba masuk ke kelas premium. Keberhasilan ini menjadi dasar POCO untuk berani menjajal lebih dalam segmen kelas atas dengan F8 Series. “Kami tidak takut mencoba pasar yang lebih luas,” ujarnya.
POCO berkomitmen menghadirkan produk “true flagship” yang tidak hanya unggul dari performa, tetapi juga dari aspek lain seperti kualitas layar dan audio. Contohnya, POCO F8 Series mengusung layar HyperRGB dan speaker yang telah ditingkatkan bersama Bose. Bahkan F8 Ultra mendapat tambahan woofer untuk pengalaman multimedia dan gaming lebih imersif.
Terkait kekosongan segmen harga yang sebelumnya diisi oleh varian F8 reguler, POCO memastikan tidak meninggalkan segmen tersebut. Novi menegaskan bahwa lini produk POCO lain seperti F Series, X Series, M Series, dan C Series akan mengisi kebutuhan konsumen di berbagai segmen harga.
Berdasarkan harga dan spesifikasi sebelumnya, sangat mungkin lini POCO X Series akan menggantikan posisi varian reguler dari F Series. POCO X Series memiliki segmen harga yang berdekatan dan menawarkan opsi chipset superior. Misalnya, POCO X7 Pro tahun lalu dipasarkan dengan harga Rp4,999 juta, sementara POCO F7 reguler sekitar Rp5,999 juta.
Dengan melanjutkan pengembangan X Series ke generasi terbaru, POCO bisa memberikan alternatif pilihan bagi konsumen yang mencari ponsel dengan performa optimal di harga menengah. Ini menjadi strategi untuk merangkul segmen pasar yang beragam sekaligus menjaga fokus flagship pada lini F8 Pro dan Ultra.
Selain itu, fitur unggulan POCO F8 Series seperti layar HyperRGB dan sistem audio Bose, terutama tipe Ultra dengan woofer bodi belakang, menegaskan bahwa POCO memang ingin menempatkan lini ini sebagai produk mewah premium. Fitur tersebut memberikan pengalaman multimedia tanpa perlu aksesori tambahan seperti earphone.
Dengan menggandeng segmen premium, POCO berusaha memberikan proposisi nilai baru untuk konsumen yang menginginkan kualitas flagship sejati. Meski tidak ada POCO F8 reguler, jajaran produk lainnya dipastikan tetap tersedia bagi beragam kebutuhan pengguna dengan harga dan fitur berbeda.
Langkah ini juga mencerminkan penyesuaian POCO terhadap kondisi pasar dan tren harga komponen yang naik. Fokus pada premium market sekaligus menjaga lini mid-range lewat produk lain menjadi solusi yang dapat menjaga daya saing merek di Indonesia.
POCO Indonesia memperlihatkan keberanian dan inovasi dalam strategi produk dengan menghilangkan varian reguler dari F8 dan memilih mengutamakan kelas flagship. Ini sekaligus membuka peluang bagi lini lain untuk mengisi berbagai tingkat segmen pasar secara lebih terstruktur. Konsumen pun tetap memiliki banyak pilihan varian smartphone sesuai kebutuhan dan anggaran.





