Samsung Tingkatkan Produksi DRAM hingga 20% untuk Dukung Permintaan AI yang Pesat

Author: Qoo Media

Samsung tengah melakukan ekspansi besar-besaran dalam kapasitas produksi DRAM. Langkah ini bertujuan untuk menjawab lonjakan permintaan memori yang dipicu oleh perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan asal Korea Selatan ini meningkatkan kapasitas pabrik Pyeongtaek Plant 4 hingga mampu memproduksi 120.000 wafer per bulan. Produksi ini dikhususkan untuk DRAM generasi keenam kelas 10nm (1c) yang digunakan dalam server dan akselerator AI dari produsen seperti NVIDIA dan AMD.

Percepatan Produksi DRAM untuk AI

Menurut laporan dari situs Korea Hankyung, Samsung fokus pada mass production HBM4 (High Bandwidth Memory). Teknologi ini menjadi komponen kunci bagi AI server yang membutuhkan bandwidth sangat tinggi dan latensi rendah.

Pengembangan ini merupakan respons langsung terhadap fenomena super cycle di pasar memori. Harga DRAM server yang sudah melonjak dua kali lipat sejak awal tahun lalu menjadi sinyal bahwa permintaan kapasitas penyimpanan kelas atas sedang meningkat tajam.

Selain itu, lini foundry S5 Samsung juga beroperasi maksimal untuk memproduksi base dies yang menjadi bagian penting dari tumpukan memori generasi terbaru ini. Hal ini menandai transformasi teknis yang signifikan dalam arsitektur 1c DRAM yang kini memenuhi standar ketat NVIDIA.

Dampak Terhadap Pasar Smartphone

Ekspansi kapasitas bukan hanya bermanfaat untuk server, tetapi juga berpotensi memengaruhi teknologi RAM di perangkat smartphone. Samsung berencana memakai proses produksi yang sama dari lini Hwaseong untuk dipakai pada memori mobile umum.

Implementasi DRAM 1c di segmen smartphone kemungkinan besar akan terlihat pada model Galaxy S27. Pengguna dapat mengharapkan RAM yang lebih cepat dengan konsumsi daya yang lebih rendah, meningkatkan performa keseluruhan tanpa mengorbankan efisiensi baterai.

Namun, efek pada harga RAM di pasar smartphone tidak akan langsung terasa signifikan. Peningkatan kapasitas ini lebih berfungsi untuk menstabilkan pasokan agar tidak terjadi lonjakan harga seperti yang dialami pasar server.

Strategi Samsung Hadapi Krisis RAM

Samsung dikabarkan akan menahan kenaikan harga produk smartphone meskipun terjadi peningkatan biaya produksi RAM. Hal ini untuk menjaga daya saing perangkat di tengah krisis pasokan yang selama ini dianggap sebagai masalah buatan di industri.

Perusahaan besar termasuk Samsung dan Micron mulai mengarahkan perhatian pada memori HBM yang memiliki potensi margin keuntungan lebih tinggi. Di sisi lain, pertumbuhan kapasitas DRAM konvensional tetap dijaga agar permintaan pasar tidak semakin melambung drastis.

Fakta Penting Mengenai Ekspansi DRAM Samsung

  1. Kapasitas produksi di Pyeongtaek Plant 4 meningkat menjadi 120.000 wafer per bulan.
  2. Fokus pada produksi HBM4 generasi keenam, teknologi 10nm kelas 1c.
  3. Target utamanya adalah pasar server dan akselerator AI.
  4. Arsitektur 1c DRAM sudah disesuaikan dengan standar NVIDIA.
  5. Rencana adopsi teknologi serupa untuk RAM smartphone di seri Galaxy S27.

Percepatan ekspansi ini menegaskan sikap Samsung untuk mengambil peluang bisnis dari tren AI yang sedang booming secara global. Dengan meningkatkan kapasitas produksi DRAM, Samsung berharap dapat memenangi persaingan di pasar memori yang semakin ketat dan dinamis. Pasar AI dan smartphone diprediksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan memori dalam jangka menengah hingga panjang.

Terbaru