Kenaikan harga chip memori sejak akhir 2025 hingga awal 2026 memberikan tekanan signifikan pada pasar smartphone global. Lonjakan biaya DRAM dan LPDDR membuat produsen ponsel harus menyesuaikan strategi peluncuran dan harga produk mereka.
Menurut laporan TrendForce, harga kontrak DRAM naik puluhan persen pada kuartal pertama 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Permintaan yang kuat dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data menjadi salah satu penyebab utama kenaikan ini.
Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan memori semakin memperketat stok untuk produk elektronik konsumen, termasuk smartphone. Kondisi tersebut memberi pemasok chip kekuatan penetapan harga yang tinggi.
Sumber industri menyebutkan bahwa kenaikan harga komponen ini memengaruhi bill of materials (BoM) berbagai model ponsel. Vendor bahkan menunda peluncuran model smartphone segmen menengah dan memprioritaskan penjualan stok perangkat harga rendah.
Fokus produsen chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix kini tertuju pada memori berkecepatan tinggi untuk server AI. Hal ini berdampak pada penurunan kapasitas produksi DRAM standar untuk smartphone.
Counterpoint Research memproyeksikan pengiriman smartphone global turun sekitar dua persen pada 2026. Penurunan ini dipicu oleh biaya komponen yang makin mahal terutama pada memori, yang kini menyumbang porsi lebih besar dalam total biaya pembuatan ponsel.
Data Counterpoint menunjukkan harga komponen memori melonjak 40-50 persen pada kuartal akhir 2025. Kenaikan ini menekan margin keuntungan produsen, memaksa mereka memilih antara menyerap biaya lebih tinggi atau menaikkan harga perangkat.
Berbagai vendor mulai menekan konfigurasi memori di model baru untuk mempertahankan harga jual. Sebaliknya, segmen premium tetap mempertahankan spesifikasi lebih tinggi meski dengan komponen yang lebih mahal.
Strategi peluncuran produk pun terdampak dengan adanya ketidakpastian harga dan pasokan chip. Beberapa rencana rilis smartphone ditunda karena risiko finansial yang meningkat akibat volatilitas harga komponen.
Dinamika harga memori tidak hanya memengaruhi smartphone, tapi juga pasar komputer dan perangkat elektronik lainnya. Alokasi kapasitas chip yang diprioritaskan untuk pusat data dan AI diperkirakan tetap menjadi tren jangka menengah.
Produsen smartphone dengan jaringan pasokan kuat dapat lebih fleksibel menyerap kenaikan harga chip tanpa menaikkan harga retail secara signifikan. Namun, produsen yang margin keuntungannya tipis menghadapi tantangan besar dalam penetapan harga.
Kapasitas produksi baru dan ketersediaan DRAM serta NAND flash dari pemain utama seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron Technology akan menjadi indikator utama masa depan pasar smartphone global. Industri tetap memantau penyesuaian strategi produksi dan portofolio produk untuk menghadapi tekanan biaya komponen ini.
Berikut ringkasan faktor utama dampak kenaikan harga chip memori pada pasar smartphone 2026:
1. Harga DRAM dan LPDDR naik puluhan persen kuartal pertama 2026
2. Permintaan AI dan pusat data menjadi pendorong utama kenaikan harga
3. Produsen chip memprioritaskan memori berkecepatan tinggi untuk server
4. Bill of materials smartphone meningkat, menekan margin keuntungan
5. Peluncuran model menengah mengalami penundaan
6. Pengiriman smartphone global diperkirakan turun sekitar 2%
7. Vendor merespons dengan penyesuaian konfigurasi memori dan harga
8. Ketidakpastian pasokan dan harga chip memengaruhi strategi rilis
Tekanan biaya komponen ini menjadi tantangan baru yang harus diatasi vendor ponsel di tengah persaingan pasar global. Dampaknya tidak hanya terlihat pada harga dan spesifikasi produk, tetapi juga pada dinamika industri semikonduktor secara lebih luas di tahun 2026.
