Steam Deck OLED dan Xbox Ally X merupakan dua perangkat handheld gaming PC yang hadir dengan konsep sangat berbeda di tahun 2026. Steam Deck OLED dirancang untuk memberikan pengalaman bermain yang langsung siap pakai, layaknya konsol game yang sederhana dan intuitif. Sementara itu, Xbox Ally X menawarkan performa tinggi dan kebebasan penuh dari sistem Windows, meski harus menghadapi berbagai kerumitan yang dibawa OS tersebut.
Perbedaan mendasar terlihat dari performa, layar, pengalaman perangkat lunak, dan harganya. Steam Deck OLED menggunakan SteamOS yang membuat pengguna langsung dapat memainkan game tanpa konfigurasi rumit. Sebaliknya, Xbox Ally X memakai Windows 11 yang meskipun fleksibel, mengharuskan pengguna lebih aktif mengelola sistem dan driver.
Spesifikasi dan Harga
Steam Deck OLED mengusung layar OLED 7,4 inci dengan resolusi 1280 × 800 dan refresh rate hingga 90Hz. Xbox Ally X hadir dengan layar IPS 7 inci beresolusi Full HD 1920 × 1080 dengan refresh rate sampai 120Hz. Dari segi prosesor, Xbox Ally X menggunakan AMD Ryzen AI Z2 Extreme dengan RAM 24GB LPDDR5X, lebih kuat dibandingkan Zen 2 4 core/8 thread dan RAM 16GB LPDDR5 di Steam Deck OLED.
Harga menjadi perbedaan besar berikutnya. Steam Deck OLED dibanderol mulai $549 untuk model 512GB dan $649 untuk versi 1TB dengan kaca anti-glare. Xbox Ally X jauh lebih mahal, mencapai $1.239,99. Perbedaan harga ini sangat relevan mengingat performa Xbox lebih tinggi, tetapi dengan konsekuensi harus mengatasi kompleksitas Windows.
Layar dan Kualitas Visual
Layar OLED Steam Deck menawarkan warna lebih kaya dengan hitam murni dan kontras tajam. HDR menghadirkan pengalaman visual yang lebih hidup, apalagi dengan aspek rasio 16:10 yang memberikan layar terasa lebih luas. Sebaliknya, meski layar Xbox Ally X lebih tajam dan halus berkat refresh rate 120Hz dan resolusi 1080p, kualitas warna dan kontrasnya terasa kurang hidup. Bingkai tebal pada layar Xbox juga membuat area tampilannya terasa kurang maksimal.
Dari segi kenyamanan, Steam Deck OLED memiliki bobot sekitar 640 gram dengan bentuk ergonomis yang membuatnya nyaman untuk sesi bermain lama. Xbox Ally X sedikit lebih berat, sekitar 715 gram, dan bentuknya lebih menyerupai pengontrol Xbox yang terasa besar serta bisa membuat tangan cepat lelah saat digunakan lama.
Performa dan Pengalaman Bermain
Xbox Ally X jelas memberikan performa unggul, mampu menjalankan game kelas AAA modern dengan frame rate lebih tinggi. Contohnya, game seperti Cyberpunk 2077 dapat berjalan lebih lancar pada Xbox Ally X. Steam Deck OLED, meski cukup baik, cenderung menjalankan game terbaru dengan frame rate 30-45 FPS dan beberapa judul tidak kompatibel karena pembatasan anti-cheat.
Namun, dalam hal kemudahan penggunaan, Steam Deck OLED jauh lebih unggul. SteamOS mendukung transisi antar game dengan cepat dan fitur sleep mode yang memungkinkan pengguna berhenti bermain dan melanjutkan tepat di posisinya. Sementara itu, Windows 11 di Xbox Ally X, meski dilapisi antarmuka Xbox, tetap menghadirkan proses pembaruan rumit dan manajemen driver yang membuat pengguna kadang harus berinteraksi dengan desktop tradisional.
Kontrol dan Pilihan Input
Steam Deck OLED memiliki dua trackpad haptik yang sangat berguna untuk game strategi dan game yang biasa memakai mouse. Ini menjadi kelebihan unik dibanding Xbox Ally X yang mengandalkan kontroler game konvensional. Walaupun kontrol Xbox sangat baik untuk game aksi, trackpad yang ada di Steam Deck OLED menambah fleksibilitas input demi pengalaman gaming yang lebih variatif.
Daya Tahan Baterai
Daya tahan baterai Steam Deck OLED mencapai hingga 8 jam tergantung game dan setting, namun dalam game berat sekitar 2,5 jam. Xbox Ally X mengalami kesulitan bertahan lama, biasanya sekitar 3 jam dalam penggunaan normal dan kurang dari 2 jam saat performa maksimal dipakai.
Rangkuman Perbandingan:
| Aspek | Steam Deck OLED | Xbox Ally X |
|---|---|---|
| Sistem Operasi | SteamOS | Windows 11 |
| Layar | 7,4 inci OLED, 1280×800, 90Hz | 7 inci IPS, 1920×1080, 120Hz |
| Prosesor | Zen 2 4c/8t | AMD Ryzen AI Z2 Extreme |
| RAM | 16GB LPDDR5 | 24GB LPDDR5X |
| Penyimpanan | 512GB/1TB SSD | 1TB SSD |
| Harga | Mulai $549 | $1239,99 |
| Berat | ~640g | ~715g |
| Daya Tahan Baterai | Hingga 8 jam | Hingga 3 jam |
| Kontrol | Trackpad haptik ganda | Kontroler game tradisional |
Steam Deck OLED lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan pengalaman gaming handheld yang mudah dan langsung siap pakai tanpa banyak pengaturan. Layarnya yang OLED dan bobotnya yang ringan menjadikannya pilihan ideal untuk bermain lama, terutama bagi gamer yang selalu mengedepankan kenyamanan dan harga terjangkau.
Di sisi lain, Xbox Ally X membidik pasar pengguna yang ingin performa maksimal dan fleksibilitas penuh Windows. Bagi yang siap berinvestasi lebih dan bersedia menangani kerumitan OS, Xbox Ally X memungkinkan menjalankan game dengan performa lebih tinggi dan dukungan game Windows eksklusif.
Dengan demikian, pilihan antara Steam Deck OLED dan Xbox Ally X sangat bergantung pada prioritas pengguna. Apakah menginginkan perangkat yang lebih ramah pengguna dan praktis, atau memilih performa maksimal dengan kompromi kompleksitas sistem yang lebih tinggi.
