Realme Alami PHK Besar-besaran untuk Konsolidasi Operasi oleh Oppo, Fokus Efisiensi Tim Penjualan

Author: Qoo Media

Realme dilaporkan tengah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di divisi India. Langkah ini merupakan bagian dari konsolidasi bisnis antara Realme dan Oppo yang telah bergabung kembali di bawah satu naungan untuk menekan biaya operasional. Setelah pengumuman penggabungan kembali kedua merek, Oppo mengambil alih fungsi penjualan dan dukungan Realme India sebagai langkah awal restrukturisasi.

Menurut laporan dari Moneycontrol, Oppo sedang menyerap sejumlah divisi Realme di India, terutama tim penjualan dan layanan pelanggan. Sumber anonim menyebutkan, karyawan yang terdampak diminta untuk mengundurkan diri paling lambat akhir April. Upaya pemangkasan karyawan ini diperkirakan akan meluas ke divisi lain dalam beberapa bulan ke depan untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Pemangkasan Karyawan Sebagai Bagian Konsolidasi

Keputusan penggabungan kembali Realme ke dalam Oppo bertujuan untuk menggabungkan sumber daya dan mengurangi beban biaya riset dan pengembangan. Dengan menyatukan operasi bisnis, Oppo berharap mampu menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan optimal. Kondisi ini memicu surplus tenaga kerja yang harus disesuaikan melalui pemangkasan.

Sebelumnya, Oppo sudah menerapkan konsolidasi serupa di China dengan menyatukan seluruh fungsi bisnis Realme di sana. Namun, untuk pasar India, tindakan tersebut dilakukan secara lebih hati-hati karena adanya beberapa permasalahan hukum yang sedang dihadapi Oppo. Perubahan ini pun menjadi langkah strategis dalam mengintegrasi kedua bisnis agar dapat bersaing lebih efektif di pasar yang kompetitif.

Paralel dengan Konsolidasi Sebelumnya

Langkah Oppo di India ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Pada 2021, Oppo melakukan pengurangan karyawan bagi sebagian staf OnePlus India setelah memutuskan untuk menggabungkan operasi kedua perusahaan tersebut. Sebagai perusahaan induk, Oppo berupaya mengefisienkan struktur organisasi di berbagai sub-brand agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan tekanan biaya. Pemangkasan Realme di India ini mengadopsi pola yang sama dan diperkirakan juga meliputi bagian riset dan pengembangan.

Latar Belakang Re-merger Realme dan Oppo

Realme didirikan pada Mei 2018 oleh Sky Li sebagai bagian dari BBK Electronics yang menaungi Oppo. Namun, hanya dalam dua bulan, Li memilih mendirikan Realme sebagai merek independen yang terpisah dari Oppo. Sejak saat itu, Realme berkembang sendiri dan mencakup pasar utama seperti India. Pada bulan Januari, berbagai laporan menyatakan bahwa Realme akan kembali ke bawah kendali Oppo untuk menekan biaya bisnis.

Sebagai bagian dari penggabungan ulang ini, Realme dan OnePlus direncanakan untuk beroperasi berdampingan di bawah naungan Oppo. Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa Sky Li akan diberi tanggung jawab atas kedua sub-brand tersebut, meskipun belum ada pengumuman resmi terkait hal ini. Upaya ini menunjukkan strategi Oppo dalam meremajakan bisnis sub-brandnya dengan memanfaatkan sinergi yang lebih kuat.

Dampak dan Implikasi bagi Industri

Konsolidasi Oppo dan Realme menandai tren baru dalam industri smartphone yang semakin menuntut efisiensi dan inovasi cepat. Dengan pengurangan tenaga kerja dan penggabungan sumber daya, perusahaan berharap dapat menghadirkan produk baru dengan biaya lebih rendah dan manajemen yang lebih terpusat. Namun, langkah ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi karyawan serta mengubah lanskap persaingan di pasar India yang selama ini menjadi medan utama Realme.

Berikut adalah gambaran tindakan konsolidasi Oppo terhadap Realme di India:

  1. Penyatuan divisi penjualan dan dukungan pelanggan Realme oleh Oppo.
  2. Permintaan pengunduran diri bagi karyawan terdampak paling lambat pada akhir April.
  3. Rencana perluasan pemotongan karyawan ke divisi lain, termasuk riset dan pengembangan.
  4. Langkah ini sejalan dengan strategi sebelumnya yang diterapkan pada OnePlus India.
  5. Upaya optimalisasi struktur bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Secara keseluruhan, transformasi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Oppo untuk memperkuat posisi di pasar smartphone global dan India khususnya. Realme sebagai sub-brand kini harus beradaptasi di bawah manajemen yang lebih terintegrasi agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen dan cepat menangkap peluang teknologi baru. Kombinasi sumber daya yang efektif akan menjadi kunci dalam mempertahankan keunggulan kompetitif di industri yang dinamis ini.

Terbaru