
Sony memasuki jajaran periferal gaming dengan produk terbarunya, Sony INZONE Mouse-A dan Mat-D. Kedua perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan para gamer kompetitif yang mengutamakan keringanan, presisi, dan kenyamanan. Dari segi performa dan desain, apakah kedua produk ini bisa bersaing dengan merek gaming mapan? Berikut ulasan lengkapnya.
Sony INZONE Mouse-A: Ringan dan Presisi
Mouse gaming yang ringan memang menjadi idaman banyak pemain, khususnya di ranah esports. Sony INZONE Mouse-A hadir dengan bobot hanya 48,4 gram, lebih ringan dibandingkan Razer Viper V3 Pro yang sekitar 54 gram. Perbedaan berat ini berdampak nyata pada performa, terasa saat melakukan flick shot yang lincah dan responsif karena inertia yang berkurang.
Bodi Mouse-A terbuat dari plastik matte yang terasa kokoh dan anti melengkung meski ringan. Desain ambidextrous-nya juga cocok untuk berbagai gaya genggaman, baik claw grip maupun fingertip grip. Meskipun lengkungan punggung mouse terbilang agresif dan lebih pendek, tangan tetap nyaman menyangganya sehingga kontrol tidak terganggu.
Tombol utama menggunakan saklar optik yang menjamin minim risiko double-click. Namun, feedback klik utama terasa lebih lembut dan kurang tactile dibanding yang diharapkan, sementara tombol tengah gulir memiliki sensasi klik yang pas dan memuaskan. Tombol samping di sisi kiri pun memberi respons yang lebih baik dari tombol utama.
Sensor yang digunakan adalah custom variant 3950IZ dengan dukungan hingga 30.000 DPI, 70G akselerasi, dan 750 IPS. Ini menjadikan Mouse-A mumpuni untuk kecepatan dan akurasi tinggi pada permainan seperti Counter-Strike 2 dan Valorant. Polling rate maksimal 8000 Hz memberikan latensi klik sangat rendah, rata-rata hanya sekitar 1,25 ms menurut tes manual. Kaki mouse dari bahan PTFE juga sangat licin sehingga gerakan tetap mulus.
Daya tahan baterai tercatat hingga 90 jam pada 1000 Hz, dan sekitar 30 jam pada 8000 Hz. Proses pengisian cepat, mencapai 70% hanya dalam 20 menit dan penuh dalam 50 menit. Namun, soal perangkat lunak INZONE Hub masih perlu diperbaiki karena tidak otomatis terdeteksi saat memasang mouse dan memiliki bug dalam input DPI kustom serta tampilan baterai yang kurang akurat.
Sony INZONE Mat-D: Permukaan Mousepad Berkelas
Mousepad juga tak kalah penting bagi gamer kompetitif dan Mat-D menjadi pelengkap yang layak untuk Mouse-A. Dengan ukuran 480mm x 400mm, Mat-D masuk kategori mousepad dengan ukuran medium yang cocok untuk mobilitas lengan luas sekaligus kontrol presisi.
Mat-D diklasifikasikan sebagai speed-type mousepad yang memberikan gesekan minimal namun tetap memberikan kendali cukup agar kursor tidak melaju liar. Hal ini sangat sesuai bagi gamer FPS yang membutuhkan perpaduan cepat dan stabil dalam pergerakan mouse. Dibandingkan mousepad lain seperti Zowie GSR-SE Rouge, Mat-D menawarkan transisi yang mulus tanpa perlu adaptasi lama.
Fitur jahitan minimalis yang nyaris tersembunyi membuat permukaan halus tanpa gangguan, sementara teksturnya terasa kasar saat disentuh tapi tetap nyaman dan mulus saat mouse digerakkan. Alas karet anti-slip cukup kuat menjaga pad tetap di tempat dalam sesi permainan panjang.
Ketahanan terhadap debu dan kelembapan juga menjadi keunggulan. Mat-D bersifat semi-tahan air, di mana tetesan air cepat meresap dan debu mudah dibersihkan hanya dengan mengetuk sisi bawah. Warna gradasi hitam ke ungu memberikan estetika yang menarik tanpa berlebihan, cocok untuk setup bertema warna serupa.
Dengan harga ₹5,990 (sekitar $34.99), Mat-D bersaing setara dengan merek-merek ternama seperti Zowie dan SteelSeries, menjadikannya pilihan mousepad esensial dengan kombinasi nilai dan performa yang solid.
Nilai dan Posisi Pasar
Sony INZONE Mouse-A memberikan teknologi dan performa tinggi dengan bobot super-ringan serta battery life unggulan. Namun, klik utama yang kurang tactile dan beberapa masalah software menurunkan nilai jualnya, terutama karena harga yang ditawarkan mencapai ₹18,990 ($150), di mana alternatif kompetitor bisa menawarkan produk dengan fitur serupa lebih ekonomis.
Sebaliknya, Sony INZONE Mat-D menawarkan mousepad cepat yang halus, tangguh, dan estetik dengan harga yang lebih wajar dan kemampuan bersaing. Mousepad ini dapat diandalkan untuk pemain esports dan cocok juga dipadukan dengan mouse lain.
Kedua produk ini memperlihatkan bahwa Sony serius menancapkan kaki di dunia esports hardware dengan fokus pada performa dan kenyamanan. Perbaikan di sisi perangkat lunak dan penyesuaian harga akan lebih meningkatkan daya tarik produk-produk ini bagi kalangan gamers kompetitif.
Daftar Kelebihan Sony INZONE Mouse-A dan Mat-D
- Mouse-A hanya berbobot 48,4 gram, sangat ringan untuk mobilitas tinggi.
- Sensor 3950IZ mendukung hingga 30.000 DPI dan polling 8000 Hz dengan latensi 1,25 ms.
- Bodi mouse kokoh dan nyaman, cocok untuk berbagai gaya genggaman.
- Mat-D mousepad berukuran standar dengan permukaan speed-type yang seimbang.
- Jahitan pad hampir tidak terlihat, menjaga kenyamanan pergelangan tangan.
- Mousepad tahan debu dan kelembapan, mudah dibersihkan.
- Estetika warna gradasi hitam ke ungu yang menarik.
- Daya tahan baterai mouse yang luar biasa dan pengisian cepat.
- Tombol samping mouse memiliki feedback tactile yang baik.
- Software INZONE Hub menawarkan pengaturan komprehensif meski masih perlu perbaikan UX.
Periferal Sony INZONE Mouse-A dan Mat-D cocok sebagai alat pendukung utama bagi gamer yang mencari perangkat ringkas, responsif, dan estetis. Meskipun ada beberapa titik yang perlu diperbaiki, kedua produk ini menunjukkan potensi besar Sony di pasar gaming kompetitif.




