
Pasar ponsel lipat atau foldable kembali menjadi sorotan di awal tahun 2026 dengan hadirnya Motorola Razr 70 dan 70 Ultra. Kedua model ini menawarkan konsep desain lipat clamshell yang stylish, namun mengusung segmen pasar berbeda dari sisi spesifikasi dan harga. Motorola nampak membidik dua kelompok pengguna, yaitu yang menginginkan efisiensi dan yang mengutamakan performa tinggi.
Motorola Razr 70 versi standar mengusung chipset MediaTek Dimensity 7400X yang dikenal hemat daya. Sedangkan Razr 70 Ultra mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5, chipset terbaru Qualcomm yang menawarkan performa dan kecerdasan buatan generasi kedua lewat Moto AI. Perbedaan chipset ini menjadi titik utama pembeda performa antara kedua ponsel lipat tersebut.
Perbedaan Layar dan Refresh Rate
Keduanya membawa layar utama pOLED LTPO berukuran 6,9 inci. Namun, Razr 70 Ultra unggul dengan refresh rate hingga 165Hz dan tingkat kecerahan maksimal 4.500 nits. Sementara varian standar hanya mendukung refresh rate 120Hz. Layar cover juga berbeda; yang standar berukuran 3,63 inci dan Ultra mencapai 4,0 inci dengan fitur Full View.
| Fitur | Motorola Razr 70 | Motorola Razr 70 Ultra |
|---|---|---|
| Chipset | MediaTek Dimensity 7400X | Snapdragon 8 Gen 5 |
| RAM/Internal Storage | 8GB / 256GB (UFS 2.2) | 12GB-16GB / 512GB-1TB (UFS 4.0) |
| Layar Utama | 6,9" pOLED, 120Hz | 6,9" pOLED, 165Hz |
| Layar Cover | 3,63 inci | 4,0 inci (Full View) |
| Kamera Utama | Dual 50MP (Wide + UW) | Triple 50MP (Wide + UW + Periskop) |
| Baterai | 4.500 mAh | 5.000 mAh |
| Pengisian Daya | 33W Wired | 68W TurboPower / 30W Wireless |
Kamera dan Fitur Kamera
Motorola Razr 70 Ultra menghadirkan konfigurasi kamera yang lebih lengkap dengan tambahan lensa telefoto periskop 50MP. Fitur ini memberikan kemampuan zoom optik yang jarang ditemukan di ponsel lipat. Sebaliknya, Razr 70 standar menggunakan dual kamera 50MP yang sudah cukup mumpuni untuk aktivitas pengambilan gambar sehari-hari dan pengaruh media sosial.
Kedua perangkat menggunakan sistem operasi Android 16 dengan janji pembaruan selama empat tahun. Fitur Smart Connect diperbarui untuk mendukung fungsi workstation desktop saat terhubung dengan perangkat Lenovo. Ini memberikan pengalaman kerja yang lebih fleksibel dan memudahkan pengguna foldable dalam berbagai kebutuhan produktivitas.
Target Pasar dan Strategi Motorola
Motorola membagi pasar foldablenya berdasarkan kebutuhan dan kemampuan finansial penggunanya. Razr 70 pas untuk mereka yang mencari kombinasi desain lipat stylish dan efisiensi penggunaan tanpa harus membayar harga flagship. Sementara Razr 70 Ultra menyasar segmen premium yang mendambakan performa terbaik, layar lebih tajam, dan kemampuan fotografi lebih lengkap.
Meski tanggal rilis resmi belum diumumkan, banyak prediksi mengarah pada peluncuran global sekitar April. Harga diperkirakan mulai dari Rp11 jutaan untuk varian standar dan Rp16-18 jutaan untuk varian Ultra. Ini menunjukkan Motorola tetap berfokus pada daya saing harga di tengah persaingan ketat dengan Samsung dan brand foldable lainnya.
Motorola Razr 70 dan 70 Ultra menghadirkan dua pilihan menarik bagi pengguna ponsel lipat dengan fokus berbeda, yaitu efisiensi dan eksklusivitas teknologi. Dengan fitur unggulan dari masing-masing model, konsumen dapat menentukan sendiri siapa yang pantas menyandang gelar "raja foldable 2026." Ekspektasi tinggi mengiringi peluncuran kedua perangkat ini, mengingat tren foldable yang terus berkembang pesat di pasar global.





