Tim Run Sight Indonesia Jadi Global Ambassador Samsung, Ciptakan Wearable AI Bantu Tunanetra Berlari Mandiri

Samsung Electronics semakin mengukuhkan perannya dalam mendukung inovasi teknologi yang berdampak sosial dengan memilih tim Run Sight dari Indonesia sebagai salah satu Global Ambassador dalam program corporate citizenship bertajuk Solve for Tomorrow. Program ini digelar bertepatan dengan atmosfer Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, menegaskan komitmen Samsung dan International Olympic Committee (IOC) untuk menciptakan solusi STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) yang dapat menjawab berbagai tantangan global.

Run Sight berhasil menarik perhatian melalui perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mereka kembangkan. Inovasi ini memungkinkan para tunanetra untuk berlari secara mandiri dengan kemampuan mendeteksi rintangan secara real-time. Produk ini memberikan kemerdekaan dan keamanan lebih kepada penyandang disabilitas penglihatan, sekaligus membuktikan bahwa teknologi modern dapat membawa inklusivitas dalam olahraga.

Peran dan Manfaat Teknologi dalam Inklusi Olahraga

Run Sight menjadi contoh konkret bagaimana teknologi dapat berfungsi sebagai jembatan inklusivitas dalam dunia olahraga. Wearable AI yang dirancang oleh tim ini menyesuaikan dengan kebutuhan atlet tunanetra, memberikan informasi langsung mengenai lingkungan sekitar dan membantu menghindari hambatan. Dengan perangkat ini, tunanetra mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperluas peluang mereka untuk berpartisipasi dalam aktivitas olahraga yang sebelumnya sulit dijangkau.

Selain Run Sight, inovasi dari tim lain juga memperkuat visi inklusivitas dalam olahraga. Misalnya, tim Storm Shield asal Amerika Serikat yang menghasilkan pelindung alat bantu dengar untuk atlet penyandang tunarungu. Alat ini bertujuan menjaga perangkat agar tetap berfungsi optimal selama aktivitas intensif, sehingga penyandang disabilitas pendengaran juga mendapatkan akses yang lebih luas untuk berolahraga tanpa hambatan.

Dukungan Global dan Pendampingan Teknis

Sebagai bagian dari Global Ambassador program Samsung dan IOC, setiap tim inovator mendapatkan pendanaan serta pendampingan teknis selama dua tahun. Fasilitas ini dimaksudkan untuk membantu menyempurnakan prototipe yang telah dibuat menjadi produk komersial siap pakai. Pendampingan ini meliputi pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga uji coba di pasar yang sesuai dengan target pengguna.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, memberikan apresiasi atas kreativitas dan dedikasi anak muda yang terlibat dalam program ini. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi dalam upaya membentuk masa depan yang lebih inklusif, sehat, dan aktif merupakan langkah penting. Sebagai mitra strategis, Samsung Electronics yang dipimpin oleh Won-Jin Lee menegaskan tujuan program ini untuk membina pemimpin masa depan yang mengedepankan nilai keunggulan dan rasa hormat dalam setiap inovasi mereka.

Simbolisme dan Implementasi Program

Pengumuman dan peresmian penunjukan 10 tim Global Ambassador berlangsung di Samsung House, Milan. Acara ini diwarnai dengan aksi simbolis penyatuan logo Samsung dan IOC melalui perangkat Galaxy Z TriFold. Gerakan ini melambangkan sinergi antara teknologi dan olahraga dalam memperluas potensi dan peluang inovasi tanpa batas.

Selain ajang pengumuman, para duta inovasi juga mengunjungi Smart City Lab dan Desa Olimpiade sebagai bagian dari pengalaman immersion. Kunjungan ini memberi mereka wawasan lebih luas tentang semangat sportivitas dan kolaborasi dalam skala global.

Daftar Inovasi Utama dalam Program Solve for Tomorrow kategori Sport & Tech

  1. Run Sight (Indonesia) – Perangkat wearable AI untuk tunanetra agar bisa berlari secara mandiri dengan deteksi rintangan.
  2. Storm Shield (AS) – Pelindung alat bantu dengar untuk atlet penyandang tunarungu.
  3. Tim Inovator Lain – Berfokus pada berbagai solusi teknologi untuk mendukung inklusivitas dan pelestarian lingkungan dalam olahraga.

Keikutsertaan Run Sight sebagai Global Ambassador Samsung bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga membuka peluang bagi inovasi lokal Indonesia berperan di kancah internasional. Kemajuan teknologi berbasis AI yang diaplikasikan untuk membantu penyandang disabilitas merupakan langkah strategis yang mencerminkan transformasi teknologi dalam mewujudkan masyarakat inklusif dan berkeadilan.

Kolaborasi antara Samsung, IOC, dan para inovator muda ini menunjukkan bahwa teknologi tidak sekadar alat digital, tetapi menjadi jembatan perubahan sosial dengan konsep “open opportunities” bagi semua kalangan. Ke depan, program seperti ini berpotensi memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup serta akses terhadap aktivitas yang setara bagi semua orang, terutama mereka yang selama ini mengalami keterbatasan fisik.

Inisiatif Samsung melalui Solve for Tomorrow dan peran 10 tim Global Ambassador menjadi tonggak penting dalam sejarah kemajuan teknologi untuk kemanusiaan. Setelah melewati proses kurasi ketat dan pengembangan lanjutan, solusi canggih yang mereka bawa diharapkan dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas dan menjadi contoh keberhasilan inovasi STEM dalam memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: gadgetsquad.id

Berita Terkait

Back to top button