Asus ROG Ally dan Xbox Ally X merupakan dua perangkat handheld gaming berbasis Windows yang menawarkan pendekatan berbeda. Asus ROG Ally lebih mengutamakan performa PC gaming yang solid dengan desain yang lebih kecil dan harga lebih terjangkau. Sebaliknya, Xbox Ally X membawa spesifikasi lebih tinggi dengan memori ekstra dan baterai lebih besar, namun dijual dengan harga lebih mahal dan bobot yang lebih berat.
Perbedaan harga antara keduanya cukup signifikan. Asus ROG Ally versi Z1 Extreme dibanderol sekitar $649,99 dan sering kali ditemukan dengan harga lebih murah dibandingkan Xbox Ally X yang mencapai $999,99. Pilihan antara keduanya sangat bergantung pada kebutuhan pengguna dalam penggunaan sehari-hari.
Spesifikasi utama
- Prosesor: Asus ROG Ally menggunakan AMD Ryzen Z1 Extreme, sedangkan Xbox Ally X memakai AMD Ryzen AI Z2 Extreme yang lebih bertenaga.
- RAM: ROG Ally memiliki 16 GB LPDDR5X, Xbox Ally X sedikit lebih unggul dengan 24 GB LPDDR5X.
- Penyimpanan: ROG Ally dilengkapi SSD PCIe 512 GB, sedangkan Xbox Ally X menggunakan SSD PCIe 4.0 NVMe sebesar 1 TB.
- Layar: Keduanya sama-sama menggunakan layar IPS 7 inci FHD 120Hz dengan dukungan VRR dan FreeSync Premium, serta tingkat kecerahan hingga 500 nits pada Xbox Ally X.
- Baterai: ROG Ally mengusung baterai 40 Wh, berbeda jauh dengan Xbox Ally X yang menggunakan baterai 80 Wh.
- Bobot: Asus ROG Ally lebih ringan sekitar 607 gram, Xbox Ally X lebih berat sekitar 715 gram.
Layar dan visual
Kedua perangkat memiliki layar 7 inci beresolusi 1080p dengan refresh rate 120Hz. Asus ROG Ally menawarkan teknologi VRR yang membantu menjaga kelancaran visual saat frame rate turun di bawah 60 FPS. Xbox Ally X mendukung FreeSync Premium dan dilindungi Gorilla Glass yang membuat layar tahan gores. Namun, kedua layar bukan tipe OLED sehingga kontras dan warna hitamnya kurang dalam jika dibandingkan perangkat OLED.
Kenyamanan genggaman
ROG Ally memiliki desain cengkeraman yang lebih kecil dengan bobot lebih ringan. Namun, pinggiran perangkat yang lebih tajam dan bagian belakang yang datar bisa membuatnya kurang nyaman untuk sesi bermain lama. Xbox Ally X menawarkan grip yang lebih tebal dengan tekstur yang menyerupai kontroler Xbox, memberikan rasa pegangan yang lebih mantap dan nyaman.
Bobot yang lebih berat pada Xbox Ally X justru terasa seimbang dan membantu meningkatkan kenyamanan saat bermain dalam waktu lama. Fitur Hall Effect triggers pada Xbox Ally X juga menambah keunggulan dari sisi kontroler.
Performa gaming
ROG Ally sanggup menjalankan game AAA modern seperti Hogwarts Legacy dan Spider-Man Remastered dengan grafik disesuaikan, serta emulator platform yang menuntut performa tinggi. Performa 1080p di perangkat ini cukup stabil dan cocok bagi mereka yang ingin pengalaman gaming PC portabel dengan harga terjangkau.
Xbox Ally X menawarkan chip lebih cepat dengan RAM lebih besar dan penyimpanan 1 TB SSD. Hal ini memungkinkan pengaturan grafis yang lebih tinggi dan frame rate lebih stabil di game berat seperti Elden Ring. Jika performa mentah menjadi prioritas utama, Xbox Ally X jelas memiliki keunggulan.
Sistem operasi dan antarmuka
Keduanya berjalan dengan Windows 11 Home yang memberikan fleksibilitas layaknya PC, tetapi juga membawa beberapa kendala desktop seperti pembaruan dan pengaturan yang kadang rumit. Asus ROG Ally memiliki aplikasi Armory Crate untuk mengelola performa dan perpustakaan game yang menjadikannya terasa sedikit seperti konsol. Sementara Xbox Ally X mengintegrasikan Xbox Game Bar dan overlay yang meniru dashboard Xbox.
Namun, pengalaman menggunakan keduanya tidak benar-benar seperti konsol murni sehingga membutuhkan waktu adaptasi untuk pengguna yang mengharapkan kemudahan plug-and-play.
Kontrol dan input
ROG Ally menyediakan dua tombol di bagian belakang, namun tidak memiliki trackpad sehingga kurang ideal untuk game yang mengandalkan mouse. Xbox Ally X lebih menyerupai kontroler Xbox dengan Hall Effect triggers dan pegangan bertekstur, walaupun juga tanpa trackpad. Dari segi kontrol, Xbox Ally X menawarkan kesan yang lebih polished dan nyaman digunakan.
Daya tahan baterai
Asus ROG Ally dengan baterai 40Wh dapat bertahan sekitar 1-2 jam saat menjalankan game berat dengan performa turbo. Pengaturan daya yang lebih rendah bisa memperpanjang waktu pemakaian. Xbox Ally X menggandakan kapasitas baterai ke 80Wh, memungkinkan waktu main 2-3 jam di mode turbo dan lebih lama pada mode efisiensi.
Bagi gamer yang mengutamakan sesi bermain lebih lama tanpa sering mengisi ulang, Xbox Ally X menjadi opsi terbaik.
Kesimpulan, Asus ROG Ally lebih cocok bagi gamer yang mencari handheld Windows dengan performa solid dan harga terjangkau. Meski baterai dan kenyamanan genggaman bukan yang terbaik, perangkat ini memberikan nilai optimal untuk harga yang ditawarkan. Xbox Ally X menawarkan spesifikasi lebih tinggi, baterai lebih besar, dan kenyamanan yang lebih baik dengan harga premium. Pilihan perangkat tergantung pada prioritas antara anggaran, performa, dan kenyamanan.
