Input lag menjadi persoalan utama dalam pengalaman bermain game di cloud gaming. Input lag adalah jeda waktu antara perintah yang diberikan pemain (seperti menekan tombol) dengan respon yang muncul di layar. Dalam cloud gaming, input lag kerap muncul karena adanya perjalanan data dari perangkat pemain ke server jauh dan kembali lagi. Namun, ada beberapa cara yang dapat diupayakan untuk mengurangi input lag agar permainan terasa lebih responsif.
1. Gunakan Koneksi Wired Ethernet
Koneksi internet menjadi faktor utama menentukan kecepatan transmisi data gamer ke server cloud game. Jika selama ini Anda mengandalkan Wi-Fi, mengganti dengan koneksi wired menggunakan kabel Ethernet bisa sangat membantu. Kabel Ethernet memiliki latensi yang lebih rendah dibandingkan Wi-Fi. Selain itu, jaringan kabel juga tidak terpengaruh interferensi dari dinding, perangkat lain, atau jaringan Wi-Fi tetangga sehingga kestabilan ping meningkat.
2. Optimasi Jaringan Wi-Fi
Jika tidak memungkinkan untuk menggunakan Ethernet, beralih ke jaringan Wi-Fi 5 GHz adalah solusi kedua. Band ini menawarkan latensi lebih rendah dan gangguan sinyal yang lebih sedikit dibandingkan Wi-Fi 2.4 GHz. Penggunaan router modern yang mendukung Wi-Fi 6, 6E, atau Wi-Fi 7 mampu memberikan hasil sangat baik, hampir setara jaringan kabel dalam hal kestabilan dan kecepatan. Untuk memastikan saluran Wi-Fi tidak terganggu oleh banyak perangkat lain, bisa dipakai aplikasi Wi-Fi analyzer yang membantu menemukan channel paling sepi untuk router Anda.
3. Gunakan Kabel USB untuk Controller
Banyak masalah input lag datang dari penggunaan controller wireless Bluetooth. Sinyal Bluetooth kerap bertabrakan dengan sinyal Wi-Fi yang berada di frekuensi serupa, menimbulkan gangguan dan delay saat menekan tombol. Oleh karena itu, menghubungkan controller melalui kabel USB sangat dianjurkan karena bisa meminimalkan delay yang disebabkan interferensi. Metode ini memastikan input langsung diteruskan ke perangkat tanpa hambatan nirkabel.
4. Pilih Browser atau Aplikasi Streaming yang Optimal
Bila Anda bermain cloud gaming menggunakan browser web, pemilihan browser bisa mempengaruhi performa streaming dan lag. Browser seperti Edge, Brave, dan Opera GX dilaporkan memberikan kinerja yang lebih baik dalam aktivitas streaming dibanding browser lain. Ini karena browser tersebut memiliki optimasi bawaan yang mendukung kecepatan rendering video dan pengelolaan bandwidth lebih efisien.
5. Coba Gunakan VPN untuk Memperbaiki Routing
Terkadang masalah input lag tidak berasal dari sisi pengguna, melainkan dari rute koneksi ISP menuju server game. VPN dapat menjadi solusi untuk menembus jalur internet yang lambat atau banyak hop (perhentian data). Salah satu VPN gratis yang bisa dicoba adalah Cloudflare Warp. VPN ini dapat mengoptimasi jalur internet sehingga mempercepat komunikasi dan mengurangi latensi. Namun, efektivitas VPN sangat bergantung pada lokasi dan rute yang digunakan. Ada pula opsi berbayar seperti Proton VPN bagi yang menginginkan performa lebih stabil.
6. Komunikasikan dengan ISP jika Perlu
Jika semua cara di atas telah dicoba dan input lag tetap tinggi, kemungkinan ada masalah sisi ISP. Pada situasi ini, menghubungi penyedia layanan internet dan menyertakan bukti berupa screenshot atau rekaman layar saat gameplay bisa membantu mereka melakukan pengecekan jaringan. Kadang ISP dapat memperbaiki routing dari server mereka sehingga latency menurun.
Meskipun langkah-langkah di atas bisa mengurangi input lag, perlu dipahami bahwa cloud gaming secara dasar selalu memiliki delay lebih besar dibandingkan game lokal. Itu karena data harus dikirim ke server jarak jauh dan kembali lagi. Namun, mengoptimalisasi koneksi fisik, pengaturan perangkat, serta pemilihan aplikasi dapat meminimalkan lag sehingga pengalaman bermain tetap nyaman dan responsif. Pengguna disarankan untuk rutin melakukan evaluasi pengaturan jaringan dan perangkat demi mendapatkan performa terbaik dari layanan cloud gaming yang digunakan.
