
Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan dan momen cuti bersama Idul Fitri serta libur Tahun Baru Imlek. Surat edaran ini mengatur teknis pelaksanaan dengan ketentuan khusus agar makanan yang disediakan tetap sehat dan layak konsumsi.
Selama periode ini, penerima manfaat MBG akan mendapatkan paket makanan kemasan sehat tanpa menggunakan makanan ultra processed food (UPF). UPF adalah produk hasil olahan industri yang mengandung bahan tambahan seperti pengawet dan pewarna, yang menjadikan makanan tahan lama namun kurang cocok untuk pola makan bergizi.
Menu MBG Saat Ramadan
Dadan Hindayana, Kepala BGN, menjelaskan bahwa menu makanan dalam paket MBG terdiri dari telur asin, abon, dendeng kering, buah segar, serta makanan khas lokal yang sesuai standar gizi dan keamanan pangan. Penambahan kurma sebagai pelengkap diizinkan dengan catatan pengawalan mutu.
Pemilihan menu ini sengaja menghindari makanan dengan cita rasa pedas, cepat basi, dan yang berpotensi menimbulkan masalah keamanan pangan. Hal ini penting agar kualitas menu tetap terjaga dan aman dikonsumsi saat puasa.
Mekanisme Distribusi dan Identifikasi
BGN menetapkan skema distribusi yang memudahkan penerima manfaat dengan menyediakan dua tote bag berwarna berbeda untuk setiap individu. Misalnya, tote bag berwarna biru dan merah dipakai sebagai identifikasi kemasan yang dipakai hari ini dan yang akan ditukar esok hari. Sistem ini membantu menghindari kesalahan pengambilan dan menjaga pelaksanaan program agar lebih tertib.
Pengaturan Saat Cuti Bersama Idul Fitri
Pada masa cuti bersama Idul Fitri, yakni tanggal 18 sampai 24 Maret 2026, distribusi MBG tidak dilakukan secara rutin. Penggantinya, paket bundling makanan kemasan sehat diserahkan lebih awal. Paket bundling ini berupa penggabungan makanan untuk konsumsi selama beberapa hari sekaligus.
Pihak BGN mengingatkan bahwa makanan dalam paket bundling hanya boleh bertahan maksimal tiga hari agar tetap dalam kondisi baik saat dikonsumsi. Hal ini dilakukan untuk menghindari makanan yang cepat basi dan menimbulkan risiko kesehatan bagi penerima.
Fokus pada Standar Gizi dan Keamanan Pangan
Pelaksanaan MBG dengan memperhatikan standar gizi sesuai kelompok usia menjadi prioritas utama. Menu yang bervariasi dan mudah diterima dapat membantu memastikan penerima mendapatkan asupan gizi seimbang. Selain itu, pengawasan ketat terhadap keamanan pangan dilakukan supaya tidak ada risiko keracunan atau gangguan kesehatan lain.
Berbagai langkah teknis yang diterapkan ini mencerminkan upaya BGN untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam program MBG yang berkelanjutan. Penggunaan bahan makanan segar dan penghindaran produk olahan pabrikan sesuai dengan prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan.
Ringkasan Pelaksanaan MBG Ramadan 2026
- Menu: Telur asin, abon, dendeng kering, buah, makanan khas lokal, dan opsional kurma.
- Larangan: Tidak menggunakan produk ultra processed food, makanan pedas, dan cepat basi.
- Distribusi: Dua tote bag berwarna berbeda sebagai identifikasi pengambilan makanan harian.
- Libur Idul Fitri: Tidak ada distribusi rutin, diganti paket bundling makanan sehat untuk konsumsi tiga hari.
- Fokus Utama: Standar gizi sesuai usia, keamanan pangan, kualitas makanan terjaga.
Pelaksanaan teknis ini menjadi contoh implementasi program kesehatan dan gizi yang terencana dengan baik. Dengan demikian, penerima manfaat MBG dapat menjalani ibadah puasa sambil tetap terpenuhi kebutuhan gizi secara aman dan nyaman.
Pengaturan teknis seperti ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi penyelenggaraan program serupa di masa mendatang. BGN berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan dengan mengacu pada standar tinggi untuk kesehatan masyarakat.
Baca selengkapnya di: linggaupos.bacakoran.co




