Bekas Bos Microsoft Ungkap Perjuangannya Lawan Penghapusan Taskbar Vertikal di Windows 11: Keputusan Mengejutkan yang Hambat Produktivitas

Windows 11 memicu kontroversi dengan menghilangkan opsi untuk memindahkan taskbar secara vertikal atau ke posisi atas. Sejak peluncuran Windows 95, fitur tersebut sudah tersedia dan menjadi favorit banyak pengguna. Namun, Microsoft memilih untuk menghapus opsi ini dalam Windows 11 tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Keputusan ini mendapatkan kritik keras dari pengguna hingga mantan eksekutif Microsoft, Mikhail Parakhin, yang pernah menjabat sebagai Corporate Vice President of Technology. Parakhin secara terbuka menentang penghapusan taskbar vertikal tersebut. Ia menyatakan, "Vertical taskbar is the best for productivity. I fought hard against the decision to take it away back then – hopefully it will be undone," (taskbar vertikal adalah yang terbaik untuk produktivitas. Saya berjuang keras melawan keputusan menghapusnya – semoga hal ini bisa dibatalkan).

Peran Mikhail Parakhin dalam Pengembangan Windows 11

Parakhin bertanggung jawab atas engineering Windows 11 selama masa pengembangan. Ia yakin bahwa fitur taskbar vertikal merupakan kunci peningkatan produktivitas pengguna. Meski demikian, Microsoft tetap melanjutkan keputusan menghapus opsi tersebut dari Windows 11.

Tidak hanya taskbar vertikal yang dihilangkan, Windows 11 juga menghapus berbagai opsi kustomisasi taskbar lainnya, seperti kemampuan memindahkan posisi dan mengubah ukuran taskbar. Penarikan fitur ini membuat Windows 10 menjadi versi terakhir yang mendukung kustomisasi lengkap pada taskbar.

Kritik dari Mantan Pegawai dan Pengguna

Selain Parakhin, mantan senior software engineer Microsoft, Andy Young, juga menyuarakan kritik terhadap fitur Windows 11, khususnya pada Start Menu-nya. Young menyebut Start Menu Windows 11 “comically bad” dan menunjukkan performa pencarian aplikasi yang lambat meski menggunakan perangkat dengan prosesor Core i9 dan RAM 128 GB.

Video yang ia lampirkan menggambarkan kesulitan menemukan aplikasi pemrograman populer seperti Notepad++. Ia menegaskan kritik tersebut hanya ditujukan untuk Start Menu, bukan keseluruhan Windows 11. Namun, komentar Young memperlihatkan kekhawatiran tentang fitur yang belum matang dan kurang optimal.

Upaya Microsoft untuk Memperbaiki

Meski Windows 11 dinilai bermasalah dalam beberapa aspek, laporan terbaru menyebut Microsoft sedang mempersiapkan perubahan signifikan. Perusahaan dikabarkan berencana mengembalikan opsi kustomisasi taskbar, termasuk kemampuan untuk memindahkannya ke posisi vertikal atau atas serta fitur pengubahan ukuran.

Pavan Davuluri, Presiden Windows, menyatakan bahwa Microsoft berupaya menangani banyak “pain points” atau titik masalah pengguna pada Windows 11. Namun, bagaimana dan kapan pembaruan tersebut akan dirilis masih perlu ditunggu.

Fakta Penting Mengenai Taskbar Windows

  1. Opsi taskbar vertikal telah diperkenalkan sejak Windows 95.
  2. Windows 10 adalah versi terakhir yang mendukung pengaturan posisi dan ukuran taskbar secara fleksibel.
  3. Windows 11 menghapus opsi penyesuaian taskbar secara default.
  4. Mikhail Parakhin adalah mantan Vice President of Technology Microsoft yang menentang penghapusan fitur ini.
  5. Microsoft dikabarkan tengah mengembangkan pembaruan untuk mengembalikan beberapa opsi kustomisasi.

Penghapusan fitur penting tanpa pemberitahuan sebelumnya menjadi pelajaran bagi perusahaan teknologi tentang pentingnya mendengarkan masukan pengguna dan mantan pengembang. Jika Microsoft berhasil mengembalikan opsi kustomisasi taskbar, ini akan menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan pengguna setia Windows setelah perubahan desain drastis pada Windows 11.

Berita Terkait

Back to top button