
Pada 2025, pasar smartphone di India menunjukkan pertumbuhan yang melambat dengan total pengiriman mencapai 152 juta unit. Menurut laporan dari International Data Corporation (IDC), Vivo berhasil mempertahankan posisi teratas dengan pangsa pasar 19,3 persen, diikuti oleh Samsung dengan 14,1 persen dan Oppo sebesar 13,3 persen.
Apple mengalami peningkatan signifikan terutama di segmen premium dan menengah atas. Perusahaan ini menjadi pasar terbesar keempat bagi Apple secara global setelah AS, China, dan Jepang. Apple mencatatkan pengiriman sebanyak 14 juta unit, tumbuh 16 persen secara tahunan, dengan pangsa pasar 9,5 persen berdasarkan volume dan 29 persen berdasarkan nilai.
Kinerja Merek dan Perubahan Pasar
Xiaomi mengalami penurunan pasar yang cukup signifikan sebesar 29,3 persen, sementara OnePlus bahkan turun lebih tajam mencapai 38,8 persen. Penurunan ini memberi peluang bagi Realme, Motorola, dan iQOO untuk memperkuat posisi mereka di pasar India. Realme masih menempati posisi keempat dengan pangsa pasar kedudukan yang menurun sekitar 9,5 persen.
Segmen entry-level di bawah $100 menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 18 persen tahun-ke-tahun, didominasi oleh Xiaomi dan Vivo. Motorola menjadi merek dengan pertumbuhan tercepat di kategori ini. Namun, segmen anggaran menengah sebesar $100 hingga $200 mengalami penurunan sebesar 8 persen, dengan Vivo, Oppo, dan Motorola berhasil mengambil pangsa pasar melalui model-model seperti Vivo T4X dan Oppo A5.
Tren Premium dan Super Premium
Segmen entry-premium $200 sampai $400 menurun 5 persen, namun Vivo, Samsung, dan Motorola masih menunjukkan pertumbuhan. Motorola Edge 60 Fusion menjadi pemimpin pengiriman di segmen ini.
Segmen mid-premium dengan kisaran harga $400 sampai $600 meningkat pesat sebesar 23 persen, dipimpin oleh Apple, Samsung, dan Oppo. Perangkat seperti iPhone 13, Oppo Reno 13 Pro, dan Samsung Galaxy A56 serta Galaxy S24 berkontribusi besar pada pertumbuhan ini.
Segmentasi premium sebesar $600 hingga $800 mengalami lonjakan 37 persen, dengan Apple menguasai 74 persen pasar. iPhone 16, iPhone 15, dan iPhone 17 menjadi produk andalan. Di segmen super-premium di atas $800, peningkatan sebesar 7 persen didominasi Apple dengan pangsa pasar 63 persen. Samsung juga mencatat pertumbuhan berkat Galaxy S24 Ultra dan Galaxy S25 Ultra.
Dinamika Pasar dan Prediksi 2026
Menurut Upasana Joshi, Senior Research Manager IDC Asia Pacific, pasar smartphone India tetap menunjukkan pertumbuhan nilai 9 persen meskipun volume pengiriman stagnan pada 2025. Namun, kondisi pasar diperkirakan akan mengalami kontraksi volume pada 2026 akibat kekurangan global komponen memori yang luar biasa.
Kenaikan harga yang terjadi di ekosistem Android menjadi sinyal adanya konsolidasi pasar yang membuat skala produksi menjadi sangat penting. Vendor besar harus mampu mengamankan pasokan dan mengelola harga agar tetap kompetitif di pasar India yang berdaya saing tinggi ini.
Rangkuman Performa Merek Smartphone Utama di India 2025
| Merek | Pangsa Pasar (%) | Pertumbuhan/Penurunan (%) | Posisi Pasar |
|---|---|---|---|
| Vivo | 19.3 | Stabil | Peringkat 1 |
| Samsung | 14.1 | Stabil | Peringkat 2 |
| Oppo | 13.3 | Stabil | Peringkat 3 |
| Realme | – | Turun 9.5 | Peringkat 4 |
| Apple | 9.5 (volume), 29 (nilai) | Tumbuh 16 | Peringkat 5 |
| Xiaomi | – | Turun 29.3 | Penurunan signifikan |
| OnePlus | – | Turun 38.8 | Penurunan signifikan |
Pertumbuhan segmen premium dan perangkat super-premium menjadi kekuatan utama pertumbuhan nilai pasar di India. Dominasi Apple di segmen kelas atas menunjukkan permintaan tinggi akan produk-produk premium yang berkembang di kalangan konsumen India.
Sementara itu, pasar entry level dan mid-tier menghadapi tekanan harga dan penurunan volume, menyebabkan vendor harus lebih inovatif dalam menawarkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen dan daya beli.
Pengamatan IDC mengindikasikan bahwa pasar smartphone India akan memasuki fase konsolidasi dan penyesuaian strategi pemasaran untuk menghadapi tekanan ekonomi dan pasokan komponen. Para produsen diharapkan fokus pada penguatan segmen premium dan mengoptimalkan rantai pasok agar bisa bertahan dalam kompetisi ketat yang terus berkembang di pasar smartphone terbesar kedua dunia ini.





