Samsung kembali menunjukkan kemajuan besar dalam teknologi prosesor grafis dengan Exynos 2600 yang akan digunakan di beberapa model dasar Galaxy S26. Prosesor ini mencatat skor ray tracing tertinggi dalam pengujian Basemark In Vitro 1.0, menandingi prosesor grafis terkemuka saat ini.
Exynos 2600 membanggakan GPU Xclipse 960 yang menggunakan teknologi ray tracing RDNA 4 dari AMD. Teknologi ini sama dengan yang diaplikasikan pada kartu grafis generasi terbaru AMD, menjadikan performa grafis Exynos 2600 semakin kompetitif di pasar ponsel kelas atas.
Skor Ray Tracing Unggul di Kelasnya
Dalam uji ray tracing yang dilakukan Basemark In Vitro 1.0, Xclipse 960 dari Exynos 2600 berhasil meraih 8.321 poin. Angka ini lebih tinggi 8% dibandingkan skor Adreno 840 yang ada pada Snapdragon 8 Elite Gen 5. Selain itu, Exynos 2600 juga unggul 17% atas Mali-G1-Ultra yang digunakan MediaTek Dimensity 9500.
Perbandingan skor ini mempertegas keunggulan Exynos 2600 khususnya dalam pemrosesan grafis yang berat seperti ray tracing, yang saat ini menjadi salah satu tolok ukur utama dalam pengukuran kualitas visual di perangkat mobile.
Teknologi RDNA 4 dari AMD Membawa Keunggulan
Xclipse 960 yang menjadi otak grafis pada Exynos 2600 mengimplementasikan teknologi RDNA 4 milik AMD. RDNA 4 dikenal efisien dan mampu memberikan performa visulisasi yang sangat realistis dengan penggunaan daya yang optimal.
Dengan mengadopsi teknologi ini, Samsung mengakselerasi kualitas grafis yang dapat dihadirkan pada perangkat mobile, menempatkan Galaxy S26 lebih unggul secara visual dibandingkan kompetitor utamanya.
Performa CPU Masih Di Bawah Snapdragon
Meskipun unggul pada performa grafis, Exynos 2600 dikabarkan masih tertinggal dari Snapdragon dalam pengujian single-core CPU. Hal ini menunjukkan bahwa walau grafis Exynos sangat mumpuni, aspek pemrosesan utama seperti kecepatan inti CPU masih menjadi tantangan.
Fakta ini mengingatkan bahwa prosesor ponsel modern harus seimbang dalam berbagai sektor, tidak hanya grafis, agar dapat memberikan pengalaman pengguna optimal secara menyeluruh.
Target Pasar dan Ketersediaan
Samsung diprediksi akan menyematkan Exynos 2600 pada varian dasar Galaxy S26 untuk beberapa wilayah tertentu. Hal ini sejalan dengan strategi mereka yang sebelumnya memisahkan penggunaan chipset Exynos dan Snapdragon berdasarkan pasar regional.
Para penggemar teknologi dan gamer mobile akan mendapatkan manfaat nyata dari peningkatan grafis ray tracing ini, terutama untuk game dan aplikasi yang memanfaatkan kemampuan visual canggih.
Pentingnya Ray Tracing dalam Era Smartphone Kekinian
Ray tracing semakin menjadi fitur penting di smartphone flagship karena dapat meningkatkan kualitas bayangan, pantulan, dan pencahayaan secara realistis. Keunggulan Exynos 2600 di sektor ini memastikan Samsung mampu bersaing dengan kompetitor utama seperti Qualcomm dan MediaTek.
Dengan skor ray tracing tertinggi di kelasnya, Galaxy S26 bermodalkan Exynos 2600 berpotensi menjadi ponsel pilihan bagi konsumen yang mengutamakan performa grafis untuk pekerjaan berat maupun hiburan.
Tabel Perbandingan Skor Ray Tracing Basemark In Vitro 1.0
| Prosesor | GPU | Skor Ray Tracing | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Exynos 2600 | Xclipse 960 | 8.321 | Teknologi RDNA 4 AMD |
| Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Adreno 840 | ≈7.700 | – |
| MediaTek Dimensity 9500 | Mali-G1 Ultra | ≈7.100 | – |
Skor di atas menggarisbawahi posisi Exynos 2600 sebagai pemimpin dalam ray tracing untuk chip smartphone terbaru saat ini.
Dengan teknologi ini, Samsung memperkuat posisi Galaxy S26 sebagai perangkat yang siap mendukung berbagai kebutuhan visual dan gaming tingkat lanjut. Ke depannya, diharapkan optimasi lebih lanjut dapat mengatasi kekurangan pada sisi CPU agar performa keseluruhan semakin seimbang.





