Sony Hentikan Penjualan Blu-ray Recorder Februari 2026, Akhiri Era Media Optik Rekam secara Global

Sony memastikan akan menghentikan penjualan seluruh model Blu-ray recorder dengan pemutar terintegrasi mulai Februari 2026. Langkah ini menjadi tanda resmi keluarnya Sony dari segmen perangkat media optik rekam yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.

Keputusan tersebut tidak mencakup Blu-ray player standar maupun UHD Blu-ray player, yang bakal tetap diproduksi oleh Sony. Hal ini menandakan Sony masih melihat kebutuhan untuk perangkat pemutar cakram fisik di era dominasi layanan streaming.

Alasan Penghentian Blu-ray Recorder

Sony sebelumnya sempat memberikan sinyal akan mengakhiri produksi Blu-ray recorder dan format cakram optik lainnya. Mereka menyatakan pasar cold storage atau penyimpanan data secara fisik tidak berkembang seperti yang diharapkan. Kondisi ini menekan Sony untuk berhenti fokus di lini produk tersebut.

Pada Januari 2025, Sony telah memastikan penarikan diri dari bisnis media rekam seperti MiniDisc, MD data, hingga kaset MiniDV. Sony menegaskan tidak akan meluncurkan model penerus untuk lini perangkat rekam fisik ini.

Model Blu-ray Recorder yang Dihentikan

Sony mengumumkan penghentian pengiriman semua model Blu-ray recorder secara bertahap setelah Februari 2026. Beberapa perangkat yang lebih dulu dihentikan antara lain:

  1. BDZ-ZW1900 (rilis 2024)
  2. BDZ-FBT4200 (rilis 2023)
  3. BDZ-FBT2200 (rilis 2023)
  4. BDZ-FBW2200 (rilis 2023)

Pemberhentian ini hanya berlaku untuk perekam Blu-ray dengan pemutar terintegrasi. Sementara itu, model pemutar Blu-ray reguler tetap diproduksi.

Tren Industri dan Penghentian Blu-ray oleh Kompetitor

Sony bukan satu-satunya merek besar yang meninggalkan pasar perangkat perekam atau pemutar Blu-ray. Oppo sudah berhenti menjual Blu-ray player sejak 2018. Samsung mengakhiri produksi Blu-ray player sekitar tahun 2019. LG juga mengikuti tren dengan mengakhiri produksi perangkat pemutar Blu-ray pada 2024.

Perubahan ini merefleksikan pergeseran preferensi konsumen dari media fisik ke streaming digital. Platform seperti Netflix dan Disney+ mendominasi konsumsi hiburan modern, membuat kebutuhan perangkat pemutar media disk fisik menurun drastis.

Kelebihan Blu-ray Dibanding Streaming

Meski streaming semakin populer, Blu-ray masih dipandang memiliki keunggulan dari segi kualitas gambar dan audio. Bitrate 4K Ultra HD Blu-ray mencapai hingga 128 Mbps, sangat tinggi dibandingkan rata-rata bitrate streaming 15-25 Mbps. Hal ini memungkinkan Blu-ray memberikan kualitas visual dan audio yang jauh lebih jernih dan minim kompresi.

Pengguna yang mengutamakan pengalaman menikmati film dengan kualitas maksimal atau kolektor tetap melihat Blu-ray sebagai opsi yang relevan.

Dampak bagi Konsumen dan Penggemar Media Fisik

Dengan dihentikannya penjualan Blu-ray recorder, pengguna yang ingin merekam atau membuat salinan cakram Blu-ray akan terbatas pilihannya. Namun bagi konsumen yang hanya membutuhkan pemutar, Sony dan beberapa produsen lain masih menyediakan opsi Blu-ray player standar.

Penghentian ini juga mengarah pada penurunan investasi inovasi pada perangkat penyimpanan fisik. Industri nampaknya semakin memusatkan perhatian pada solusi digital dan cloud untuk penyimpanan dan distribusi hiburan.

Sony tetap mempertahankan lini Blu-ray player non-rekam untuk melayani kebutuhan pemutaran fisik yang masih ada. Langkah ini mempertimbangkan loyalitas pengguna dan segmen pasar yang belum sepenuhnya hijrah ke streaming.

Ringkasan Perkembangan Terbaru

  • Sony berhenti jual Blu-ray recorder mulai Februari 2026.
  • Penghentian untuk perekam Blu-ray dengan pemutar terintegrasi, tidak untuk Blu-ray player standar.
  • Model Blu-ray recorder keluaran 2023 dan 2024 sudah dihentikan duluan.
  • Oppo, Samsung, dan LG sudah lebih dulu mundur dari bisnis pemutar Blu-ray.
  • Blu-ray masih unggul kualitas dibanding streaming meski pasar beralih ke digital.

Dengan keputusan ini, Sony menegaskan arah bisnisnya yang lebih fokus pada teknologi hiburan masa depan sambil mengurangi investasi pada produk media optik rekam yang menurun peminatnya. Namun penghentian ini tidak menghapus peran Blu-ray sebagai media fisik unggulan untuk kualitas audio dan video premium yang masih dihargai sebagian penggemar.

Baca selengkapnya di: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button