
Samsung mengumumkan perubahan signifikan pada kamera depan Galaxy S26 Ultra dengan beralih dari sensor ISOCELL buatan sendiri ke sensor kustom dari Sony. Meskipun resolusi tetap di 12 Megapiksel, sensor baru ini menawarkan sudut pandang (field of view) yang lebih luas yakni mencapai 85 derajat.
Perubahan ini bertujuan untuk memperbaiki pengalaman pengguna dalam mengambil selfie kelompok dan meningkatkan stabilisasi video digital. Dengan sudut pandang yang lebih luas, pengguna bisa menangkap lebih banyak objek dalam satu frame tanpa memerlukan alat bantu tambahan seperti tongkat narsis.
Spesifikasi Sensor Sony pada Kamera Depan
Sensor Sony terbaru yang digunakan memiliki ukuran piksel sebesar 1.12µm dan bukaan lensa f/2.2. Teknologi ini memungkinkan penangkapan cahaya lebih banyak hingga 15% dibandingkan sensor sebelumnya. Hal tersebut secara langsung menurunkan tingkat noise saat memotret dalam kondisi minim cahaya.
Selain hardware, Galaxy S26 Ultra dilengkapi dengan fitur AI canggih bernama Galaxy AI berbasis ProVisual Engine generasi terbaru. Sistem ini mampu mengenali tekstur kulit, helai rambut, hingga mata secara terperinci. Fitur AI juga memberikan efek bokeh natural dan presisi.
Fitur lainnya termasuk AI Noise Reduction yang dapat bekerja secara real-time saat melakukan panggilan video di lingkungan gelap. Teknologi ini mengoptimalkan kualitas gambar sehingga pengguna tetap mendapat hasil visual terbaik saat live streaming atau video call.
Perbandingan dengan Kamera Depan Generasi Sebelumnya
Desain lubang kamera (punch-hole) pada layar Galaxy S26 Ultra diprediksi sedikit lebih besar karena sistem optik yang lebih kompleks dari sensor Sony. Meski demikian, Samsung menghadirkan Privacy Display Layer pada panel OLED untuk menyamarkan keberadaan kamera saat tidak aktif.
Fitur video mendukung perekaman dengan resolusi 4K pada 60fps plus standar HDR10+. Dengan sistem operasi One UI 8.5 berbasis Android 16, kamera depan menghadirkan Auto-Framing yang secara otomatis melakukan crop dan zoom mengikuti subjek saat merekam live streaming.
Auto-Framing meningkatkan interaksi live dengan menjaga fokus pada pengguna meski bergerak dinamis di depan kamera. Hal ini sangat membantu vlogger dan pengguna aktif media sosial yang mengandalkan kualitas video selfie.
Dampak Strategis Perubahan Sensor ke Sony
Dengan mengadopsi sensor kustom Sony, Samsung menegaskan fokus pada efisiensi sensor dan kecerdasan komputasi dibandingkan hanya mengandalkan angka megapiksel. Pendekatan ini mencerminkan tren industri smartphone yang menekankan kualitas visual melalui integrasi perangkat keras dan perangkat lunak.
Galaxy S26 Ultra akan menjadi pilar utama ekosistem Samsung tahun ini, bersanding dengan teknologi terbaru seperti chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang mengoptimalkan pemrosesan gambar. Artinya, kombinasi sensor Sony dan AI terbaru menjanjikan kualitas foto dan video depan yang lebih unggul.
Dukungan fitur AI dalam One UI 8.5 menghadirkan pengalaman kamera depan yang lebih adaptif dan pintar. Ini memudahkan pengguna dalam berbagai situasi pemotretan maupun perekaman, seperti group selfie, low-light shooting, hingga live streaming.
Bagi para penggemar teknologi, pendaftaran pre-reserve untuk Galaxy S26 Ultra sudah dibuka di situs resmi Samsung Indonesia. Perubahan sensor ke Sony bukan hanya peningkatan hardware, melainkan juga langkah strategis Samsung untuk menonjolkan keunggulan komputasi visual di pasar smartphone kelas atas.





