Android selama ini dikenal memiliki sistem face unlock berbasis kamera depan 2D yang lebih sederhana dan rentan dibobol menggunakan foto atau video. Sementara Apple sudah lama unggul dengan Face ID yang memakai pemindaian wajah 3D menggunakan teknologi inframerah dan dot projector sehingga jauh lebih aman.
Namun, kabar terbaru menunjukkan Google tengah mengembangkan teknologi face unlock tingkat lanjut yang diklaim akan menyamai kemampuan Face ID iPhone. Proyek ini dikenal dengan nama "Project Toscana" dan menjadi terobosan besar bagi sistem keamanan biometrik Android.
Masalah Face Unlock Android Saat Ini
Sebagian besar ponsel Android saat ini hanya mengandalkan kamera selfie biasa untuk membuka kunci layar. Sistem ini hanya memindai wajah dua dimensi, sehingga mudah dibohongi oleh foto cetak atau video. Selain itu, face unlock 2D gagal berfungsi optimal dalam kondisi minim cahaya dan tidak memenuhi standar keamanan untuk transaksi pembayaran digital seperti Google Pay.
Di sisi lain, Face ID Apple menggunakan tiga komponen utama: dot projector memancarkan sekitar 30.000 titik cahaya inframerah untuk membentuk peta wajah 3D, kamera inframerah untuk membaca kedalaman wajah, dan flood illuminator agar tetap bekerja di gelap. Alhasil, sistem ini menawarkan tingkat keamanan 1 banding 1 juta, jauh lebih aman dibandingkan sensor sidik jari konvensional.
Project Toscana: Teknologi Face Unlock 3D Tanpa Notch
Yang membuat Project Toscana unik adalah rencana Google untuk mengintegrasikan teknologi pemindaian wajah 3D tanpa perlu modul kamera menonjol atau notch besar. Google tengah mengeksplorasi dua pendekatan dalam proyek ini:
-
Proyektor Inframerah Terintegrasi di Balik Layar OLED
Google ingin menanamkan emitter inframerah dan sensor kedalaman langsung di bawah panel OLED. Pendekatan ini memungkinkan pemindaian wajah 3D tanpa komponen fisik yang mencolok sehingga layar tetap penuh dan estetis. Sistem ini menyerupai rumor teknologi Face ID Apple generasi terbaru yang juga berupaya menyembunyikan sensor di balik layar. - Radar Soli Miniatur untuk Deteksi Wajah 3D
Alternatif kedua adalah menghidupkan kembali teknologi radar Soli yang pernah digunakan di Pixel 4 untuk deteksi gerakan tangan. Kini, teknologi ini diperkecil dan dioptimalkan agar dapat memetakan bentuk wajah secara presisi bahkan dalam kegelapan total. Radar Soli mengukur jarak dengan mikrodetik sehingga memiliki potensi untuk mendeteksi kedalaman wajah secara akurat.
Target dan Implikasi Peluncuran
Sumber internal menyebut fitur face unlock 3D ini kemungkinan akan debut pada Google Pixel 11 dan Pixel 11 Pro yang direncanakan rilis akhir tahun ini. Fitur ini diharapkan menawarkan keunggulan sebagai berikut:
- Desain tanpa notch atau punch-hole besar yang mengganggu tampilan
- Keamanan tinggi untuk autentikasi pembayaran di Google Wallet
- Sistem anti-spoofing yang mampu mengidentifikasi wajah asli, bukan foto atau video
- Responsif dalam berbagai kondisi pencahayaan, termasuk situasi gelap total
Selain smartphone, Google juga tengah mengembangkan teknologi serupa untuk Chromebook. Namun, rilis di perangkat laptop akan lebih lambat akibat tantangan desain dan regulasi daya.
Tantangan yang Perlu Diatasi Google
Meskipun menjanjikan, Project Toscana menghadapi beberapa hambatan utama:
- Biaya Produksi: Sensor inframerah bawah layar saat ini masih mahal dan rumit diproduksi massal.
- Regulasi Global: Penggunaan teknologi radar seperti Soli dibatasi di sejumlah negara sehingga distribusi produk bisa terganggu.
- Penggunaan Energi: Pemindaian 3D secara terus-menerus berpotensi menguras baterai secara signifikan.
- Kompatibilitas Aplikasi: Developer perlu menyesuaikan API untuk mendukung autentikasi biometrik baru ini agar dapat diintegrasikan dengan berbagai aplikasi.
Jika sejumlah tantangan tersebut berhasil diatasi, Android akan memiliki fitur keamanan biometrik yang benar-benar sebanding dengan Face ID.
Apa Dampaknya bagi Pengguna Android?
Kehadiran face unlock 3D ini akan memberikan kemudahan dan keamanan lebih bagi pengguna. Autentikasi wajah bisa dilakukan secara cepat tanpa perlu menyentuh ponsel. Sistem yang lebih aman berarti pengguna tidak perlu khawatir dibohongi oleh foto selfie atau video. Selain itu, ponsel Android bisa tampil lebih elegan tanpa modul kamera menonjol sehingga mendukung desain layar penuh yang modern.
Dengan teknologi ini, pengalaman pengguna Android semakin mendekati standar premium yang selama ini hanya dimiliki iPhone. Ini juga membuka peluang baru bagi ekosistem Google dalam hal transaksi digital dan keamanan data pribadi.
Google bergerak untuk menyempurnakan biometrik wajah di Android dan menghadirkan teknologi baru yang inovatif dan aman. Project Toscana mungkin akan menjadi tonggak sejarah penting yang mengubah wajah autentikasi di perangkat Android ke depan.





