
Samsung SDI berencana menjual sebagian sahamnya di Samsung Display sebagai strategi memperkuat investasinya dalam bisnis baterai. Langkah ini diambil untuk mengamankan sumber dana yang diperlukan guna memperluas kapasitas dan teknologi baterai, terutama di bidang Energy Storage System (ESS) dan baterai all-solid-state.
Perusahaan yang memiliki 15,22 persen saham di Samsung Display ini menghadapi tantangan finansial akibat penurunan penjualan baterai kendaraan listrik. Pada tahun sebelumnya, Samsung SDI mencatat kerugian lebih dari 1 triliun won. Penjualan saham tersebut diperkirakan bukan semata untuk stabilisasi keuangan, melainkan untuk mendukung rencana ekspansi dan inovasi.
Rencana Penjualan Saham dan Penguatan Investasi
Samsung SDI sudah menginformasikan rencana penjualan saham Samsung Display ke dewan direksi. Total nilai saham yang akan dijual diperkirakan mencapai sekitar 10 triliun won. Namun, detail penting seperti siapa calon pembeli, skala transaksi, persyaratan, dan jadwal masih dalam tahap pembahasan oleh Komite Manajemen Keberlanjutan yang terdiri atas direksi independen.
Menurut pernyataan resmi Samsung SDI, semua aspek terkait transaksi akan ditinjau secara cermat sebelum mendapat persetujuan dewan. Ini menunjukkan bahwa keputusan ini sangat strategis dan dipertimbangkan secara matang demi kelanjutan bisnis.
Fokus pada Pengembangan Energy Storage System (ESS)
Samsung SDI tengah berupaya memperkuat lini produk ESS dengan peluncuran dan pengembangan berbagai jenis baterai. Di antaranya adalah baterai berbasis nikel (SBB 1.7) dan berbasis lithium iron phosphate (LFP) (SBB 2.0). Ekspansi ini mencerminkan komitmen untuk memenuhi kebutuhan pasar penyimpanan energi yang terus bertumbuh, terutama di sektor energi terbarukan.
Di Amerika Serikat, Samsung SDI memodifikasi lini produksi StarPlus Energy, joint venture dengan Stellantis, dari baterai kendaraan listrik menuju produksi baterai ESS. Kondisi tersebut didukung dengan rencana Stellantis yang akan keluar dari kemitraan ini. Samsung SDI berpotensi mengambil alih 49 persen saham milik Stellantis untuk memperkuat pengendalian atas bisnis ESS di pasar penting ini.
Ekspansi Produksi dan Teknologi di Eropa
Di Eropa, Samsung SDI mempersiapkan konversi sebagian pabriknya di Hungaria menjadi fasilitas produksi baterai LFP. Upaya ini mendukung diversifikasi produk serta peningkatan kapasitas manufaktur yang lebih ramah lingkungan dan efisien biaya.
Selain itu, Samsung SDI berambisi memulai komersialisasi baterai all-solid-state pada tahun 2028. Teknologi ini menjanjikan keamanan lebih tinggi, kapasitas penyimpanan lebih besar, dan masa pakai yang lebih panjang. Baterai jenis ini diprediksi akan memainkan peranan penting dalam pengembangan produk masa depan seperti robot humanoid dan perangkat elektronik canggih lainnya.
Strategi Jangka Panjang Samsung SDI
Dengan langkah ini, Samsung SDI menyiratkan target strategis untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama di industri baterai global. Penjualan saham di Samsung Display memungkinkan perusahaan mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif pada riset dan pengembangan teknologi baterai mutakhir.
Selain ekspansi fisik fasilitas produksi, pengembangan baterai solid-state juga menjadi kunci revolusi teknologi dan inovasi. Samsung SDI tampaknya fokus pada penciptaan produk yang bukan hanya kompetitif di pasar EV, tetapi juga pada sektor energi yang lebih luas dan masa depan teknologi robotik.
- Menjual saham Samsung Display senilai sekitar 10 triliun won
- Memperkuat modal untuk pengembangan ESS dan baterai all-solid-state
- Mengkonversi lini produksi StarPlus Energy di AS dari baterai EV ke ESS
- Potensi pengambilalihan saham Stellantis sebesar 49 persen dalam StarPlus Energy
- Memasuki produksi baterai LFP di pabrik Hungaria
- Merencanakan komersialisasi baterai all-solid-state pada 2028
Investasi dan transformasi bisnis baterai oleh Samsung SDI menjadi indikasi kuat bagaimana perusahaan mengantisipasi perubahan industri energi dan otomotif. Dana hasil penjualan saham akan menjadi sumber kekuatan utama dalam mempercepat inovasi dan melayani permintaan pasar yang semakin dinamis di masa depan.



