
Google baru saja merilis Pixel 10a, smartphone kelas menengah yang membawa pendekatan lebih ramah lingkungan ketimbang pendahulunya, Pixel 9a. Perangkat ini tampil dengan berbagai peningkatan pada aspek keberlanjutan tanpa meninggalkan ciri khas spesifikasi yang hampir serupa dengan model sebelumnya.
Pixel 10a menjadi seri pertama Pixel yang memakai material daur ulang signifikan. Material seperti kobalt, tembaga, emas, dan tungsten digunakan dengan minimal komposisi 36 persen berdasar bobot. Rangka aluminium menggunakan 100 persen bahan daur ulang, sementara bagian belakang terbuat dari plastik yang 81 persen berasal dari daur ulang. Google juga menerapkan pengemasan tanpa plastik guna mendukung kelestarian lingkungan.
Spesifikasi Dapur Pacu
Secara performa, Google memilih chipset Google Tensor G4 yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 4nm oleh Samsung. Chipset ini sama dengan yang dipakai pada Pixel 9a dan seri Pixel 9 lainnya. RAM yang dibenamkan sebesar 8GB dengan opsi penyimpanan internal 128GB dan 256GB. Artinya, secara spesifikasi inti, Pixel 10a tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan.
Pixel 10a hadir dengan sistem operasi Android 16 yang sudah terpasang sejak awal. Google menjamin pembaruan OS dan keamanan diberikan hingga tujuh tahun kedepan. Pembaruan ini termasuk fitur baru dalam pembaruan Pixel Drop yang rutin diberikan Google untuk perangkat Pixel.
Layar dan Desain
Smartphone ini menggunakan layar Actua seluas 6,3 inci. Kecerahan puncaknya meningkat sampai 3.000 nits, lebih tinggi dibanding Pixel 9a yang hanya 2.700 nits. Untuk perlindungan layar, Google mengganti kaca Gorilla Glass lama dengan Gorilla Glass 7i yang lebih tahan gores dan mampu bertahan dari benturan jatuh dengan ketinggian sampai 1 meter.
Desain fisik Pixel 10a tetap mirip dengan Pixel 9a dengan modul kamera yang nyaris rata alias flush. Ini menjadi salah satu hal unik di pasar smartphone yang kini sudah jarang menggunakan desain modul kamera seperti ini. Selain itu, ponsel ini tetap mengantongi sertifikat IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air.
Kamera dan Fitur AI
Kamera utama Pixel 10a masih mengusung konfigurasi 48 MP untuk lensa utama dan 13 MP untuk lensa ultra-wide. Google fokus meningkatkan kualitas foto lewat pengolahan berbasis kecerdasan buatan (AI). Beberapa fitur AI yang disematkan adalah Camera Coach untuk memberikan panduan memotret menggunakan Gemini AI dan fitur Auto Best Take yang dapat memilih ekspresi terbaik dalam foto grup.
Fitur Add Me memungkinkan pengguna digabungkan ke dalam foto kelompok secara otomatis. Integrasi asisten suara Gemini dan Gemini Live sebagai teknologi AI juga menjadi nilai tambah yang kompetitif di segmen smartphone menengah.
Baterai dan Pengisian Daya
Pixel 10a dibekali baterai berkapasitas 5.100 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 30 jam pemakaian normal dalam satu kali pengisian daya. Pengisian daya kabel mengalami peningkatan kecepatan dari 23W menjadi 30W. Pengisian nirkabel juga naik dari 7,5W menjadi 10W.
Meski demikian, model ini tidak mendukung aksesoris magnetik seperti Pixelsnap yang tersedia pada lini Pixel 10 lainnya. Google menawarkan casing resmi dengan 36 persen bahan plastik daur ulang yang warnanya disesuaikan dengan pilihan warna ponsel.
Pilihan Warna dan Harga
Pixel 10a hadir dalam empat pilihan warna yakni Fog (hijau muda), Obsidian, Berry, dan Lavender. Warna Fog menggantikan warna Porcelain yang ada pada Pixel 9a sebelumnya. Di Amerika Serikat, Pixel 10a dijual mulai dari harga USD 499, atau sekitar Rp 8 jutaan.
Sayangnya, Google tidak merilis Pixel 10a secara resmi di Indonesia. Bagi konsumen yang berminat, mereka harus membelinya melalui negara tetangga atau pasar internasional.
Kesimpulannya, Pixel 10a menawarkan pembaruan yang lebih mengutamakan aspek keberlanjutan dan daya tahan dibandingkan peningkatan performa. Spesifikasi yang hampir mirip dengan Pixel 9a tetap didukung dengan teknologi AI terbaru dan peningkatan fitur layar serta pengisian daya. Pendekatan ini memungkinkan Google memberikan pilihan smartphone kelas menengah yang lebih ramah lingkungan dan mudah diperbaiki, sesuai tren industri yang tengah berkembang saat ini.
Baca selengkapnya di: inet.detik.com



