Berkat program OPPO Campus Influencer, OPPO Indonesia berhasil memperoleh penghargaan bergengsi detikcom Awards 2025. Penghargaan ini diberikan dalam kategori Kontribusi Teknologi untuk Generasi Muda, khususnya yang berfokus pada Community atau Campus Community. Program ini menunjukkan bagaimana OPPO tidak hanya menghadirkan produk teknologi terbaru, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan diri bagi mahasiswa di berbagai kota.
OPPO Campus Influencer dirancang sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan keterampilan digital bagi mahasiswa. Melalui program ini, peserta mendapat pengalaman praktik langsung dalam content creation, manajemen acara, serta personal branding. “Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada teknologi, tetapi juga dibekali pengalaman konkret yang dapat digunakan sebagai modal profesional,” ujar Denna Sesha Audria, Public Relations OPPO Indonesia.
Program yang dijalankan secara hybrid di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, dan Malang ini memberikan akses luas bagi mahasiswa dari berbagai kampus. Peserta mengikuti pelatihan mentoring intensif dan workshop media digital yang meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan konten berkualitas. Selain itu, OPPO juga memberikan perangkat terbaru, honorarium, dan sertifikat yang mendukung aktivitas peserta selama program berlangsung.
Keunggulan program ini adalah keluaran yang nyata dan aplikatif seperti portofolio digital dan karya kreatif yang menjadi modal penting bagi mahasiswa memasuki dunia kerja. OPPO mengakui bahwa dalam era digital, soft skill mahasiswa sama pentingnya dengan kecakapan akademis. “Kami melihat mahasiswa sebagai penggerak tren sosial dan opinion leader yang bisa turut berkontribusi pada ekosistem digital yang edukatif dan inklusif,” tambah Denna.
Kontribusi OPPO melalui Campus Influencer tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga membangun kemampuan kepemimpinan dan kreativitas generasi muda. Hal ini tercermin dari penghargaan yang diterima pada seremoni di Hotel Westin, Jakarta. Pencapaian ini mempertegas posisi OPPO sebagai pelopor inovasi yang tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada kemajuan sosial melalui pendidikan digital.
Detikcom Awards 2025 merupakan pengakuan atas konsistensi OPPO membangun ekosistem yang mampu memberdayakan mahasiswa Indonesia agar siap bersaing di industri kreatif digital. Program ini menjadi contoh nyata bahwa perusahaan teknologi bisa menjalankan tanggung jawab sosial yang bermanfaat luas. Support berupa fasilitas lengkap dan pembinaan intensif membuka peluang lebih besar bagi talenta digital muda untuk berkembang.
Berikut ini ringkasan manfaat program OPPO Campus Influencer:
1. Pelatihan dan mentoring intensif dalam content creation dan event management
2. Akses ke perangkat teknologi terbaru dari OPPO
3. Pengembangan soft skill dan pengalaman dalam personal branding
4. Kesempatan membangun portofolio digital profesional
5. Sertifikat dan honorarium sebagai bentuk apresiasi bagi peserta
6. Koneksi dengan jaringan komunitas mahasiswa di beberapa kota besar
OPPO memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan dengan pendekatan inklusif agar lebih banyak mahasiswa dapat berpartisipasi. Program ini juga mengakui peran penting mahasiswa sebagai kreator konten dan opinion leader yang mampu mempengaruhi tren sosial serta gaya hidup masa kini.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pendorong bagi OPPO untuk terus memperkuat inovasi teknologi dengan dampak sosial positif. Langkah strategis OPPO menempatkan generasi muda sebagai fokus utama program pengembangan digital tanpa hanya mengandalkan produk semata. Dengan demikian, OPPO turut berkontribusi pada lahirnya talenta digital Indonesia yang siap menyongsong masa depan.
Secara keseluruhan, OPPO Campus Influencer berhasil menciptakan platform yang memadukan teknologi dan pendidikan praktis bagi mahasiswa. Keberhasilan meraih detikcom Awards 2025 membuktikan bahwa upaya membangun ekosistem digital yang edukatif dan relevan dengan kebutuhan zaman sangat diapresiasi. Program ini menjadi inspirasi bagi pelaku industri lain untuk mengedepankan pengembangan sumber daya manusia melalui teknologi yang inklusif.
