Xiaomi dan Infinix Sukses Geser Samsung Jadi Merek HP Terlaris di Indonesia 2026 Versi Omdia

Xiaomi resmi menjadi merek HP terlaris di Indonesia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data riset dari firma Omdia, Xiaomi berhasil menguasai pasar dengan pangsa sebesar 19 persen.

Posisi kedua ditempati oleh Transsion Group melalui merek Infinix dan Tecno yang menguasai pangsa pasar 18 persen. Transsion memang dikenal kuat di segmen smartphone entry-level di Indonesia.

Samsung, yang selama ini cukup dominan, kini harus puas berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 17 persen. Hal ini menandai penurunan posisi mereka di pasar ponsel dalam negeri.

Merek lain di peringkat empat dan lima adalah Oppo dan Vivo yang masing-masing mendapatkan pangsa 16 persen dan 15 persen. Keduanya adalah anak perusahaan BBK Electronics yang bersaing ketat di pasar Indonesia.

Berikut daftar lengkap 5 merek HP terlaris di Indonesia sepanjang 2025 versi Omdia:

1. Xiaomi – 19 persen
2. Transsion (Infinix dan Tecno) – 18 persen
3. Samsung – 17 persen
4. Oppo – 16 persen
5. Vivo – 15 persen

Secara regional, di Asia Tenggara Samsung justru memimpin pasar dengan pengiriman mencapai 17,9 juta unit atau sekitar 18 persen pangsa pasar. Xiaomi berada di posisi kedua dengan 17 juta unit dan pangsa 17 persen, sementara Transsion mengikuti di urutan ketiga dengan 16,3 juta unit.

Kinerja Samsung di wilayah ini didukung oleh penjualan kuat di negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Peluncuran seri Galaxy A17 juga turut memperkuat posisi mereka di segmen harga terjangkau Indonesia.

Sementara itu, Xiaomi mencatat peningkatan pengiriman sebesar 4 persen dan mempertahankan pangsa pasar 17 persen di Asia Tenggara. Pengiriman tertinggi terjadi di kuartal ketiga tahun 2025, saat hampir semua produk baru diluncurkan.

Manajer Riset Omdia, Chiew Le Xuan, menyebutkan bahwa tekanan biaya membuat merek semakin fokus pada strategi distribusi untuk menjaga margin keuntungan. Contohnya adalah POCO dari Xiaomi yang mencatat pengiriman bulanan tertinggi sepanjang masa pada bulan November 2025.

Strategi ekspansi POCO ke perangkat kelas entry-level dinilai menguntungkan secara finansial dan membantu menahan tekanan harga jual rata-rata. Ini penting mengingat pasar Indonesia didominasi pengguna yang mencari smartphone harga terjangkau.

Dalam konteks persaingan di pasar Indonesia, pendalaman strategi lokal dan penyesuaian produk menjadi kunci sukses bagi para pemain. Xiaomi dan Infinix berhasil unggul berkat pendekatan ini di segmen yang paling besar permintaannya.

Samsung masih tetap menjadi pesaing berat karena kekuatan merek dan jaringan distribusinya, namun harus berhati-hati menghadapi serbuan merek dengan fokus entry-level yang semakin agresif.

Dengan konsistensi peningkatan produk dan strategi harga, Xiaomi berpeluang mempertahankan posisi teratas di Indonesia. Transsion melalui Infinix juga makin memperkuat daya saingnya dalam pasar yang sangat kompetitif ini.

Oleh karena itu, dinamika pasar ponsel di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran signifikan dalam pilihan konsumen ke merek yang menawarkan nilai terbaik di segmen harga menengah ke bawah. Hal ini membuka peluang besar bagi merek-merek dengan strategi tepat untuk terus tumbuh.

Dari sisi konsumen, persaingan ketat antar merek ini memberikan lebih banyak opsi ponsel berkualitas dengan harga kompetitif. Trend tersebut diprediksi akan berlanjut dan mendorong inovasi serta layanan yang lebih baik di tahun mendatang.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version