MTQ XIX Empat Lawang 2026 Resmi Dibuka Joncik Muhammad Tegaskan Visi Madani Untuk Generasi Qur’ani Unggul dan Berakhlak

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Empat Lawang ke-XIX resmi dibuka di Lapangan Bola Talang Jawa. Acara pembukaan berlangsung penuh khidmat dan dihadiri oleh Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad beserta jajaran pejabat daerah.

Kegiatan ini mengusung tema “Mencetak Generasi Al-Qur’an yang Cerdas, Unggul, dan Berakhlakul Karimah”. Tema tersebut menegaskan tujuan utama MTQ sebagai sarana pembinaan nilai spiritual yang kuat di tengah masyarakat. Hal ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kecintaan terhadap kitab suci Al-Qur’an.

Kemeriahan Pawai Ta’aruf dan Kehadiran Kafilah

Pembukaan MTQ diawali dengan Pawai Ta’aruf yang meriah. Kesepuluh kecamatan di Empat Lawang mengikutsertakan kafilah mereka dengan mengenakan busana bernuansa Islami. Parade ini dimulai dari Halaman Polsek Tebing Tinggi menuju lokasi utama acara, menampilkan representasi semangat syiar Islam yang kental di daerah tersebut.

Pawai ini berfungsi sebagai simbol persatuan dan penguatan identitas keagamaan. Kafilah yang datang tidak hanya menunjukkan kesiapan lomba, tetapi juga menggambarkan kebersamaan masyarakat Empat Lawang dalam menjaga tradisi keislaman.

Visi Empat Lawang Madani yang Dikembangkan Bupati Joncik Muhammad

Dalam sambutannya, Bupati Joncik Muhammad menekankan bahwa MTQ bukan hanya soal perlombaan, melainkan juga proses membangun karakter masyarakat. Ia mengenalkan visi “Empat Lawang Madani” yang terinspirasi dari semangat kepemimpinan Rasulullah SAW di Madinah.

Menurut Joncik Muhammad, visi ini bertujuan membumikan al-Qur’an sehingga seluruh aspek kehidupan di Empat Lawang dapat diberkahi. “Kita ingin memastikan bahwa keberkahan Al-Qur’an menaungi setiap jengkal tanah Empat Lawang,” ujarnya tegas.

Bupati juga berharap agar MTQ kali ini dapat melahirkan generasi Hafiz dan Hafizah terbaik. Generasi ini diharapkan mampu mengharumkan nama Empat Lawang bukan hanya di tingkat provinsi dan nasional, tapi juga di panggung internasional.

Sinergi Pemerintah dan Ulama untuk Generasi Qur’ani

Joncik Muhammad menilai sinergi antara pemerintah dan para ulama menjadi kunci sukses dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul. Kolaborasi ini diperlukan untuk menghadirkan lingkungan yang mendukung pengembangan spiritual dan intelektual masyarakat.

Selain itu, Bupati mengingatkan para dewan hakim untuk menjaga objektivitas dan keadilan dalam menilai peserta. Penilaian yang adil menjadi aspek penting agar pemenang benar-benar merupakan wakil terbaik dari setiap cabang lomba.

Secara resmi, pembukaan MTQ ke-XIX ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati didampingi Ketua TP PKK Hj. Hepy Safriani. Momen ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Rangkaian Kegiatan dan Harapan

MTQ XIX Empat Lawang dijadwalkan berakhir setelah tiga hari pelaksanaan. Selama periode ini, berbagai cabang lomba tilawah Al-Qur’an akan digelar dengan peserta dari seluruh kecamatan. Event ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an serta menumbuhkan rasa cinta dan pengamalan nilai-nilainya.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat membawa keberkahan sekaligus menjadi tonggak terciptanya masyarakat yang berakhlakul karimah. Pelaksanaan MTQ juga diharapkan memacu semangat generasi muda untuk mendalami ilmu agama serta menjaga tradisi keislaman Empat Lawang.

Informasi Tambahan

  1. MTQ XIX digelar selama tiga hari, dari tanggal 15 hingga 17 Februari.
  2. Kafilah mewakili 10 kecamatan dengan busana khas bernuansa Islami.
  3. Bupati Joncik Muhammad dan jajaran pejabat teras Empat Lawang hadir langsung.
  4. Tema besar kegiatan adalah mencetak generasi Qur’ani unggul dan berkarakter mulia.
  5. MTQ ke-XIX turut menegaskan sinergi pemerintah dan ulama dalam pembinaan umat.

Dengan pembukaan yang khidmat dan semangat yang menggelora, MTQ XIX Empat Lawang menjadi salah satu momen penting dalam mempertahankan tradisi keagamaan sekaligus memajukan visi “Empat Lawang Madani” di tengah masyarakat.

Exit mobile version