Saya Test 40 Smartphone Setahun NexPhone Tampil Beda Bawa Linux dan Windows 11 Dalam Satu Perangkat

Author: Qoo Media

Inovasi di pasar smartphone saat ini memang terasa stagnan terutama di pasar Amerika Serikat. Namun, di tengah dominasi ponsel seperti Galaxy dan Pixel, muncul perangkat yang menawarkan pendekatan berbeda. NexPhone menjadi sorotan karena mencoba hal baru yang belum dilakukan oleh rival besar tersebut.

Dibandingkan 40 smartphone yang dites setiap tahunnya, NexPhone menawarkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada Android. Smartphone ini menghadirkan kontrol lebih besar bagi penggunanya dengan fitur menarik yang jauh dari sekadar upgrade kamera atau kecepatan prosesor.

Android Biasa Namun Fungsional

NexPhone menjalankan Android dengan antarmuka yang mendekati versi stock. Ini mendapat sambutan positif karena minim bloatware dan fitur AI yang sering dianggap berlebihan. Bootloader ponsel ini juga terbuka, memungkinkan pengguna melakukan modifikasi lebih dalam sesuai kebutuhan.

Meski memakai chipset Qualcomm QCM6490 yang performanya setara Snapdragon 778G, fokus utama bukan pada kekuatan prosesor. Chip ini memang dirancang untuk aplikasi industri dan IoT sehingga mendapat dukungan jangka panjang, bukan sekadar kencang secara spesifik. Hal ini penting untuk fitur-fitur unik NexPhone yang akan dibahas selanjutnya.

Linux di Smartphone, Bukan Sekadar Mode Desktop

Yang membedakan NexPhone adalah kemampuannya menjalankan sistem operasi Linux penuh sebagai aplikasi di Android. NexPhone mengintegrasikan Debian dengan akselerasi hardware, memungkinkan pengguna menikmati aplikasi open source dan workstation lengkap.

Data dan file dapat berpindah dengan mulus antara Android dan Linux karena kedua sistem berbagi folder yang sama. Saat dihubungkan ke monitor eksternal, NexPhone berfungsi layaknya komputer portabel, baik dalam mode Linux maupun Android desktop.

Fitur ini menawarkan kebebasan di luar ekosistem Google dan Samsung DeX yang selama ini mendominasi. Pengguna berpengalaman pun mendapatkan kontrol lebih luas tanpa terjebak pada satu OS atau platform saja.

Antarmuka Metro Kembali Hidup

NexPhone juga menghadirkan skin antarmuka Mobile yang terinspirasi dari Windows Phone dengan konsep Live Tiles. Ini merupakan “kado” bagi pengguna yang merindukan tampilan modern dan personalisasi yang dulu ditawarkan Windows Phone.

Menariknya, ponsel ini bisa menjalankan instalasi penuh Windows 11 on ARM. Meski perlu restart untuk berpindah ke Windows, kemampuan ini menambah nilai multifungsi NexPhone. Layarnya dapat diperluas ke monitor eksternal untuk pengalaman desktop yang produktif.

Dukungan Windows 11 juga menegaskan mengapa chipset Qualcomm QCM6490 dipilih. Ponsel ini bukan sekadar perangkat komunikasi, tetapi juga workstation mobile multi-ekosistem.

Kelemahan dan Potensi Pasar

NexPhone memang bukan untuk semua orang. Bobot 258 gram terasa berat di kantong, dan desain fisiknya cukup sederhana. Kamera dan layar tidak masuk kategori premium. Ada pula keraguan soal manajemen panas dan kinerja Windows 11 di chipset kelas menengah.

Namun, tren perangkat yang dibuat dengan tujuan khusus (purpose-built devices) kini kembali mendapat perhatian. NexPhone tampil sebagai ponsel yang mengusung filosofi ini, meski pasar utamanya adalah segmen niche.

Harga rilis sebesar 550 dollar memberi nilai kompetitif bagi mereka yang mencari perangkat multifungsi dengan fleksibilitas tinggi. Slot microSD juga memastikan kemudahan menyimpan dan mentransfer banyak data tanpa bergantung penuh pada penyimpanan internal.

NexPhone menciptakan peluang baru dalam dunia smartphone yang cenderung homogen. Pendekatan yang memadukan Android, Linux, dan Windows dalam satu perangkat bisa membuka jalan bagi inovasi lebih lanjut. Jika ide ini berhasil, NexPhone mampu menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan sesuatu di luar standar biasa.

Terbaru