
Era ponsel konvensional dengan layar datar diperkirakan akan mulai ditinggalkan oleh konsumen global pada 2026. Data terbaru dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan adanya tren penurunan pengapalan HP non-foldable atau ponsel tanpa layar lipat sebesar 1,4% sepanjang tahun tersebut.
Penurunan ini disebabkan oleh kejenuhan pasar terhadap desain ponsel yang stagnan dan meningkatnya harga akibat kelangkaan komponen. Konsumen kini lebih selektif dalam mengganti perangkatnya. Mereka beralih dari ponsel konvensional ke perangkat dengan inovasi desain dan fungsi yang lebih revolusioner.
Pertumbuhan Pesat Ponsel Lipat
Selain itu, IDC memproyeksikan pertumbuhan sangat signifikan pada segmen ponsel lipat dengan lonjakan pengapalan mencapai 29,7%. Proyeksi ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya di kisaran 6%. Hal ini menunjukkan minat pasar yang kuat terhadap teknologi ponsel lipat.
Salah satu pemacu utama tren ini adalah masuknya iPhone lipat pertama dari Apple yang diprediksi akan menjadi game-changer di akhir tahun 2026. Selain Apple, Samsung juga memperkenalkan inovasi terbaru dengan peluncuran Galaxy Z TriFold yang memiliki desain lipat tiga.
Huawei turut tampil dengan perangkat lipat beroperasi dengan HarmonyOS Next. Perusahaan ini diperkirakan akan mencatatkan hampir dua kali lipat pengapalan ponsel lipat pada tahun yang sama. Ketiga pemain besar ini memperkuat posisi ponsel lipat di pasar global.
Dominasi Sistem Operasi Android di Pasar Ponsel Lipat
IDC memperkirakan sistem operasi Android akan menguasai pangsa pasar ponsel lipat di angka 61%. Apple dengan iOS berada di posisi kedua dengan 22%, dan HarmonyOS Next menyumbang sekitar 17%. Dominasi Android mencerminkan luasnya jaringan ekosistem serta beragam pilihan perangkat yang tersedia.
Meski pasar ponsel lipat masih tergolong niche, nilai industrinya mengalami peningkatan signifikan. Harga jual rata-rata ponsel lipat mencapai tiga kali lipat dibandingkan ponsel konvensional. Ini berkontribusi besar terhadap nilai pasar smartphone global.
Pertumbuhan Industri Smartphone di Masa Depan
Dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 17% hingga 2029, ponsel lipat melampaui pertumbuhan ponsel konvensional yang berada di bawah 1%. Hal ini menandai transisi penting dalam industri ponsel global. Tahun 2026 menjadi titik balik transformasi teknologi komunikasi.
Dari segi inovasi, ponsel lipat menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih variatif. Layar yang dapat dilipat memungkinkan perangkat memiliki ukuran compact saat tidak digunakan dan layar besar saat dibuka. Fitur ini menjadi alasan utama konsumen mulai meninggalkan ponsel konvensional.
Berikut gambaran faktor pendorong tren ponsel lipat yang perlu diketahui:
- Inovasi desain yang menarik – Layar lipat membuka berbagai kemungkinan penggunaan.
- Nilai jual lebih tinggi – Harga yang premium meningkatkan nilai industri smartphone.
- Dukungan ekosistem OS – Android dan HarmonyOS memberi opsi luas bagi konsumen.
- Pemain besar berlomba – Apple, Samsung, dan Huawei mempercepat inovasi dan produksi.
- Kejenuhan ponsel konvensional – Desain monoton membuat konsumen pindah ke teknologi baru.
Perkembangan teknologi ini juga membuka peluang baru bagi para produsen ponsel dan pengembang aplikasi. Mereka harus terus menyesuaikan produk agar sesuai dengan tren layar lipat sebagai standar baru di pasar global.
Wawasan ini memberikan gambaran bahwa pengguna smartphone masa depan akan mengadopsi desain yang lebih fungsional dan dinamis. Desain lipat tidak hanya sekadar tren, tetapi juga merupakan evolusi penting yang mengubah cara kita menggunakan ponsel sehari-hari.
Transformasi ini diperkirakan membawa dampak luas tidak hanya pada penjualan perangkat, tetapi juga pola konsumsi teknologi secara global. Konsumen menjadi lebih bijaksana dalam memilih perangkat yang menawarkan nilai lebih dari sekadar fungsi dasar.
Seiring berkembangnya teknologi, ponsel lipat akan semakin memenuhi kebutuhan komunikatif dan hiburan pengguna. Pengalaman mobile yang ditawarkan ponsel lipat akan menjadi standar dan tolok ukur baru di industri teknologi komunikasi.





