
Resident Evil Requiem menarik perhatian para penggemar game horor, terutama menjelang perilisannya yang semakin dekat. Banyak pecinta gim penasaran, apakah judul terbaru dari Capcom ini bisa berjalan optimal di kartu grafis menengah ke bawah seperti Nvidia RTX 5050. Pertanyaan terkait setting terbaik, performa, dan kehebatan fitur baru seperti DLSS 4 dan Frame Generation menjadi fokus utama sebelum peluncuran.
Benchmark Resident Evil Requiem pada RTX 5050 mengungkapkan data penting soal performa, visual, serta efisiensi hardware kelas entry-level di resolusi 1080p. Uji performa ini dilakukan di berbagai preset grafis, dengan pendekatan berbasis pengalaman linear pada mode third-person dan first-person, memanfaatkan fitur DLSS Quality untuk menjaga kualitas gambar.
Spesifikasi PC Pengujian dan Variabel Tetap
Pengujian Resident Evil Requiem ini menggunakan konfigurasi hardware dengan spesifikasi berikut:
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| CPU | Intel Core i5-12400F Generasi ke-12 |
| GPU | NVIDIA RTX 5050 |
| RAM | 16 GB |
| Sistem | 64-bit, x64-based Processor |
Seluruh pengujian mempertahankan variabel berupa penggunaan DLSS Quality serta pengaktifan fitur strand-based hair pada third-person mode yang memberikan beban lebih berat pada GPU. Perbedaan kecil performa antara perspektif ini dapat dirasakan, terutama saat fitur tersebut aktif.
Performa Preset "Maximum"
Setting grafis maksimal Resident Evil Requiem terbukti sangat menuntut bagi RTX 5050. Dengan path tracing aktif dan semua efek grafis dinyalakan, rata-rata FPS hanya mencapai 30, dengan 1% low menyentuh angka 14 FPS. Performa ini dianggap kurang layak untuk pengalaman bermain yang nyaman, apalagi dalam situasi adegan berat seperti banyak sumber cahaya dan efek fisika kompleks.
Namun, fitur DLSS 4 dan Frame Generation berhasil mengubah hasil uji coba secara signifikan. Setelah Frame Generation diaktifkan hingga 4X, rata-rata FPS melonjak ke 161,7 bahkan sempat menembus 200 FPS. Meski demikian, minimum FPS sempat turun hingga 94 FPS, disertai stutter ringan di adegan kompleks. Rekomendasi terbaik untuk preset ini adalah mematikan path tracing dan menjaga ray tracing di setting High.
Tanpa ray tracing dan dengan preset max, rata-rata FPS mencapai 115 sesuai data dari pengujian, minimum sekitar 96 FPS sehingga masih sangat playable untuk game story-drive seperti ini.
Pengujian Preset "High"
Preset High menjadi titik tengah ideal untuk menggabungkan visual dan performa. Mode ini, dengan path tracing dan tanpa Frame Generation, menghasilkan rata-rata 55 FPS. Mengaktifkan Frame Generation 4X meningkatkan rata-rata FPS menjadi 177 FPS.
Jika tidak mengaktifkan Frame Generation, disarankan tetap menggunakan ray tracing pada setting High untuk performa optimal dan visual memukau. Rata-rata FPS berada di sekitar 88 dengan 1% low di angka 63. Angka ini cukup memadai bagi permainan naratif Resident Evil Requiem di kelas GPU ini.
Tes Preset "Normal"
Pada preset Normal, hasil FPS menunjukkan kemiripan pola. Dengan path tracing aktif tanpa Frame Generation, FPS rata-rata di angka 57, sedangkan minimum 53. Namun, jika Frame Generation diaktifkan, pengalaman gaming lebih stabil dan halus, terutama untuk menjaga FPS rendah di situasi intens.
Menariknya, dengan ray tracing dimatikan, FPS rata-rata melonjak hingga di atas 300. Namun, keterbatasan monitor 180 Hz tetap membatasi pengalaman, sehingga lonjakan FPS ini tidak terlalu berarti untuk pengguna mainstream.
Daftar Performa Preset Rendah
Pengujian Low dan Lowest preset memberi kejutan performa luar biasa pada RTX 5050.
- Preset Low dengan path tracing aktif: FPS kurang dari 60 tanpa Frame Generation.
- Preset Lowest: Rata-rata FPS naik ke 69, minimum 62 tanpa penggunaan Frame Generation.
- Tanpa ray tracing, preset Low rata-rata 161 FPS.
- Preset Lowest tanpa ray tracing, FPS tembus 460, bahkan tanpa Frame Generation.
Pengujian ini menandakan adanya optimalisasi dari sisi developer, sehingga pengguna RTX 5050 masih bisa merasakan pengalaman grafis yang solid di berbagai kondisi.
Rekomendasi Pengaturan Resident Evil Requiem di RTX 5050
- Aktifkan DLSS Quality secara konsisten.
- Gunakan preset High untuk keseimbangan visual dan performa.
- Aktifkan Frame Generation 4X bila mendambakan FPS tinggi.
- Hindari path tracing pada RTX 5050 jika tidak memakai Frame Generation.
- Turunkan preset ke Normal atau Low untuk performa maksimal di monitor dengan refresh rate tinggi.
Resident Evil Requiem menunjukkan kemampuan optimalisasi luar biasa untuk GPU kelas entry-level seperti RTX 5050. Sepanjang pengujian, penggunaan CPU stabil di angka 40% menandakan game ini GPU-bound dan sangat ramah untuk pengguna yang ingin bermain nyaman pada resolusi Full HD tanpa harus berinvestasi pada hardware mahal. Keunggulan inilah yang dinilai menjadi kelebihan utama pada rilis terbaru serial Resident Evil untuk entry-level gamer saat ini.





