Pengiriman Smartphone Anjlok ke Rekor Terendah, Krisis Memori Picu Pergeseran Besar di Pasar Global

Lonjakan permintaan kecerdasan buatan telah menimbulkan tekanan besar pada pasokan chip memori global. Hal ini memicu terjadinya kelangkaan memori yang berdampak pada berbagai industri, termasuk pasar smartphone. International Data Corporation (IDC) memperingatkan bahwa pengiriman smartphone global tahun ini akan mengalami penurunan tajam akibat krisis pasokan chip, sehingga membuat rekor terendah dalam satu dekade terakhir.

Penurunan pengiriman perangkat terjadi di tengah kondisi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya. IDC melaporkan bahwa pengiriman smartphone secara global diperkirakan turun hingga 12,9 persen secara tahunan menjadi sekitar 1,1 miliar unit. Angka ini merupakan volume pengiriman tahunan terendah lebih dari sepuluh tahun terakhir.

Dampak Krisis Memori pada Vendor Smartphone

Krisis memori berdampak signifikan terhadap produsen yang berfokus pada segmen entri atau ponsel kelas bawah. Vendor dengan portofolio produk berharga murah diperkirakan akan menanggung beban kenaikan biaya komponen. Mereka terpaksa harus menaikkan harga jual ke konsumen, sehingga margin keuntungan semakin tertekan.

Francisco Jeronimo selaku Vice President untuk Perangkat Klien Global IDC menyebut bahwa produsen smartphone Android menjadi pihak paling rentan. Jeronimo menegaskan bahwa Apple dan Samsung justru dalam posisi yang lebih kuat menghadapi tantangan krisis pasokan ini. Kedua perusahaan akan mampu bertahan bahkan berpeluang memperkuat dominasi mereka di pasar smartphone dunia.

Kenaikan Harga dan Konsolidasi Pasar

Samsung serta Apple berpotensi memperoleh keuntungan di tengah tekanan berat bagi produsen kelas bawah. Sementara itu, Nabila Popal, Senior Research Director IDC, menggarisbawahi bahwa krisis memori ini bukan sekadar penurunan sementara. Menurut Popal, kondisi ini akan menghasilkan perubahan struktural yang mengubah lanskap vendor dan pola produk di industri smartphone global.

Harga jual rata-rata smartphone tahun ini diproyeksikan naik 14 persen hingga mencapai $523. Kenaikan ini terjadi meski terjadi penurunan jumlah pengiriman secara volume. IDC menilai bahwa segmen smartphone di bawah $100 akan sulit untuk bangkit kembali karena biaya komponen yang terus meningkat. Segmen murah tersebut dikhawatirkan menjadi tidak layak secara ekonomi dan kemungkinan besar akan ditinggalkan oleh sebagian vendor.

Wilayah Paling Terdampak dan Proyeksi Pemulihan

Wilayah yang didominasi penjualan ponsel murah menjadi korban terbesar dari krisis pasokan chip memori. IDC memprediksi wilayah Timur Tengah dan Afrika akan mengalami penurunan tajam hingga 20,6 persen secara tahunan. Tiongkok juga berpotensi mengalami penurunan sekitar 10,5 persen, sedangkan kawasan Asia Pasifik (di luar Jepang dan Tiongkok) bisa turun hingga 13,1 persen.

Popal memperkirakan adanya konsolidasi di pasar smartphone global. Banyak produsen kecil diperkirakan akan tersingkir, sementara vendor besar akan memperkuat posisinya. Konsumen di wilayah dengan daya beli menengah ke bawah kemungkinan besar hanya memiliki sedikit pilihan perangkat karena terbatasnya pasokan dan harga yang melambung tinggi.

Berdasarkan laporan IDC, berikut daftar wilayah dengan proyeksi penurunan pengiriman smartphone terbesar:

  1. Timur Tengah dan Afrika: penurunan 20,6 persen YoY
  2. Asia Pasifik (di luar Jepang dan Tiongkok): penurunan 13,1 persen
  3. Tiongkok: penurunan 10,5 persen

Prediksi Perkembangan Pasar Smartphone ke Depan

Meski situasi masih belum stabil, IDC memprediksi harga chip memori akan mulai stabil pada pertengahan 2027. Namun, industri dianggap tidak akan pernah kembali ke kondisi normal sebelumnya. Pasar di segmen harga murah dipandang akan terus tertekan.

Perbaikan pasar diperkirakan terjadi secara perlahan. IDC memperkirakan pemulihan tipis sebesar 2 persen pada pertengahan 2027, dan pertumbuhan lebih kuat hingga 5,2 persen pada tahun berikutnya. Kondisi ini menjadi tantangan nyata bagi seluruh rantai pasok dan seluruh ekosistem industri smartphone global.

Industri ponsel cerdas kini memasuki fase transformasi besar yang akan berlangsung beberapa tahun ke depan. Vendor dan konsumen diharapkan siap menghadapi perubahan struktural, konsolidasi pemain besar, serta kemungkinan hilangnya perangkat dengan harga super murah dari pasar dunia.

Source: www.gadgets360.com

Berita Terkait

Back to top button