BI Terus Lobi Apple Pusat Agar QRIS Tap Bisa Dinikmati Pengguna iPhone Indonesia, Akankah NFC Terbuka Segera?

Bank Indonesia (BI) tengah melakukan lobi kepada Apple di pusat untuk membuka akses teknologi Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan pengguna iPhone di Indonesia dapat menggunakan fitur QRIS Tap. Hingga kini, pengguna iPhone di Tanah Air masih belum bisa memanfaatkan QRIS Tap yang diluncurkan BI sejak Maret tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kebijakan Apple yang membatasi akses NFC hanya untuk layanan Apple Pay, yang belum tersedia di Indonesia.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih, mengungkapkan bahwa perwakilan Apple Indonesia dan kantor pusatnya sedang melakukan pendalaman terhadap fitur QRIS Tap. BI berharap Apple dapat membuka akses NFC kepada pihak ketiga, seperti yang sudah diterapkan di Uni Eropa. Namun, belum ada kepastian soal kapan fitur QRIS Tap dapat diakses di perangkat iPhone.

Mengenal QRIS Tap dan Manfaatnya

QRIS Tap merupakan metode pembayaran berbasis NFC yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa perlu memindai kode QR menggunakan kamera ponsel. Cukup dengan menempelkan smartphone ke terminal pemindai seperti mesin Electronic Data Capture (EDC), transaksi dapat berlangsung secara cepat dan mudah. QRIS Tap sudah tersedia pada beberapa aplikasi mobile banking dan e-wallet.

Berbeda dengan metode scan QR code konvensional, QRIS Tap khusus dapat digunakan pada perangkat yang mendukung NFC. Artinya, sistem ini memungkinkan pembayaran digital yang lebih praktis dan efisien, terutama di tempat dengan frekuensi transaksi tinggi. Beberapa sektor yang sudah memanfaatkan QRIS Tap mencakup transportasi publik, hotel, restoran, serta ritel modern.

Perkembangan dan Capaian Penggunaan QRIS Tap

Dalam laporan terakhir BI, penggunaan QRIS Tap terus mengalami peningkatan signifikan. Sejak peluncurannya, fitur ini telah memproses lebih dari 475.000 transaksi. Pertumbuhan transaksi secara bulanan (month to month) mencapai sekitar 7,9 persen. Nilai nominal pembayaran juga bertambah dengan pertumbuhan sekitar 6,4 persen bulanan, yang setara dengan Rp 4,6 miliar.

Peningkatan tersebut menunjukan tren positif dalam digitalisasi sistem pembayaran nasional. BI menegaskan bahwa QRIS Tap bagian dari strategi mempercepat adopsi pembayaran digital yang lebih aman dan mudah. Pengembangan interoperabilitas seperti ini menjadi kunci efektivitas ekosistem digital keuangan nasional.

Hambatan pada Platform iPhone dan Upaya BI

Keterbatasan akses NFC pada iPhone menjadi hambatan utama bagi pengguna sistem operasi iOS untuk menggunakan QRIS Tap. Kebijakan Apple yang belum membuka akses NFC untuk pengembang pihak ketiga mengakibatkan fitur ini hanya dimiliki oleh aplikasi Apple Pay, yang belum dirilis di Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan pengguna iPhone harus menunggu lebih lama menikmati kemudahan QRIS Tap.

BI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Apple terkait pembukaan akses NFC. Selain Apple, BI juga berupaya menggandeng mitra lain guna memperluas dukungan perangkat dan aplikasi agar QRIS Tap semakin mudah diakses semua lapisan masyarakat. Langkah ini penting untuk memastikan inklusi keuangan dan percepatan transaksi digital berjalan merata.

Strategi Bank Indonesia dalam Digitalisasi Pembayaran

Sebagai otoritas pembayaran, BI aktif mendorong integrasi teknologi di sektor keuangan. QRIS Tap adalah inovasi yang mendukung visi pembayaran nontunai nasional serta pengurangan penggunaan uang fisik. BI mengandalkan kolaborasi dengan berbagai pelaku industri teknologi finansial hingga produsen perangkat untuk memperluas jangkauan layanan.

Dukungan perangkat terutama dari perusahaan teknologi besar seperti Apple sangatlah penting. Pembukaan akses NFC oleh Apple akan mempercepat adopsi QRIS Tap dan mengoptimalkan ekosistem pembayaran digital nasional. BI juga memastikan berbagai regulasi dan standar keamanan sudah sesuai agar transaksi melalui QRIS Tap aman dan dapat dipercaya.

Langkah Berikutnya bagi Pengguna iPhone

Sampai saat ini, pengguna iPhone di Indonesia belum dapat menggunakan QRIS Tap secara langsung. Mereka masih mengandalkan metode pembayaran digital lain yang tersedia di perangkatnya. Namun, komunikasi intensif antara BI dan Apple serta upaya monitoring kebijakan teknologi terus dilakukan BI agar fitur QRIS Tap dapat segera diakses.

BI mengimbau masyarakat tetap memanfaatkan metode pembayaran digital lain selama fitur QRIS Tap belum tersedia di iPhone. Pengembangan teknologi transaksi digital tetap menjadi fokus utama guna memberikan layanan yang nyaman, cepat, dan terpercaya bagi semua pengguna di Tanah Air.


Dengan berbagai upaya yang dilakukan BI, diharapkan interoperabilitas antara sistem pembayaran nasional dan teknologi perangkat lunak seperti iPhone semakin terpenuhi. Pembukaan akses NFC untuk pihak ketiga oleh Apple menjadi kunci agar QRIS Tap dapat digunakan secara luas di Indonesia. Pemerintah dan BI terus mendorong perkembangan teknologi untuk mempercepat transformasi digital pada sistem pembayaran nasional demi mendukung inklusi keuangan serta kemudahan transaksi sehari-hari bagi masyarakat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button