
Katy Perry menarik perhatian publik dunia teknologi setelah mengunggah tangkapan layar harga langganan Claude, produk AI dari Anthropic, di akun X terverifikasinya. Unggahan tersebut menampilkan gambar dengan emoji hati besar berwarna merah di atas opsi “Pro”, sehingga memberikan sinyal persetujuan atau dukungan terhadap perangkat lunak kecerdasan buatan tersebut.
Aksi ini menjadi sorotan lantaran dilakukan tak lama setelah pemerintah Amerika Serikat memutuskan membatasi penggunaan layanan Anthropic di instansi federal. Pemutusan itu terkait dengan kekhawatiran soal kontrol keamanan serta potensi risiko bagi keamanan nasional, menurut laporan beberapa media terkemuka.
Dukungan Katy Perry di Tengah Kontroversi AI
Dalam gambar yang dibagikan Katy Perry, terlihat dengan jelas halaman “Get more Claude” dengan paket “Pro” yang disorot. Pengaturan langganan yang dipilih memperlihatkan pembelian tahunan dengan biaya $214.99, dan terdapat juga opsi langganan bulanan sebesar $20 dalam tangkapan layar itu.
Fitur utama paket Pro dijelaskan antara lain:
- Mengirim pesan tanpa batas lebih banyak dibanding versi gratis.
- Mendapat akses ke lebih banyak model Claude.
- Dapat mengelola percakapan dan dokumen dengan “unlimited Projects”.
Namun, catatan dalam paket tersebut menyebutkan bahwa tetap ada pembatasan tertentu pada penggunaan layanan, kendati pelanggan Pro mendapatkan lebih banyak manfaat dibanding pengguna gratis.
Fakta Penting Terkait Pelarangan Anthropic
Keputusan pemerintah AS untuk melarang Anthropic digunakan di lembaga federal muncul di tengah perdebatan sengit seputar keamanan model AI. Laporan media seperti Sportskeeda menyebut bahwa larangan ini berkaitan dengan keengganan Anthropic menghapus fitur pengaman AI untuk kepentingan militer atau pengawasan.
Anthropic dengan tegas menyatakan tidak akan menyingkirkan sistem keamanan AI-nya, meskipun diminta oleh pihak militer. Sikap ini memicu ketegangan lebih lanjut dan akhirnya membuat pemerintah mengambil keputusan untuk menghentikan kerja sama dan penggunaan produk Claude di lingkungan birokrasi AS.
Mengapa Postingan Katy Perry Dianggap Penting?
Publikasi unggahan Katy Perry menjadi menarik karena muncul bersamaan dengan dinamika kebijakan pemerintah AS. Banyak pihak menginterpretasikan unggahan ini sebagai bentuk simpatinya terhadap perusahaan AI yang saat ini berada di bawah sorotan pemerintah.
Unggahan tersebut tidak memberikan penjelasan detil dari Perry. Dalam keterangannya hanya terdapat kata “done”, tanpa konteks tambahan tentang motif di balik unggahan tersebut. Namun, sejumlah pengamat menilai tindakan Perry paling tidak menunjukkan gestur mendukung Claude di saat layanan tersebut sedang menghadapi tekanan dari regulator.
Pilihan Langganan Claude untuk Pengguna
Berdasarkan data yang dibagikan, berikut skema harga dan fitur utama layanan Claude oleh Anthropic:
| Tier | Harga | Fitur Utama |
|---|---|---|
| Free | Gratis | Batas fitur, pesan terbatas |
| Pro | $20/bulan atau $214.99/tahun | Lebih banyak pesan, akses model Claude lainnya, unlimited Projects, namun limit tetap berlaku |
| Max | Informasi tidak ditampilkan (mencakup 5x-20x kapasitas Pro) | Diperkirakan memiliki batas penggunaan jauh lebih besar |
Khusus untuk Max, referensi tidak menampilkan harga maupun detail, hanya menyebut peningkatan kapasitas hingga 5 hingga 20 kali lipat dibanding paket Pro.
Isu Etika dan Tren Dukungan Selebritas terhadap AI
Kasus ini menggambarkan makin eratnya hubungan antara dunia hiburan dan teknologi kecerdasan buatan. Kehadiran selebritas besar seperti Katy Perry dalam diskusi AI menunjukkan tren baru di mana sosok publik berani mengekspresikan dukungan terhadap aplikasi teknologi, meskipun di tengah sorotan regulator.
Bagi pengguna dan pengamat AI, momen ini menjadi bukti bahwa isu AI kini sudah melebar ke ranah budaya pop. Dengan regulasi pemerintah yang semakin tegas, dukungan terbuka dari figur publik dinilai dapat mempengaruhi narasi masyarakat, serta meningkatkan daya tarik suatu produk teknologi ke kelompok pengguna yang lebih luas.
Industri kecerdasan buatan tampaknya akan terus diwarnai dinamika antara inovasi teknologi, perhatian publik, dan kebijakan regulator. Dukungan tokoh besar turut memperuncing perbincangan seputar transparansi, etika penggunaan, hingga pembatasan teknologi AI, terutama ketika masalah keamanan nasional dan hak pengguna ikut menjadi faktor utama pengambilan keputusan.
Source: tech.sportskeeda.com








