Pengamat gadget, Herry SW, mengungkapkan bahwa Oppo kian terperosok dalam peringkat market share pasar smartphone Indonesia. Menurutnya, meskipun Oppo mengalami penurunan volume pasar, keuntungan yang diraih perusahaan ini masih cukup besar.
Herry menyatakan, Oppo fokus pada segmen flagship dan produk inovatif seperti smartphone lipat (foldable) dan smartphone gulung (rollable). Keputusan ini membuat volume penjualan menurun, tapi nilai jual produk tetap tinggi karena fitur canggih dan kualitas premium.
Strategi Fokus Segmen Atas
Oppo menggandeng vendor kamera ternama Hasselblad untuk meningkatkan kualitas lensa pada smartphone mereka. Fitur seperti kamera dengan kemampuan edit foto berbasis AI pun menjadi nilai jual utama. Hal ini menegaskan bahwa Oppo lebih menekankan pada kualitas dan nilai produk daripada kuantitas penjualan.
Herry menganggap langkah Oppo ini merupakan strategi bisnis yang menguntungkan. “Meskipun volume terlihat rendah, value produk tetap bagus,” ujarnya. Namun, strategi tersebut juga berdampak pada melempemnya angka market share.
Perbandingan Pasar Asia Tenggara
Laporan riset Omdia menunjukkan Oppo tak hanya turun di Indonesia, tapi juga di pasar Asia Tenggara. Di Filipina dan Vietnam, Oppo kini berada di posisi keempat, tertinggal di belakang merek seperti Transsion, Xiaomi, Samsung, dan Apple. Di Malaysia, posisi Oppo bahkan terpental ke urutan kelima.
Herry menjelaskan, pergeseran ini terjadi karena pemain lain seperti HONOR dan Xiaomi fokus meningkatkan volume penjualan. Sedangkan Oppo dan Vivo lebih mendahulukan margin keuntungan. Hal ini menjelaskan kenapa Oppo yang dulu sempat jadi raja pasar, kini tertinggal.
Peluang Mengulang Kejayaan
Menurut Herry, Oppo masih berpeluang kembali mendominasi pasar jika mereka mau memperbanyak varian entry level. Pasar smartphone kelas bawah di Indonesia sangat besar dan menjadi kunci untuk meningkatkan pangsa pasar. “Kalau Oppo ingin sodium market share tinggi, mereka perlu rajin keluarkan produk entry level,” katanya.
Namun, keputusan ini bergantung dari hitung-hitungan bisnis yang dijalankan Oppo sendiri. Jika margin keuntungan entry level tidak menguntungkan, perusahaan mungkin enggan mengejar volume dengan banyak produk murah.
Dinamika Pasar dan Implikasi
Penurunan pangsa pasar Oppo menunjukkan betapa ketat persaingan di industri smartphone kini. Konsumen Indonesia dan Asia Tenggara kian sensitif terhadap harga dan pilihan produk yang beragam. Merek yang mengutamakan volume bisa lebih cepat berkembang, sementara yang fokus pada nilai dan eksklusivitas harus memperkuat inovasi dan citra premium mereka.
Berikut beberapa faktor utama penyebab Oppo tergerus di market share smartphone menurut pengamat:
- Fokus pada produk flagship, bukan entry level.
- Persaingan dari merek yang agresif menaikkan volume penjualan.
- Ketatnya persaingan pasar di Asia Tenggara khususnya segmen menengah ke bawah.
- Preferensi konsumen yang mencari harga terjangkau dan variasi produk banyak.
Meskipun begitu, Oppo masih menjaga keuntungan stabil lewat segmen premium dan inovasi teknologi kamera. Jika bisa menyeimbangkan strategi antara volume dan nilai, Oppo memiliki peluang untuk menguat kembali.
Pergeseran pangsa pasar ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menyesuaikan strategi produk dengan karakter pasar lokal. Baik dari sisi harga, jenis produk, maupun fitur teknologi harus terus dikembangkan agar merek tetap relevan dan mampu bersaing ketat. Pasar smartphone Indonesia dan Asia Tenggara akan terus dinamis, sehingga penguatan inovasi dan produk bisa menentukan posisi Oppo ke depan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: selular.id








