Merger dengan Realme Bisa Mengembalikan Oppo Jadi Raja HP Indonesia Siap Bangkit atau Cuma Strategi Sementara?

Merger antara Oppo dan Realme membuka peluang besar bagi Oppo untuk kembali menguasai pasar smartphone Indonesia. Kabar bergabungnya Realme di bawah naungan Oppo mulai muncul sejak awal tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menyatukan sumber daya dan mengurangi biaya operasional dua brand yang sudah berada dalam satu grup perusahaan.

Reuni antara Oppo dan Realme bukan hal baru karena keduanya sebelumnya pernah berada di bawah manajemen yang sama, yaitu BKK Electronics. Namun, sejak 2018 Realme berpisah dan berjalan sebagai entitas mandiri. Meski demikian, Oppo mampu menjadi pemimpin pasar smartphone Indonesia dan global dari tahun 2019 hingga 2023.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, posisi Oppo mulai menurun. Menurut pengamat gadget Aryo Meidianto, kolaborasi Oppo dengan Realme bisa menjadi solusi untuk mengembalikan kejayaan. “Kalau Oppo sendirian agak sulit menjadi raja HP di Indonesia, tapi dengan Realme kembali bergabung, peluang menjadi nomor satu sangat terbuka,” jelas Aryo.

Aryo menambahkan bahwa Oppo selama ini lebih fokus pada segmen ponsel kelas menengah ke atas atau flagship. Fokus ini menyebabkan Oppo kehilangan pengaruh di segmen entry level yang dulu cukup kuat dikuasai. Sementara Realme dikenal memiliki line up produk yang kuat di segmen entry level dan mid-range.

Berikut ini beberapa keuntungan merger antara Oppo dan Realme menurut pengamat:

1. Efisiensi biaya operasional karena sinergi sumber daya.
2. Perluasan segmen pasar dari entry level hingga flagship.
3. Peningkatan daya saing melalui penggabungan portofolio produk.
4. Potensi peningkatan market share dengan cakupan target konsumen lebih luas.

Pengamat lain, Herry SW, menilai meskipun posisi Oppo melemah di pasar, keuntungan yang diperoleh perusahaan masih cukup sehat. Oppo fokus pada produk flagship dengan teknologi canggih seperti kamera AI dan layar lipat. Kerjasama dengan Hasselblad sebagai vendor kamera ternama menambah nilai premium bagi smartphone Oppo.

Herry menyoroti bahwa meskipun volume penjualan Oppo menurun, nilai penjualan dari segmen atas ini tetap memberikan laba yang baik. Namun, untuk kembali mendominasi pasar, Oppo harus kembali aktif di segmen entry level. “Kalau ingin market share besar, Oppo harus rajin mengeluarkan ponsel entry level,” tambahnya.

Oppo sejak beberapa tahun terakhir ini memang lebih banyak menghadirkan produk inovatif berupa smartphone lipat (foldable) dan smartphone dengan layar gulung (rollable). Produk-produk ini memiliki fitur unggulan seperti kamera dengan lensa premium dan studio editor foto berbasis AI. Tapi, harga yang lebih tinggi membuatnya kurang populer di segmen pengguna dengan budget terbatas.

Merger ini dapat dianggap sebagai strategi jitu untuk mengakomodasi semua segmen konsumen, mulai dari yang mencari harga terjangkau hingga yang mengincar teknologi terkini. Realme dapat mengisi pasar entry level dan mid-tier, sementara Oppo memimpin segmen premium.

Jika merger ini berjalan mulus, potensi Oppo menjadi kembali sebagai raja smartphone Indonesia semakin besar. Perpaduan kekuatan dua brand besar ini juga berpeluang memperkuat posisi Oppo di pasar global yang semakin kompetitif.

Strategi ini akan sangat relevan di tengah persaingan ketat dengan merek lain seperti Xiaomi, Samsung, dan Vivo yang terus berinovasi dan memperluas pasar mereka. Penggabungan sumber daya dan jaringan distribusi juga memungkinkan Oppo dan Realme menekan biaya pemasaran dan mempercepat penetrasi pasar.

Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi, brand positioning, dan segmentasi pasar yang solid, Oppo berpeluang memperoleh pangsa pasar yang signifikan serta meningkatkan pendapatan secara keseluruhan. Dukungan inovasi produk flagship serta penguatan lini entry level menjadi kunci utama keberhasilan strategi ini.

Merger Oppo dan Realme menandai babak baru di industri smartphone Indonesia. Dengan skala usaha yang lebih besar, diversifikasi produk yang lebih lengkap, dan sinergi yang efektif, Oppo berpotensi mengulang kesuksesan masa lalu serta menghadirkan dinamika baru dalam persaingan pasar smartphone nasional dan global.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: selular.id
Exit mobile version