Huawei Watch GT Runner 2 Melaju dengan Mode Maraton Eliud Kipchoge, Akurasi GPS Meningkat dan Analisis Lari Real-Time!

Huawei baru saja merilis produk terbarunya, Huawei Watch GT Runner 2, dalam acara bertajuk Now is Your Run yang berlangsung di Madrid. Jam tangan pintar ini dirancang khusus untuk pelari, terutama bagi yang ingin pengalaman berlari lebih presisi dan didukung fitur canggih.

Sebagai generasi penerus Watch GT Runner 2021, seri terbaru ini membawa sejumlah peningkatan signifikan yang mendukung aktivitas lari, termasuk fitur latihan dan analisis marathon. Fitur tersebut dikembangkan bekerjasama dengan legenda lari dunia, Eliud Kipchoge, serta tim DSM-Firmenich Running Team.

Kolaborasi dengan Eliud Kipchoge untuk Mode Maraton Cerdas

Salah satu keunggulan Huawei Watch GT Runner 2 adalah kehadiran Mode Intelligent Maraton. Mode ini menawarkan metrik lari yang lebih presisi dan analisis performa berdasarkan metode latihan pelari elit. Dalam mode ini, pengguna mendapat panduan lengkap mulai dari pengukuran daya lari (running power), kecepatan dinamis, hingga pengingat asupan energi secara cerdas.

Pengembangan fitur ini bertujuan membantu pelari meningkatkan performa marathon secara terukur dan realistis. Kolaborasi dengan Kipchoge, yang merupakan peraih dua medali emas Olimpiade, memberikan nilai eksklusif dan akurasi metode latihan yang didesain oleh atlet kelas dunia.

Teknologi Antena GPS 3D Floating untuk Akurasi Tinggi

Huawei Watch GT Runner 2 juga mengadopsi antena GPS baru berbasis teknologi 3D floating antenna. Desain gasket antena telah dioptimalkan untuk menjaga kestabilan sinyal GPS, bahkan di lingkungan yang menantang seperti dalam terowongan atau area tertutup.

Sensor akselerometer dan giroskop dipadukan dengan algoritma penentuan posisi terbaru yang berbasis sistem inersial. Kombinasi ini menghasilkan pelacakan rute lari yang lebih akurat. Huawei mengklaim performa antena GPS pada perangkat ini meningkat hingga 3,5 kali lipat dibanding generasi sebelumnya.

Perangkat juga mendukung navigasi mandiri dengan teknologi posisi satelit dual-band, sehingga pelari dapat melacak aktivitas tanpa harus bergantung pada koneksi ponsel.

Spesifikasi Fisik dan Sensor Kesehatan Canggih

Dari segi desain, Huawei Watch GT Runner 2 dibekali layar sentuh AMOLED berukuran 1,32 inci dengan diameter 43,5 mm. Layar ini mampu mencapai kecerahan puncak hingga 3.000 nits dan terlindungi oleh kaca Kunlun Glass generasi kedua.

Jam tangan ini menggunakan casing berbahan titanium yang dipadukan dengan bezel metal. Dimensi ketebalan mencapai 10,7 mm, bobotnya ringan 43,5 gram, dan tahan air hingga kedalaman 40 meter.

Perangkat ini dilengkapi beragam sensor kesehatan TruSense terbaru dari Huawei yang mampu memantau:

  1. Detak jantung secara real-time
  2. Kadar oksigen dalam darah (SpO2)
  3. Elektrokardiogram (ECG)
  4. Laju pernapasan
  5. Kualitas tidur
  6. Tingkat stres

Selain itu, GT Runner 2 menjadi model pertama Huawei yang menyertakan algoritma pendeteksi ambang laktat (lactate threshold) secara real-time. Algoritma ini sangat penting untuk memantau tingkat kelelahan tubuh saat berlari, membantu pelari menyesuaikan intensitas latihan.

Daya Tahan Baterai dan Fitur Pendukung Lainnya

Jam tangan ini mengusung baterai silikon-karbon (Si-C) berkapasitas 540 mAh. Huawei mengklaim baterai bisa bertahan hingga 14 hari untuk penggunaan ringan dan mendukung penggunaan GPS aktif hingga 32 jam nonstop.

Fitur tambahan lainnya meliputi speaker bawaan untuk panggilan hands-free, kompatibilitas dengan perangkat iOS dan Android, serta antena NFC untuk pembayaran nirkabel. Huawei juga telah menghadirkan layanan Curve Pay pada perangkat ini bagi pengguna di Inggris.

Pilihan Warna dan Harga Rilis

Huawei Watch GT Runner 2 tersedia dalam tiga pilihan warna menarik: Dawn Orange, Dusk Blue, dan Midnight Black. Jam tangan pintar ini dibanderol dengan harga 350 pound sterling atau sekitar Rp 7,9 jutaan.

Perangkat baru ini menunjukkan komitmen Huawei dalam menghadirkan solusi wearable khusus olahraga yang semakin canggih dan terintegrasi dengan kebutuhan pelari di berbagai tingkatan. Mode maraton berbasis kolaborasi dengan pelari profesional menjadi nilai jual utama yang bisa menarik minat atlet maupun penggemar lari.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com
Exit mobile version