Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan RoboDog, robot anjing otonom yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara ITS, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Nokia, dan NVIDIA, yang bertujuan menggabungkan kecerdasan buatan dan teknologi jaringan 5G dalam bidang robotika.
RoboDog mampu menerima perintah suara dan menginterpretasikan konteks instruksi secara real-time. Robot ini dilengkapi sensor kamera dan LiDAR yang memungkinkan pemantauan lingkungan sekeliling secara akurat.
Kolaborasi Multi-pihak dalam Pengembangan RoboDog
Indosat Ooredoo Hutchison memimpin pengembangan AI Radio Access Network (AI-RAN) yang menjadi sistem inti bagi komunikasi kendali jarak jauh. Nokia menyediakan infrastruktur jaringan 5G sebagai tulang punggung konektivitas ultra cepat dan responsif. Sedangkan NVIDIA mendukung dalam hal komputasi dengan chip berbasis Graphics Processing Unit (GPU), yang memproses kecerdasan buatan secara intensif.
Sementara ITS bertugas mengintegrasikan seluruh sistem teknologi ini ke dalam bentuk fisik robot yang siap digunakan. Sinergi ini memberikan kemampuan kepada RoboDog untuk beroperasi dengan latensi sangat rendah, sehingga praktis dapat dikendalikan dari posisi manapun di dunia.
Teknologi AI-RAN dan Keunggulan Jaringan 5G
AI-RAN merupakan fondasi penting agar perintah dari pusat kendali dapat direspons oleh robot dalam waktu singkat. Teknologi ini menggeser pemrosesan kecerdasan buatan yang tadinya dilakukan di server pusat jarak jauh, menjadi lebih dekat ke pengguna melalui edge computing pada jaringan 5G.
Pendekatan ini meminimalkan latensi komunikasi sehingga memungkinkan robot fisik seperti RoboDog maupun drone otonom dapat beroperasi secara real-time. VP Head of Technology Strategy & Partnership Management IOH, Irwan Radius, menegaskan bahwa AI-RAN mampu menyinkronkan pusat pemantauan yang terletak di Barcelona dengan robot di Surabaya dengan jeda respons yang sangat kecil.
Demonstrasi Kendali Jarak Jauh RoboDog
Dalam demonstrasi yang dilakukan, RoboDog di Surabaya menerima perintah suara langsung dari Barcelona, Spanyol. Robot tersebut mampu melakukan inspeksi lokasi, mendeteksi potensi bahaya, serta memastikan tidak adanya aktivitas mencurigakan di area yang diawasi.
Kemampuan ini menunjukkan potensi aplikasi tinggi di sektor industri dengan risiko keselamatan yang besar bagi manusia. Dengan memahami konteks situasi, RoboDog dapat menjadi alat bantu canggih dalam berbagai operasional yang membutuhkan ketelitian dan kecepatan reaksi.
Dampak dan Prospek Inovasi RoboDog
Partisipasi dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona menjadi momentum penting untuk memperkenalkan RoboDog ke dunia internasional. Inovasi ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya sebagai pasar teknologi, melainkan juga sebagai pencipta solusi berbasis kecerdasan buatan.
Lebih jauh, keberhasilan pengembangan ini mencerminkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengembangkan teknologi futuristik yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Inovasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait pendidikan berkualitas, inovasi industri, serta kemitraan global dalam teknologi.
Faktor Utama Keberhasilan RoboDog
- Sinergi teknologi antara AI-RAN, jaringan 5G, serta komputasi GPU.
- Integrasi kecerdasan buatan ke dalam platform robotik fisik.
- Pengembangan sensor kamera dan LiDAR untuk pemantauan lingkungan.
- Kendali jarak jauh dengan latensi ultra rendah.
- Aplikasi industri berisiko tinggi untuk keselamatan manusia.
RoboDog menjadi contoh nyata kemajuan teknologi robotika dan AI di Indonesia yang tidak kalah dengan negara maju. Kolaborasi lintas sektor ini membuka peluang besar bagi pengembangan robotic system berbasis jaringan canggih di masa depan. Implementasi teknologi seperti AI-RAN dan edge computing pada jaringan 5G memberi fondasi kuat bagi perluasan ekosistem robotika otonom global yang lebih responsif dan efisien.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: suarapubliknews.net





