
Persepsi bahwa Galaxy S26 hanyalah Galaxy S22 yang diperbarui makin sering muncul, khususnya di media sosial dan forum teknologi. Banyak pengguna membandingkan dua generasi ini dan merasa tidak ada kemajuan mencolok, terutama jika dilihat dari sisi spesifikasi utama ataupun desain luar. Meski demikian, klaim tersebut tidak benar secara keseluruhan karena ada sejumlah pembaruan nyata yang dibawa Galaxy S26 serta model-model sebelumnya, mulai dari Galaxy S23 hingga Galaxy S25.
Perbedaan Penting dari Seri Galaxy S22 ke S25
Galaxy S25 membawa sejumlah peningkatan dibandingkan Galaxy S22, sebagaimana dibuktikan melalui pengujian lintas perangkat. Salah satu hal yang langsung terasa adalah kualitas vibration motor yang kini lebih kuat dan responsif, membuat pengguna bisa lebih mudah menyadari notifikasi walau ponsel berada di dalam saku. Sebelumnya, pada Galaxy S22 Ultra, getaran notifikasi seringkali luput dan pengguna justru lebih mengandalkan smartwatch.
Peningkatan lain juga terasa pada sektor audio. Volume suara yang dihasilkan Galaxy S25 melonjak lebih tinggi, disertai dengan penurunan distorsi pada level tertinggi. Hal ini menciptakan pengalaman mendengarkan audio yang lebih penuh dan kaya.
Ketajaman dan akurasi warna layar pada Galaxy S25 juga meningkat signifikan. Tingkat kecerahan puncak layar melonjak dari 1.300 nits pada Galaxy S22 menjadi 2.600 nits pada Galaxy S25. Tidak hanya itu, sejumlah aspek teknis lainnya turut mendapat perhatian:
- Penyimpanan UFS 3.1 pada Galaxy S22 beralih ke UFS 4.0 di Galaxy S25 yang jauh lebih cepat.
- Kapasitas baterai meningkat dari 3.700mAh ke 4.000mAh, sedangkan Galaxy S26 kini sudah menggunakan baterai 4.300mAh.
- Standar Bluetooth ditingkatkan dari 5.2 ke 5.4 dengan dukungan Bluetooth LE Audio.
- Standar Wi-Fi berganti dari Wi-Fi 6 menjadi Wi-Fi 7.
Evolusi Perangkat Lunak Kamera dan Kemampuan Fotografi
Bidang fotografi menjadi sorotan utama dalam perkembangan Galaxy S Series terbaru. Perangkat lunak kamera pada Galaxy S25 telah mendapatkan pembaruan besar, terutama untuk fitur Expert RAW. Pengguna kini memiliki lebih banyak kontrol serta fitur, antara lain LOG, H.264, perekaman video 360 derajat, dan pengaturan tambahan di Camera Assistant seperti adaptive pixels, upscaling digital zoom, serta DOF adapter correction.
Perbandingan kamera yang melibatkan Galaxy S22, S25, S24 Ultra, dan iPhone 17 Pro Max mengungkapkan hasil mengejutkan. Pada pengambilan gambar dengan sensor 3x di Expert RAW, Galaxy S25 justru menjadi favorit, unggul dalam hal reproduksi warna meski secara teknis Galaxy S24 Ultra memiliki perangkat keras lebih mumpuni.
Dalam mode Auto, Galaxy S22 tercatat menang secara keseluruhan, namun Galaxy S25 unggul dalam akurasi warna untuk foto 1x. Sementara pada pengujian Night Mode, Galaxy S25 tetap unggul dalam hal tone warna, meski iPhone menghasilkan detail paling baik.
Harapan Pengguna terhadap Galaxy S26 dan S26+
Sumber terpercaya di X, Erencan, menyatakan Galaxy S26+ kini sudah memakai sensor utama baru S5KGNG serta sensor 3x S5K3LD. Berdasarkan rekam jejak Samsung, Galaxy S26 juga kemungkinan besar mengadopsi sensor yang sama. Ini berarti ketiga model, yakni S26, S26+, dan S26 Ultra akan menggunakan sensor telefoto 3x generasi terbaru.
Pembaruan sensor memang bukan lompatan besar di atas kertas. Namun, dalam praktiknya, pembaruan seperti ini kerap berdampak nyata pada kinerja kamera secara keseluruhan, terutama jika didukung kemampuan perangkat lunak yang semakin matang.
Tantangan dan Kritik untuk Galaxy S Series
Pengamat teknologi menyoroti kebijakan Samsung yang tetap menggunakan sensor lama untuk lini Galaxy S25. Ada kekhawatiran dari pengguna Reddit terkait isu performa termal yang sedikit menurun dibandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, keputusan Samsung untuk menghapus varian Edge pada Galaxy S26 dinilai kurang tepat, mengingat minat pasar global pada model ini cukup besar.
Hardware Berkualitas Lebih Berarti daripada Algoritme AI
Beberapa pabrikan pesaing, seperti Huawei Pura80 Ultra dan Oppo Find X9 Pro, kini banyak mengandalkan AI generatif untuk memperbaiki hasil foto. Namun, berdasarkan data WVisionCreation melalui X, pengguna tidak memiliki opsi mematikan fitur AI ini, sehingga hasil foto menjadi tidak orisinal dan lebih terkesan dimanipulasi.
Sejauh ini, Galaxy S26 dan jajaran S Series terbaru belum memperlihatkan dominasi AI generatif pada hasil foto. Samsung tetap mengutamakan kualitas perangkat keras dan algoritme pengolahan gambar yang menjaga keaslian momen.
Teknologi kamera di Galaxy S26 juga diharapkan menekan praktik manipulasi digital agar foto yang dihasilkan tetap mewakili realitas. Peningkatan ini menjadi faktor penting bagi pengguna yang mencari pengalaman fotografi otentik dan mudah diandalkan di segala kondisi.
Dengan beragam pembaruan signifikan di atas, persepsi bahwa Galaxy S26 hanya sekadar “casing baru” dari S22 sudah tidak relevan. Evolusi perangkat keras, pembaruan fitur kamera, hingga teknologi display dan baterai yang terus membaik menunjukkan Samsung masih serius membawa inovasi bertahap pada lini flagship mereka. Perkembangan ini penting dicermati bagi calon pembeli yang mengutamakan pengalaman dan kualitas jangka panjang.
Source: sammyguru.com








