
Vivo telah mengumumkan dukungan pada codec video profesional Samsung, Advanced Professional Video (APV), untuk flagship terbarunya X300 Ultra. Kehadiran fitur ini langsung menempatkan Vivo sebagai pesaing utama dalam dunia smartphone dengan kapabilitas perekaman video kelas profesional, sejajar dengan Galaxy S26 Ultra dari Samsung yang lebih dulu memperkenalkan teknologi serupa.
Pada ajang Mobile World Congress, publik diperlihatkan kemampuan kamera dan spesifikasi unggulan dari X300 Ultra. Perangkat ini mendukung perekaman video hingga resolusi 4K di 120 frame per detik dengan kedalaman warna 10-bit serta fitur Dolby Vision. X300 Ultra menjadi ponsel non-Samsung pertama yang bisa memanfaatkan codec APV, sehingga menandai babak baru dalam pengembangan videografi mobile.
Penjelasan Codec APV dan Keunggulannya
APV merupakan codec terbaru racikan Samsung yang menawarkan kualitas video lossless secara visual, sekaligus efisiensi ukuran file. Berdasarkan keterangan resmi, file video dengan format APV bisa berukuran hingga 20% lebih kecil dibandingkan codec modern lain seperti HEVC. Pengguna juga bisa mengedit video dalam format ini berulang kali tanpa khawatir mengalami penurunan kualitas gambar.
Struktur encoding intra-frame menjadi keunggulan lain dari APV. Setiap frame atau bingkai video dikodekan secara mandiri sehingga mempercepat proses penyuntingan serta meminimalisir lag saat diproses di aplikasi video editing. Pengeditan profesional jadi lebih lancar, terutama untuk konten kreator atau pekerja industri.
Selain itu, Google menambahkan dukungan native untuk APV di Android 16, memperkuat ekosistem video mobile. Sementara, Qualcomm sudah mengintegrasikan encoder dan decoder APV langsung di chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang digunakan oleh Galaxy S26 Ultra dan Vivo X300 Ultra. Beberapa software editing profesional, seperti CapCut, DaVinci Resolve, dan LumaFusion, juga telah mendukung format APV.
Detail Spesifikasi Kamera Vivo X300 Ultra
Vivo X300 Ultra dibekali sistem kamera multi-sensor yang menggabungkan kekuatan lensa Sony dan Samsung. Formasi ini menawarkan fleksibilitas pengambilan gambar untuk berbagai kebutuhan, berikut rincian utamanya:
- Kamera utama 200MP Sony LYTIA LYT901, sensor 1/1.12 inci, panjang fokus 35mm, Dual-Pixel PDAF, OIS.
- Kamera telefoto 200MP Samsung ISOCELL HPB, sensor 1/1.4 inci, 3.7x optical zoom, Multi-Directional PDAF, OIS.
- Kamera ultrawide 50MP Sony LYTIA LYT828, sensor 1/1.28 inci, aperture F2.0, Dual-Pixel PDAF, OIS.
- Kamera depan 50MP, autofocus PDAF untuk selfie berkualitas tinggi.
- Aksesori opsional Teleconverter yang memberikan panjang fokus efektif 400mm, setara sekitar 11.4x optical zoom.
Kombinasi kamera tersebut dirancang agar mampu memaksimalkan potensi perekaman codec APV di segala kondisi pencahayaan.
Strategi Pasar dan Potensi Persaingan
Vivo mengonfirmasi X300 Ultra bakal dirilis secara global mencakup beberapa negara Asia luar Tiongkok dan sejumlah pasar Eropa. Ekspansi ini merupakan kali pertama lini Ultra dari Vivo menjangkau pasar internasional secara lebih luas. Langkah tersebut diperkirakan akan memperbesar persaingan di segmen flagship, terutama melawan dominasi Galaxy S26 Ultra dari Samsung.
Potensi keberhasilan X300 Ultra di pasar global didukung oleh integrasi hardware dan software perekaman video paling mutakhir saat ini. Ekosistem yang telah terbentuk juga ditopang dengan adopsi codec APV secara luas di aplikasi dan sistem operasi terbaru, memperkuat posisi Vivo dalam memperkenalkan standar baru video mobile.
Dengan kemampuan merekam dan mengedit video kualitas profesional di satu perangkat, Vivo X300 Ultra menawarkan solusi menyeluruh bagi para kreator dan pengguna ponsel yang mengedepankan kualitas visual. Harga jual dan penempatan pasar X300 Ultra diharapkan dapat menjadi penentu dalam merespons permintaan pengguna, seiring tingginya kebutuhan akan perangkat yang mampu menghasilkan konten profesional langsung dari smartphone.








