
Samsung Foundry sempat mengalami tantangan besar dalam lima tahun terakhir. Divisi ini mengalami kerugian besar akibat terbatasnya pesanan dari perusahaan besar dan kapasitas produksi yang tidak terpakai.
Situasi mulai membaik setelah pesanan atas proses manufaktur lama tetap tinggi. Sementara itu, minat pasar terhadap teknologi 2nm mulai menunjukkan peningkatan yang konsisten.
Kebangkitan Permintaan Jadi Penentu Pembalikan Tren
Laporan dari Korea Selatan menyebut, Samsung Foundry menargetkan laba operasional lebih dari 2 triliun won tahun depan. Nilai ini setara sekitar $1,3 miliar, sebuah angka yang menandai potensi keuntungan tahunan penuh pertama sejak lima tahun terakhir.
Terobosan ini didorong terutama oleh kenaikan jumlah order dari perusahaan besar dunia. Salah satu yang berkontribusi signifikan adalah kerja sama dengan Tesla untuk produksi cip. Nilai kontrak bersama Tesla dikabarkan mencapai $16 miliar, mempertegas posisi Samsung di peta produsen semikonduktor global.
Daftar Faktor Pendorong Kinerja Samsung Foundry:
- Kestabilan pada Advanced Nodes
Yield proses manufaktur canggih semakin membaik, mengatasi masalah produksi berskala sebelumnya. - Peningkatan Pesanan Legacy Processes
Permintaan terhadap proses lama tetap tinggi dan konsisten mengisi kapasitas produksi. - Kesepakatan Bernilai Tinggi
Kerja sama dengan perusahaan besar seperti Tesla mengamankan order jangka panjang. - Optimisme Manajemen
Ekspektasi profitabilitas jangka pendek didukung strategi efisiensi dan inovasi teknologi.
Proses Advanced dan Kepercayaan Pasar Membaik
Samsung Foundry mendapat kritik selama beberapa tahun terakhir karena rendahnya yield pada proses semikonduktor canggih. Dampaknya, banyak perusahaan global beralih ke pesaing utama seperti TSMC. Namun, peningkatan yield dan stabilitas produk mulai terlihat dan membalikkan persepsi pasar.
Menurut sejumlah sumber, manajemen perusahaan yakin laba operasional bisa didapat secepatnya pada kuartal akhir dua tahun mendatang. Pemulihan penuh dari sisi keuangan dicanangkan untuk tahun depan, didorong oleh portofolio pesanan dari klien besar.
Rekam Jejak Kerugian dan Potensi Keuntungan
Sebelumnya, Samsung Foundry mencatat kerugian kumulatif hingga miliaran dolar dalam lima tahun terakhir. Hal ini terjadi akibat kapasitas produksi yang tak dimanfaatkan secara optimal dan rendahnya pesanan untuk node canggih. Namun, restrukturisasi dan perbaikan proses internal membuahkan hasil yang terlihat dari meningkatnya pesanan dan stabilnya produksi.
Persaingan dengan Pemain Global dan Prospek Masa Depan
Industri foundry secara global sangat kompetitif. TSMC memimpin pangsa pasar dengan klien-klien utama dari sektor teknologi, otomotif, serta AI. Samsung berupaya menutup celah tersebut melalui penawaran harga kompetitif, inovasi teknologi, serta penyempurnaan proses produksi yang berfokus pada kebutuhan pelanggan.
Divisi foundry optimistis target laba operasional bisa dicapai berkat permintaan dari berbagai segmen. Selain Tesla, sejumlah perusahaan dikabarkan sudah mengamankan slot produksi untuk beberapa tahun ke depan.
Tabel: Proyeksi Performa Samsung Foundry
| Tahun Kerugian/Keuntungan | Ringkasan Finansial |
|---|---|
| Tahun-tahun sebelumnya | Kerugian miliaran dolar |
| Tahun depan (target) | Profit operasional > $1 miliar |
| Investasi baru | Kontrak Tesla $16 miliar |
Samsung Foundry terus fokus memperkuat daya saing pada proses canggih, termasuk node 2nm yang akan menjadi kunci keunggulan pada masa mendatang. Penguatan relasi bisnis jangka panjang dengan perusahaan teknologi dan otomotif diharapkan memberikan stabilitas dan pertumbuhan pesat.
Ekspektasi tersebut menjadi titik balik penting setelah bertahun-tahun mengalami tekanan. Jika prediksi tercapai, Samsung Foundry berpotensi meraih kembali dominasi sebagai pemain utama semikonduktor kelas dunia.
Source: www.sammobile.com








