Mobile World Congress (MWC) selalu menjadi ajang pamer teknologi mobile terbaru dari para raksasa industri seperti Samsung, Xiaomi, Lenovo, dan Honor. Namun, selain produk-produk andalan, MWC juga dikenal sebagai panggung bagi berbagai konsep dan gadget unik yang sempat menarik perhatian, tapi akhirnya tidak berkembang atau lenyap dari pasar.
Humane AI Pin: Ambisi Besar tapi Gagal di Pasar
Pada MWC 2024, Humane AI Pin diperkenalkan sebagai wearable badge yang bisa diajak bicara layaknya asisten pribadi. Alat ini mampu menjawab pertanyaan tentang jadwal, cuaca, bahkan hasil pertandingan, lalu memproyeksikan jawaban tersebut ke tangan pengguna dengan laser. Meski inovatif, produk ini dinilai kurang memuaskan oleh para pengulas, termasuk Scott Stein dari CNET, dan akhirnya perusahaan pembuatnya diakuisisi oleh HP. Humane AI Pin pun resmi berhenti berfungsi pada Februari tahun lalu, meninggalkan pemilik awal dengan perangkat yang gagal memenuhi ekspektasi meski dibanderol seharga $699.
Motorola Rizr: Mekanisme Layar Gulung yang Berani Tapi Belum Terealisasi
Motorola memperkenalkan konsep ponsel fleksibel dengan layar yang secara mekanis bisa digulung dan diperluas lewat tombol khusus. Ide ini menawarkan pengalaman layar lebih besar untuk multimedia tanpa mengorbankan ukuran perangkat. Namun, teknologi ini belum masuk produksi massal karena dianggap mahal dan rentan rusak. Hingga kini, Motorola masih menggunakan folding screen biasa pada produk Razr terbaru tanpa mengadopsi mekanisme gulung tersebut, meninggalkan Rizr hanya sebagai konsep menarik tanpa kelanjutan nyata.
Xiaomi SU7 EV: Janji Besar di Pasar Lokal tapi Minim Perluasan Global
Xiaomi mengejutkan pengunjung MWC dengan menampilkan mobil listrik pertama mereka, SU7, yang menjanjikan jarak tempuh hingga 470 mil dan desain sporty. Meski sukses di pasar China dan penjualannya dikabarkan melebihi Tesla Model 3, ekspansi ke pasar Eropa dan AS belum jelas. Xiaomi menyatakan tidak akan meluncurkan mobil ini secara resmi di luar China sampai paling cepat tahun 2027, menyisakan ketidakpastian bagi konsumen global dan menimbulkan kontroversi terkait masalah hukum yang memengaruhi penjualan varian SU7 Ultra.
Samsung Galaxy Ring: Inovasi Cincin Pintar yang Menunggu Kelanjutan
Samsung mempersembahkan Galaxy Ring pada MWC 2024 sebagai perangkat wearable kecil dengan fungsi pelacakan kesehatan dan kebugaran. CNET menilai produk ini cukup sukses dengan skor 8.5/10. Namun, dua tahun berlalu tanpa kabar resmi tentang penerus Galaxy Ring. Gugatan paten dari produsen cincin pintar lain seperti Oura menjadi salah satu kendala dalam pengembangan lebih lanjut. Saat ini, smart ring masih didominasi oleh merek-merek kecil dan belum menjadi kategori produk utama di industri teknologi wearable.
Motorola Wrist Phone: Konsep Ponsel Terbaik yang Belum Terwujud
Konsep lain yang diusung Motorola adalah ponsel yang sepenuhnya fleksibel dan bisa melingkar di pergelangan tangan, mirip gelang slap dari era 90-an. Ini menawarkan kemudahan membawa dan akses cepat seperti jam tangan pintar, tanpa menimbulkan benjolan di saku. Teknologi ini terlihat realistis karena tidak membutuhkan komponen mekanis rumit seperti Rizr. Namun, seperti konsep lainnya, wrist phone juga tidak berlanjut ke produk komersial dan tetap menjadi wacana inovatif yang belum direalisasikan.
Daftar Gadget dan Keadaannya Pasca-MWC:
- Humane AI Pin – Berhenti berfungsi dan perusahaan diakuisisi HP.
- Motorola Rizr – Konsep hanya, belum diproduksi.
- Xiaomi SU7 EV – Sukses di China, belum ekspansi global.
- Samsung Galaxy Ring – Produk pertama diluncurkan, penerus tertunda.
- Motorola Wrist Phone – Konsep menarik, belum diproduksi.
Meskipun beberapa produk tersebut kini tampak seperti proyek yang gagal atau tertunda, MWC tetap menjadi panggung penting untuk menampilkan inovasi teknologi yang berani dan menarik. Setiap konsep yang muncul merefleksikan tantangan teknis dan bisnis dalam mengubah ide menjadi produk yang bisa diterima pasar secara luas. Dengan MWC 2026 yang segera berlangsung, banyak yang berharap teknologi gila dan inovatif akan terus muncul dan setidaknya beberapa dari mereka memberi dampak nyata pada kehidupan sehari-hari.









