
Vivo X300 Ultra menjadi sorotan utama di ajang Mobile World Congress Barcelona ketika fitur telefoto terbarunya diumumkan. Salah satu aspek paling mencolok dari ponsel flagship ini terletak pada kemampuannya menghadirkan stabilisasi kamera tingkat profesional, yakni CIPA 7.0, yang diklaim setara dengan stabilisasi pada kamera profesional.
Keunggulan Vivo X300 Ultra ini diperkuat dengan sistem stabilisasi bergaya gimbal pada unit telefoto. Berbeda dari stabilisasi optik konvensional yang hanya mampu bekerja pada rentang 0,7 hingga 1 derajat, sistem pada Vivo X300 Ultra mampu bergerak hingga 3 derajat. Hal ini merupakan lompatan besar jika dibandingkan generasi sebelumnya, Vivo X200 Ultra, yang menawarkan stabilisasi maksimal hingga 1,2 derajat.
Stabilisasi CIPA 7.0 untuk Foto dan Video Jarak Jauh
Penerapan standar CIPA 7.0 pada kamera telefoto Vivo X300 Ultra menandakan sebuah level stabilisasi yang sering ditemukan pada kamera profesional. Dalam praktiknya, standar ini akan memberikan keuntungan nyata terutama saat memotret objek dengan zoom tinggi, seperti 200mm hingga 400mm, bahkan pada rentang perbesaran lebih ekstrem.
Pihak Vivo menyampaikan bahwa sistem stabilisasi ini mengandalkan konsep gimbal yang telah disempurnakan melalui banyak generasi. Teknologi tersebut dirancang agar perekaman video tangan bebas di level zoom tinggi tetap stabil, sehingga hasil rekaman maupun foto menjadi lebih tajam dan minim blur.
Kecanggihan ini tidak hanya menambah keunggulan pada pengambilan foto jarak jauh, namun juga memberikan pengalaman baru dalam perekaman video bergerak cepat menggunakan ponsel.
Fitur Kamera yang Diperkuat Teknologi ZEISS dan BlueImage
Kamera telefoto pada Vivo X300 Ultra menggunakan sensor Samsung HP0 dan menjadi bagian dari generasi kelima periskop telefoto “Thanos” yang dikembangkan bersama ZEISS. Kolaborasi ini membawa peningkatan dalam sejumlah aspek seperti:
- Akurasi warna yang lebih baik
- Kinerja autofocus yang lebih cerdas
- Proses HDR yang diperhalus
- Efisiensi daya yang semakin maksimal
Inovasi BlueImage imaging technology dari Vivo memperkuat klaim tersebut, menjadikan kamera telefoto ini bukan hanya unggul dari sisi stabilisasi, tapi juga dari sisi kualitas gambar secara keseluruhan.
Sistem Focus Tracking Generasi Baru
Selain stabilisasi profesional, Vivo X300 Ultra juga memperkenalkan engine focus tracking terbaru bernama Blueprint. Fitur ini memungkinkan sistem fokus mengikuti objek bergerak dengan kecepatan hingga 60 frame per detik.
Dengan performa yang ditingkatkan dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, telefoto Vivo X300 Ultra diklaim mampu melacak baik subjek diam maupun objek yang bergerak cepat. Hal ini sangat relevan di era fotografi mobile, terutama bagi mereka yang gemar mengabadikan momen spontan atau olahraga.
Spesifikasi Kamera Ganda 200MP
Dari sisi konfigurasi kamera, Vivo X300 Ultra mengadopsi sensor utama Sony LYT-901 beresolusi 200 megapiksel. Ini menjadikannya sebagai smartphone pertama yang menawarkan dua kamera 200 megapiksel — satu sebagai kamera utama, lainnya untuk unit telefoto periskop.
Dukungan tambahan seperti telephoto extender kit ZEISS menjadi pelengkap untuk meningkatkan fleksibilitas fotografer mobile saat memotret dari jarak jauh. Bersama seluruh fitur ini, Vivo X300 Ultra diposisikan sebagai pemicu tren baru kamera smartphone di kelas flagship.
Berbagai detail spesifikasi lebih lanjut dari Vivo X300 Ultra akan diungkap mendekati peluncuran resminya. Namun, konfirmasi tentang stabilisasi kamera telefoto berstandar CIPA 7.0 sudah cukup untuk menjadikan ponsel ini sebagai salah satu kamera tercanggih di perangkat mobile saat ini. Teknologi yang dimiliki memberikan peluang besar bagi penggemar fotografi dan videografi untuk bereksplorasi lebih jauh tanpa perlu membawa kamera profesional ke mana pun mereka pergi.
Source: www.gadgets360.com






