Samsung Galaxy S26 Ultra resmi diperkenalkan sebagai penerus Galaxy S25 Ultra dalam acara Galaxy Unpacked yang diselenggarakan awal Maret. Salah satu peningkatan utama terdapat pada teknologi kamera yang kini jauh lebih peka terhadap cahaya, memungkinkan pengambilan gambar di kondisi minim cahaya dengan hasil lebih cerah dan minim noise.
Samsung S26 Ultra mengusung konfigurasi empat kamera. Kamera utamanya memiliki resolusi 200 MP dengan Optical Image Stabilization (OIS) dan aperture f/1.4, lebih besar ketimbang f/1.7 pada Galaxy S25 Ultra. Selain itu terdapat dua lensa telefoto, yaitu 50 MP dengan zoom optik 5x dan aperture f/2.9 (peningkatan dari f/3.4 sebelumnya) serta 10 MP dengan zoom optik 3x, dan kamera ultrawide 50 MP dengan bukaan f/1.9. Peningkatan aperture ini menjadikan perangkat mampu menangkap cahaya hingga 47 persen lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.
Teknologi Pro Visual Engine untuk Pengelolaan Noise
Menurut Sungdae Joshua Cho, Head of Visual Solution Team Samsung Electronics, keunggulan Galaxy S26 Ultra tidak hanya berasal dari hardware kamera yang lebih besar aperture-nya. Samsung menyematkan teknologi Pro Visual Engine generasi ketiga yang mengelola noise secara efisien. Teknologi ini mengendalikan noise yang berasal dari berbagai jenis sensor kamera yang ada secara simultan sehingga menghasilkan video low-light yang lebih bersih dan mulus.
Pro Visual Engine menambahkan blok khusus di sistem Image Signal Processor (ISP) sehingga kualitas video tetap konsisten walau berganti sensor kamera saat merekam. Hal ini menjawab tantangan noise sensor yang bervariasi dalam pemotretan dan pengambilan video.
Kecerdasan Buatan untuk Manajemen Pencahayaan Dinamis
Samsung juga mengembangkan sistem pencahayaan berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mengatur eksposur dalam berbagai kondisi cahaya yang berubah-ubah. Ini penting karena pengguna bisa merekam video dengan latar sangat terang atau sangat gelap yang sebelumnya sulit dikendalikan secara manual.
Joshua Cho mengungkapkan bahwa timnya mengumpulkan sekitar 10.000 adegan dari berbagai kondisi berbeda. Data tersebut kemudian diperbesar menjadi 1,3 juta data melalui teknik augmented data untuk melatih model AI agar mampu menghasilkan transisi pencahayaan yang halus antar kondisi cahaya. Selain itu, sensor gyroscope smartphone dimanfaatkan untuk mendeteksi gerakan pengguna saat merekam, menentukan apakah video diambil saat stabil atau bergerak seperti panning, agar eksposur dapat disesuaikan secara real time.
Keunggulan Kamera Galaxy S26 Ultra dalam Pencahayaan Rendah
Secara praktis, gabungan peningkatan aperture, Pro Visual Engine, dan AI pencahayaan membuat Galaxy S26 Ultra dapat menghasilkan foto dan video di kondisi rendah cahaya dengan detail yang lebih baik dan jauh dari gangguan noise. Gambar yang dihasilkan juga lebih terang serta memiliki transisi pencahayaan yang mulus walaupun lingkungan pengambilan video berubah cepat.
Samsung mengklaim, Galaxy S26 Ultra mampu merekam video terbaik dalam kondisi low-light yang pernah ada pada serial Galaxy S sebelumnya. Kamera yang sangat responsif terhadap cahaya membuat perangkat ini sangat ideal bagi pengguna yang sering memotret atau merekam video secara profesional dalam berbagai atmosfer pencahayaan.
Spesifikasi Kamera Utama Galaxy S26 Ultra
| Fitur | Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Kamera utama | 200 MP, OIS, aperture f/1.4 | Aperture lebih besar, peka cahaya |
| Telefoto 1 | 50 MP, zoom optik 5x, aperture f/2.9 | Aperture ditingkatkan dari f/3.4 |
| Telefoto 2 | 10 MP, zoom optik 3x | Klarifikasi detail medium-range |
| Ultrawide | 50 MP, aperture f/1.9 | Memperluas bidang pandang |
Perbaikan hardware dikombinasikan dengan inovasi software menjadikan Galaxy S26 Ultra salah satu ponsel dengan kemampuan kamera low-light terbaik saat ini. Pendekatan holistik Samsung dalam mengintegrasikan AI dan mesin pengelolaan noise menghadirkan pengalaman fotografi dan videografi mobile yang lebih berkualitas tinggi.
Samsung Galaxy S26 Ultra membuktikan bahwa evolusi kamera smartphone baru tidak hanya soal peningkatan resolusi, tapi juga inovasi di bidang pemrosesan citra dan kecerdasan buatan. Teknologi ini memberi nilai lebih bagi pengguna yang menginginkan hasil foto dan video terbaik meski dalam kondisi pencahayaan sulit. Samsung kembali mengukuhkan posisinya sebagai pelopor teknologi kamera smartphone unggulan di industri.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com